Tips : Bersepeda Di Tanjakan

Tanjakan Menuju Batu Templek / sumber foto : @federalove_cycling

“Nggak Nanjak Nggak Asik” kalimat tersebut mungkin tak asing lagi di telinga setiap pesepeda. Tak bisa dipungkuri setiap kali bersepeda terkadang kita selalu dihadapi turunan dan tanjakan. Berhati-hatilah karena ada bahaya mengancam di balik semua itu. Bersikap sabar dan waspada adalah kuncinya karena keselamatan ada ditangan kita sendiri.

Kota Bandung, beberapa kalangan pesepeda menyebut bahwa Bandung adalah kota Seribu Tanjakan, dan dibalik tanjakan tentu ada turunan atau kalau orang Bandung bilang ‘pudunan’. Banyak track sepeda di Bandung yang bisa kita nikmati sesuka hati sesuai jenis sepeda yang kita miliki mulai dari track onroad maupun offroad. Tanjakannya pun beragam mulai dari level ringan hingga level berat yang membuat dengkul “berteriak”. Begitu pula track turunannya beragam level mulai dari level aman hingga level ekstrim yang curam.

Ketika bersepeda tubuh kita memiliki batasan atau kekuatan tertentu yang berbeda dari masing – masing pesepeda. Meski jenis sepeda, merk, bobot, dan harga sepedanya sama namun setiap pesepeda memiliki kekuatan fisik berbeda. Gaya hidup dan faktor lingkunganlah yang membuat fisik setiap orang khususnya pesepeda berbeda-beda. Bersepeda memang bermanfaat bagi kesehatan, tapi ada juga bahaya dari bersepeda. Ketika kita memaksakan bersepeda melebihi batasa kekuatan fisik kita disitulah yang akan berakibat fatal, mulai dari cedera hingga bisa mengakibatkan kehilangan nyawa dan sudah banyak pesepeda yang mengalaminya.

Nah sobat gowes agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, berikut ini kami bagi sedikit tips bersepeda di tanjakan ala portalsepeda.com :

  • Mengoper kecepatan/gigi sepeda pada posisi yang lebih ringan agar tidak terlalu berat saat mengayuh di tanjakan. Tidak perlu mengoper ke yang paling ringan, disesuaikan saja dengan kekuatan kita dan kondisi tanjakannya itu sendiri. Usahakan mengoper gigi sebelum mulai menanjak karena ketika ditengah tanjakan kita mengoper gigi akan lebih sulit dan bisa mengakibatkan slip rantai karena pengoperannya belum pas namun sudah digowes.
  • Kayuh sepeda secara konstan, tidak perlu terlalu cepat karena akan menghabiskan energi pada saat menanjak, disesuaikan saja dengan kekuatan kaki kita, panjang track tanjakan dan kemiringan tanjakannya.
Mengayuh sepeda secara konstan
sumber foto : @federalove_cycling
  • Posisi badan condong kedepan, tujuannya agar beban ke belakang tidak terlalu berat dan ban depan sepeda tidak terangkat/jumping. Ketika posisi badan kita condong kedepan akan mengurangi beban saat bersepeda menanjak, namun harus diperhatikan juga untuk terlalu condong yang mengakibatkan handling bersepeda terganggu.
  • Atur nafas secara teratur, pengambilan nafas saat bersepeda ditanjakan berpengaruh terhadap kekuatan kita saat gowes nanjak. Jangan terlalu banyak mengambil ritme nafas karena akan teras lebih melelahkan, ambil nafas secara konstan agar tidak terengah-engah.
  • Gowes ZigZag, jika sudah teras berat kita bisa gowes sambil berbelok ke kanan dan ke kiri atau zigzag. Cara ini biasa dilakukan agar kayuhan kaki tidak terlalu berat karena dengan bersepeda secara zigzag akan memberi ‘nafas’ pada kaki dengan sedikit jalan mendatar pada tanjakan. Harap waspada dengan kendaraan dibelakang agar tidak terserempet ketika gowes zigzag.
Menambah power dengan gowes berdiri dan badan condong kedepan
sumber foto : exodus.co.uk
  • Gowes sambil berdiri, untuk point ini bukan point wajib karena ada kelebihan dan kekurangannya. Ketika kita gowes dengan posisi berdiri (tidak duduk di sadel) akan menambah daya tekan pada pedal yang membuat kayuhan akan lebih ringan. Namun dibalik itu juga sebenarnya membuat cepat lelah karena kaki akan lebih berat terkena/menahan beban dari tubuh kita. Jika sobat gowes ingin menambah powernya dalam bersepeda bisa dicoba cara ini.
  • Jangan memaksakan jika sudah lelah atau tidak kuat. Tidak perlu gengsi ataupun malu untuk beristirahat atau mendorong sepeda ketika lelah menanjak, karena ini lebih aman dibanding memaksakan. Ingat kita bersepeda untuk mencari kesehatan bukan untuk mengancam kesehatan.
Matador (Manggih Tanjakan Dorong)
sumber foto : @federalove_cycling

Pada dasarnya dengan memperbanyak latihan atau memperbanyak jam terbang kita dalam bersepeda akan membuat kita lebih kuat ketika boseh menghadapi tanjakan. Dan yang paling utama adalah memahami batas kemampuan fisik diri kita masing-masing. Salam Kring Kring !!

editor : Agus Septian Heryanto

Leave a Reply