Test Ride: Handlebar ala Corner Bar Buatan Lokal

(foto: Fahry Taufiq)

Bukan Indonesia namanya kalo gak kreatif. Di sela-sela demam gravel-an ini memang menjadi pilihan sepeda yang paling reliable karena kulturnya yang terkesan bebas, siap diajak kemana aja, cepat, dan kadang aksesorisnya yang menarik buat di tempel di sepeda jadi daya tarik buat jenis sepeda ini.

Tidak sedikit orang yang kepikiran buat modif MTB hardtail jadulnya buat jadi sepeda gravel yang sebenernya ambigu antara MTB atau sebenarnya Road Bike. Namun, konversi MTB ke Gravel gak semudah dan semurah itu!

Shifter pada stang flatbar gak bisa di aplikasikan pada dropbar untuk mendapatkan look gravel banget yaitu dropbar flare. Brifter yang lumayan mahal dan biasanya gak kompatibel dengan RD seri MTB bisa jadi tempat kuras dompet buat projek MTB ke gravel, belom lagi kalo sepedanya udah pakai rem hidrolik, malah bisa bisa downgrade pakai rem mekanik. Namun, semua kerisauan ini hilang dengan hadirnya produk dari s.Low_co asal kota kembang dengan nama “Jalaprang” yang memiliki ukuran mirip-mirip ala ala Corner Bar buatan Surly yang gaperlu ganti brifter untuk dapetin hand position ala dropbar.

(foto: Fahry Taufiq)

Ukuran

Sebenarnya, untuk model “Jalaprang” dari s.low_co ini dilengkapi dengan pegangan depan biar aero gitu, tapi saya minta model yang tanpa itu biar makin mirip ama yang dari Surly. Tidak seperti Surly, lebar yang ditawarkan hanya 46cm saja dengan alasan biar bersahabat sama tangan orang Indo.

Menurut saya, ukuran dari “Jalaprang” ini memang di desain khusus untuk orang yang pengen MTB-nya jadi gravel. Geometri asal MTB cenderung memiliki reach yang panjang dibanding Roadbike, hal ini bisa jadi tantangan untuk pemilihan dropbar yang pas demi kenyamanan berkendara nantinya menggunakan frame MTB. Reach dan drop yang ditawarkan “Jalaprang” ini memang paling pendek dibanding dengan semua dropbar yang beredar di pasaran. Hal ini memang sangat penting karena kultur sepedaan gravel yang berjam jam dan berkilo kilometer jauhnya membutuhkan posisi berkendara yang nyaman.

(foto: Fahry Taufiq)

Performa

Secara performa mungkin saya gak punya hal eksak bahwa stang ini punya kelebihan. Posisi drop yang disediakan memang membuat posisi bersepeda jadi lebih nunduk yang mana mengurangi hambatan angin dari depan. Hal ini memang saya rasakan di sepedaan saya setelah ganti stang ini jadi lebih kencang sekitar 1 – 2 km/jam, gak tau emang semangat aja kali ya stangnya baru he he he.

Secara bobot, “Jalaprang” dari s.low_co ini terbuat dari besi, jelas pasti lebih berat daripada alloy, tapi saya pribadi gak bikin ini jadi masalah karena mengingat di konversi MTB ke gravel ada penggantian suspension fork ke rigid fork yang mana pastinya terdapat pengurangan bobot sepeda.

(foto: Fahry Taufiq)

Penampilan

Secara penampilan sih oke banget, gravel banget, flare banget. Namun beberapa orang mungkin kurang menyukai semriwetan kabel di depannya, karena penggunaan shifter model ini tidak memungkinkan untuk menyembunyikan kabelnya di dalam bartape seperti pada dropbar umumnya. Hal ini juga menyebabkan penggunaan handlebar bag yang perlu di perhatikan ukurannya karena adanya kabel yang mungkin menghalangi tempat duduknya handlebar bag anda.

Kesimpulannya, “Jalaprang” dari s.Low_co ini sangat direkomendasikan bagi para pengguna MTB yang terjangkit demam gravel. “Jalaprang” di banderol dengan harga 280rb-an saja. Selamat Berkelana!

(Fahry Taufiq)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by