Tips Menyetel Ketinggian Sadel

salah satu cara menyetel ketinggian sadel / Foto : portalsepeda.com

Mengatur ketinggian sadel kelihatannya merupakan hal yang mudah, tetapi mungkin hampir semua orang pernah melakukan kesalahan dalam hal ini.

Hampir tiap hari kita lihat ada saja pengendara sepeda tidak mengatur ketinggian sadel dengan benar. Pada umumnya pengendara sepeda membuat kesalahan dengan menyetel ketinggian sadel dibuat enak saat sepeda berhenti sehingga kaki dapat menjejak tanah dengan enak.

Ketinggian sadel terlalu rendah, kaki terlalu menekuk saat mengayuh / Foto : portalsepeda.com

Apa yang akan terjadi?

Saat mengayuh, sudut kaki akan terlalu menekuk sehingga kerja otot paha menjadi berat dan cepat lelah bahkan bisa berakibat kram kaki. Meskipun jarang terjadi, jika sadel terlampau tinggi maka saat mengayuh pinggul akan tertarik kebawah sehingga dapat mengakibatkan sakit pinggang.

Ketinggian sadel terlalu tinggi / Foto : portalsepeda.com

Lalu bagaimana cara menyetel ketinggian sadel dengan benar?

Ada dua cara yang dapat kita lakukan:

1.Mengukur dengan tangan

– Ketiak diletakkan di sadel

– Tangan dijulurkan kebawah

– Atur ketinggian sadel hingga ujung jempol sejajar dengan as gir depan / as crank set

Ulurkan tangan dengan lurus, jempol berada tepat pada bagian as Bottom Bracket dan ketinggian sadel di pas-kan dengan ketiak / Foto : portalsepeda.com

2. Menggunakan rumus 0,883 x inseam

– Ukur inseam

Inseam adalah ketinggian selangkangan. Cara mengukur:

– Berdiri membelakangi tembok. Jarak antar telapak kaki adalah 20cm.

lebar telapak kaki 20cm, dan ukur jarak inseam ke permukaan tanah / Foto : portalsepeda.com

– Ambil tongkat, selipkan diantara dua kaki sampai ke selangkangan.

– Ukur ketinggiannya.

– Kalikan ukuran inseam dengan 0,883

Hasil pengukuran / Foto : portalsepeda.com
Permukaan sadel adalah bagian atas sadel / foto : mbtech.com

– Pakai hasil perkalian tersebut sebagai ukuran jarak permukaan sadel dengan as gir depan / as crank set.

Dengan menyetel tinggi sadel dengan cara itu, saat berhenti kaki kita terpaksa harus ‘jinjit’ (sehingga tidak nyaman). Tetapi saat mengayuh kaki akan tetap nyaman dan yang terpenting otot-otot kaki dapat menyalurkan tenaga ke pedal dengan maksimal.

Selamat mencoba.

Ketinggian sadel sesuai dengan pengukuran / Foto : portalsepeda.com

(Sigit Wiriyatmo)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by