Login

Register

Login

Register

Tips Menjadi Marshal Sepeda Yang Handal

Marshall Sepeda Jambore Transmart 2019 / foto : omnipro.co.id

Dalam kegiatan bersepeda dengan jumlah banyak peserta seperti fun bike, keberadaan marshal pesepeda sangatlah bermanfaat dan benar-benar dibutuhkan. Meski yang sering terjadi jumlah marshal tidak sesuai dengan jumlah peserta. Idealnya 1 marshal 10 peserta.

Terkadang juga marshal dipilih secara asal, hanya kedekatan anggota satu komunitas ataupun berbeda komunitas. Padahal marshal pesepeda diperlukan orang-orang yang memang memahami semua tugas pokok marshal.

Untuk itu jika kawan-kawan pesepeda yang suka ditunjuk sebagai marshal, sebagai bahan pengetahuan untuk menjadi marshal pesepeda yang handal dan cukup profesional, pahami tata cara menjadi marshal pesepeda di bawah ini :

foto : Bandung Bike Wisata


1. Road Captain
Memimpin rombongan secara keseluruhan selama gowes pulang-pergi, baik rombongan disatukan atau dibagi menjadi beberapa grup. Dipilih dari salah satu peserta yang dapat mengambil keputusan dengan baik dan bijaksana serta anggota yang paling mahir berkendara dan mengerti tata tertib bersepeda dan etika lalu lintas.Tugas dan tanggung jawab RC (Road captain) antara lain :

  1. Mengkoordinasikan, menentukan formasi bersepeda dan membriefing anggota sebelum acara gowes.
  2. Mempertimbangkan kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, dan kondisi bahaya yang mungkin timbul saat Off Road.
  3. Memeriksa kelengkapan dan kondisi Fisik pada anggotanya.
  4. Menunjuk petugas lain yang akan membantunya. Bila rombongan dianggap cukup besar, RC membagi rombongan menjadi beberapa grup.
  5. Menentukan rute perjalanan, time schedule dan rest point.
  6. Mempertimbangkan kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, dan kondisi bahaya yang mungkin timbul.
  7. Menentukan kecepatan rombongan dengan Informasi dari Sweeper.
  8. RC bertanggung jawab atas kondisi keamanan anggotanya, dan mengeluarkan instruksi/isyarat2 dalam keselamatan bersepeda.
  9. Menetukan kondisi bahaya, dan memutuskan kelangsungan perjalanan.
  10. Untuk alasan keamanan berhak untuk Berhenti atau mengubah rute perjalanan dengan berkoordinasi petugas Blocker dan Sweeper serta Tim Teknis.
  11. Menentukan lokasi parkir bagi sepeda agar barisan sepeda lebih rapi dan teratur.
Isyarat Marshal / foto : Dedi Caromalela

2. SWEEPER
Sweeper atau Tail Gunner, mengamankan barisan terhadap potensi gangguan terhadap rombongan yang datang secara eksternal dari belakang, juga bertugas merapihkan barisan secara internal. Dipilih dari anggota yang mahir berkendara dan mengerti tata tertib dan etika bersepeda. Tugas dan tanggung jawab Sweeper antara lain :

  1. Membuka jalan, mengamankan dan memperingatkan kendaraan didepan rombongan bahwa jalur akan dilalui oleh barisan.
  2. Posisi di tengah2 Rombongan, Memblok persimpangan yang mengarah ke jalur yang akan dilalui.
  3. Memperingatkan RC dengan isyarat standar tentang kondisi jalan didepan rombongan.
  4. Berkoordinasi dengan RC dan Sweeper. Dalam hal Posisi Gowes dan Kecepatan Bersepeda.
  5. Memperhitungkan jumlah anggota rombongan.
  6. Menggunakan atribut rompi.
  7. Menginformasikan kepada RC bila ada goweser yang terlihat lelah.

3. BLOCKER
Memastikan tidak ada anggota Gowes yang tertinggal Bertugas Mengamankan arah perjalanan terhadap potensi gangguan terhadap rombongan yang datang secara eksternal di depan rombongan. Dipilih dari anggota yang mahir berkendara dan mengerti tata tertib dan etika bersepeda. Tugas dan tanggung jawab Blocker antara lain :

  1. Mengamankan dan memperingatkan kendaraan didepan rombongan bahwa jalur akan dilalui oleh barisan.
  2. Memblok persimpangan yang mengarah ke jalur yang akan dilalui.
  3. Memperingatkan RC dengan isyarat standar tentang kondisi jalan didepan rombongan.
  4. Berkoordinasi dengan RC dan Sweeper.
  5. Memperhitungkan jumlah anggota rombongan.
  6. Menggunakan attribut rompi hijau fluorescent.
  7. Diposisi belakang rombongan bersepeda.
foto : Ndy Jejak

4. Tecnical Officer

Petugas teknik / mekanik yang diperbantukan kepada rombongan untuk mengatasi gangguan mekanis selama perjalanan serta P3K. Berkoordinasi dengan RC, Sweeper dan Blocker bila ada permasalahan teknis/insiden di Jalan.

5. Anggota

Berikut ini aturan-aturan bagi peserta yang harus dipatuhi agar aman dan nyaman saat bersepeda secara rombongan :

  1. Peserta rombongan yang berada di dalam barisan.
  2. Semua anggota rombongan bertanggung jawab atas keselamatannya masing-masing, diharuskan untuk bersepeda secara aman atau sama sekali tidak boleh ikut.
  3. Wajib mentaati petunjuk dari petugas.
  4. Wajib meneruskan isyarat yang dikeluarkan oleh RC secara estafet hingga ke belakang, dengan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan. Anggota tidak diperkenankan mengeluarkan isyarat sendiri yang tidak dikeluarkan oleh RC.
  5. Memperhatikan dan mempertahankan posisi dan jarak aman (+/- 5 m), dengan tetap mempertimbangkan faktor keselamatan.
  6. Wajib mentaati semua peraturan dan etika bersepeda dan berlalu-lintas.
  7. Menghormati sesama pengguna jalan.
  8. Tidak melakukan atraksi, show-off, atau semua tindakan yang dapat merugikan han membahayakan keselamatan rombongan dan pengguna jalan lain.
  9. Tidak seorangpun dari anggota diperbolehkan untuk mendahului RC kecuali telah diatur sebelumnya. Ini harus ditekankan untuk alasan keamanan.
  10. Tidak seorangpun anggota diperbolehkan berada dibelakang Blocker serta saat on road Tidak diijinkan berkendara bersisian / bersebelah-sebelahan karena akan mengurangi space bermanuver dalam kondisi darurat.
  11. Jika ada peserta wanita, dalam rombongan berada di belakang RC.
  12. Bila ada sepeda anggota yang trouble diharap menepi, dengan memberi isyarat kepada Sweeper dan Blocker.
  13. Dalam keadaan memaksa, Gowesser yang ingin mendahului rekan di depannya, mohon memberi Isyarat terlebih dahulu. (Sumber : Bike to Work Indonesia, artikel berjudul “Panduan Bersepeda Dalam Rombongan”)
Foto : Bandung Bike Marshal

Intinya menjadi seorang Marshal memiliki tanggungjawab besar dalam kelancaran dan keselamatan peserta dalam sebuah acara atau kegiatan bersepeda. Memiliki kemampuan teknik bersepeda dan komunikasi yang baik adalah kuncinya. Selalu utamakan keselamatan, patuhi rambu lalulintas dan share the road adalah kwajiban bagi setiap pesepeda dan kapanpun saat bersepeda, bukan hanya sebatas saat mengikuti acara bersepeda semata.

(Cucu Hambali)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *