Varian Gravel Bike

Surly Straggler, salah satu varian gravelbike

Salah satu jenis sepeda yang sedang menanjak popularitasnya adalah gravelbike. Sepeda yang meningkat popularitasnya melalui lomba endurance seperti Dirty Kanza dan Grinduro ini ternyata sudah mulai berevolusi seiring penggunaannya untuk berbagai keperluan.

Kemunculan gravelbike mulai meningkat sebagai kombinasi penggunaan sepeda cyclocross yang umumnya menganggur di musim panas dan road bike yang dapat menaklukkan cobble classic di awal musim balap setiap tahunnya.

Kedua penggunaan ini mengisi genre sepeda yang digunakan di lintasan berkerikil hingga batu yang di negara maju digunakan sebagai service road di area kehutanan dan tempat lain. Sepeda gunung yang tadinya digunakan di lintasan seperti itu sudah dirasa kurang optimal karena sepeda gunung modern didesain untuk lintasan sepeda gunung modern pula yang lebih teknikal.

Penggunaan gravelbike pun meluas dari keperluan kompetisi dan merambah ke rekreasi, juga sebagai sepeda yang dianggap cocok untuk kegiatan bikepacking dan touring. Rentang penggunaan tersebut juga membuat gravelbike bervariasi. Banyak brand yang mengeluarkan gravelbike dalam beberapa varian, Specialized dengan Diverge, Sequoia, dan AWOL (yang baru diskontinu), Salsa dengan Warbird, Cutthroat, Vaya, Fargo, dan Journeyman untuk mengakomodir penggunaan sepeda Sobat Portal, dari kompetisi, turing, hingga menjelajah jalan rusak.

Apa indikator yang bisa digunakan untuk memilih varian gravelbike. Secara kasat mata, varian gravelbike bisa terlihat seperti roadbike dengan ban sedikit tebal hingga sepeda gunung yang memakai drop bar.

Ban bisa menjadi indikator awal pemilihan gravelbike. Rentang ban yang digunakan gravelbike berkisar antara 33mm hingga ban sepeda gunung 29ers berukuran 60mm. Semakin kecil ban yang digunakan semakin responsif sepeda terhadap keluaran tenaga, ban yang besar digunakan untuk lintasan yang sulit.

Gravelbike dengan variasi lintasan yang beragam

B erikutnya adalah geometri, geometri gravelbike mirip roadbike dengan reach yang panjang dan stack yang rendah akan terasa lebih ringan dibanding gravelbike dengan reach yang pendek dan stack yang tinggi yang lebih nyaman digunakan untuk medan offroad.

Berikutnya adalah gir. Untuk kecepatan banyak gravelbike yang menggunakan grupset roadbike sementara untuk menaklukkan tanjakan saat menjelajah, beberapa gravelbike menggunakan grupset sepeda gunung. Shimano sudah mengeluarkan grupset khusus gravelbike dengan rasio gir berada di antara kedua ekstrem tersebut.

 Berikutnya adalah suspensi dan mounting. Beberapa gravelbike sudah menyematkan suspensi aktif, dalam arti menggunakan pegas dan memiliki travel tertentu. Gravelbike lain menggunakan sifat material karbon untuk menyediakan efek suspensi pasif.

Yang terakhir adalah mounting di frame. Beberapa gravelbike yang digunakan untuk turing dan menjelajah lebih banyak memiliki mounting untuk bottlecage yang lebih banyak di rangka dan garpunya, mounting fender dan rak, hingga mounting bento box di top tube.

Jadi gravelbike seperti apa yang Sobat Portal butuhkan?

Leave a Reply