Tips Memilih Pannier Untuk Sepeda Touring

Foto : instagram.com/federalove_cycling

Bagi penggiat sepeda touring alias bersepeda jarak jauh, memiliki tas touring alias pannier adalah hal wajib. Dengan adanya pannier tersebutlah kita menyimpan barang atau perlengkapan selama perjalanan bersepeda. Bisa dibayangkan jika kita melakukan perjalanan bersepeda tanpa menggunakan pannier, mau disimpan dimana perlengkapan-perlengkapan yang kita bawa ?

Saat ini sudah banyak produsen yang memproduksi tas pannier dengan ciri khasnya tersendiri. Termasuk juga di Indonesia beberapa produsen sudah memproduksi panniernya dengan teknologi yang sama dengan produk luar negeri. Ketika kita memilih pannier ada 3 point yang harus diperhatikan yakni bahan, teknologi pembuatan, sistem penguncian dan model. Berikut ini penjelasannya :

1.Bahan
Pada umumnya pannier terdiri dari 2 bahan yakni bahan yang tembus air seperti bahan cordura dan anti air alias waterproof seperti bahan nylon terpaulin. Bagi pannier yang belum anti air biasanya selalu dilengkapi dengan rain cover agar terlindung dari air. Penting bagi kita untuk menjaga barang bawaan/perlengkapan kita selalu dalam keadaan kering. Maka dari itu jika kita sering melakukan perjalanan jauh apalagi berpetualang dengan bersepeda dengan cuaca dan kondisi jalur yang beragam alangkah baiknya memilih pannier yang waterproof.

2.Teknologi Pembuatan
Selain bahan, teknologi pembuatan pannier sangat mempengaruhi kualitas pannier tersebut. Pada umumnya pannier dibuat dengan cara dijahit dan di”press“. Pannier yang pembuatannya dijahit meskipun bahannya waterproof akan tembus air dari lubang-lubang jahitan tersebut. Maka dari itu untuk mengurangi rembesan air, bagian dalamnya ditambah/direkatkan “seal” agar mengurangi dampak rembesan air.

Berbeda dengan pannier yang di buat dengan sistem “press“, ini lebi waterproof karena tidak lubang jahitan. Untuk produsen pannier luar negeri hampir semuanya menggunakan sistem press tersebut. Sedangkan di Indonesia baru beberapa produsen saja, salah satunya produk pannier dari produsen perlengkapan outdoor terbesar di Indonesia, Eiger.

3.Sistem Penguncian
Selain 2 (dua) point diatas, sistem penguncian pannier juga tak kalah pentingnya. Pannier yang dipasang di rak sepeda kita dengan cara “dicantelkan” harus memiliki sistem penguncian yang kuat. Jika tidak maka tak sering saat kita melewati jalan yang bergelombang, pannier akan lepas dari rak dan jatuh ke jalan. Tentunya hal itu cukup membahayakan jika kita sedang bersepeda di jalur turunan.

Produk pannier luar negeri mayoritas menggunakan sistem “quick lock“. Dengan sistem penguncian tersebut pannier yang dicantelkan akan lebih “mencengkram” batang rak sepeda kita. Pannier tidak akan lepas dari rak sepeda jika kita tidak menarik “tali pegangannya”. Maka dari itu pannier yang menggunakan sistem penguncian “quick lock” lebih aman.


4.Model
Untuk point ini sebetulnya relatif alias tergantung selera masing-masing pesepeda. Meskipun sekilas semua pannier bentuknya sama semua, tapi ada banyak model atau tipe-tipe nya. Sobat portal bisa sesuai model yang diinginkan dan yang paling cocok dengan gaya bersepeda masing-masing.

Ingat, dalam bersepeda jarak jauh bukan hanya sekedar memilih dan melengkapi perlengkapan touring saja. Kita juga harus mengimbangi dengan kesiapan fisik dan kesiapan teknis kita. Lakukanlah latihan bersepeda secara rutin untuk menjaga kebugaran dan juga berlatih “ngoprek” sepeda untuk jaga-jaga jika terjadi problem saat perjalanan.

(Agus Septian Heryanto)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by