Webinar Inovasi Sepeda Listrik

Rabu sore (18/08) I-Go Unpad mengadakan Webinar Inovasi Sepeda Listrik melalui platform Zoom. Seperti judulnya, webinar ini membahas inovasi-inovasi yang diperlukan pada sepeda listrik. Adapun pembicara dalam webinar ini adalah:

  1. Arya Fajrul Ikhsan Rinaldi (Ketua Student Energy FMIPA Unpad)
  2. Herry Constadi (Praktisi Sepeda Listrik)
  3. Ferry Faizal (Dosenidi Departemen Fisika Unpad)

Herry Constadi alias Aki Niaki dalam pemaparannya menampilkan sepeda listrik buatannya beberapa diantaran yakni E-Monkey dan E-Mini Velo. E-monkey merupakan satu jenis sepeda yang diharapkan bisa menjembatani sepeda motor biasa ke sepeda biasa. Desain ala 70an dengan lebih ringan dan tampil lebih stylish. Sedangkan minivelo putih sebagai gambaran sebagai sepeda yang bisa ada di setiap rumah yang ada di indonesia digunakan sehari-hari. Geometrinya sama seperti geometri sepeda pada umumnya namun menggunakan roda yang lebih kecil.

Selain kedua jenis E-bike tersebut, Herry Constadi juga membuat sepeda listrik model lainnya, seperti:

  1. Cargobike
  2. Recumbent Bike
  3. Coffe bike
  4. One Wheel Trailer Bike
  5. Smallest Ebike Kit

Herry Constadi mengharapkan penggunaan sepeda listrik bisa semakin cepat berkembang sebagai pengganti kendaraan bermotor. Sebagai penggiat sepeda, sejak 2015 dirinya rutin bersepeda minimal 20 km sehari, apalagi dengan menggunakan E-bike waktu tempuh menjadi lebih cepat, ungkapnya. Mengenai E-Monkey dan E-Minivelo buatannya, hari Sabtu nanti (21/08) Dirjen Dikti rencananya akan menjajal produk dari founder Bdg Cycle tersebut.

Ferry Faizal sebagai pemateri berikutnya menjelaskan asal mula dibuatnya sepeda sejak 1817 dikenal sebagai Dandy Horse. Lalu mulai masuk ke Indonesia pada tahun 1890 di Pontianak. Termasuk juga ia menjelaskan fisika dalam bersepeda khususnya bersepeda di tanjakan.

Dalam diskusi ini juga dibahas mengenai inovasi pengisian baterai sepeda listrik agar dapat menggunakan tenaga surya. Hingga saat ini memang pengisian baterai sepeda listrik menggunakan tenaga surya selain membutuhkan durasi pengisian yang sangat lama, yang kedua adalah harga untuk pembeluian panel surya juga tidak murah. Nampaknya ini menjadi PR pada sepeda listrik agar semakin ramah lingkungan.

“Memang dengan sepeda listrik kita dimudahkan dengan bantuan daya motor yang ada, namun sumber energi listriknya yang masih belum ramah lingkungan. Semoga riset yang dilakukan kawan-kawan dapat memberikan kemajuan di tanah air.” ucap Prof. Nizam (Plt. Dirjen Dikti-Ristek) pada sesi sambutan webinar ini.

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by