Teknik Kejut bikin Gowes Lanjut

Teknik hop dan surge dapat digunakan untuk bersepeda gunung. Foto: Mountain Bike World Wide

Bersepeda gunung berarti senantiasa melakukan adaptasi untuk menaklukkan lintasan offroad. Obstacle  berupa batu, akar licin, hingga permukaan yang mulus namun licin menjadi makanan sehari-hari. Untuk menaklukkan medan seperti ini, Sobat Portal dapat digunakan teknik yang banyak dilakukan pesepeda trials.

Pesepeda trials menggunakan teknik hop (loncat) dan surge (kejut/sentak) untuk membawa sepedanya bermanuver seperti menaiki palet kayu setinggi meja makan, celah berjarak beberapa meter, dan lain-lain. Teknik ini walau secara lebih sederhana dapat digunakan untuk keperluan bersepeda gunung biasa.

Sebelum teknik terasah baik seperti yang dimiliki pesepeda trials, prinsip berat badan pesepeda lebih berat daripada berat sepeda dapat digunakan untuk mengaplikasikan teknik tersebut di lintasan sepeda gunung biasa. Prinsip ini tidak akan membawa kita menaiki gorong-gorong setinggi 1,5 meter, atau melewati celah selebar mobil. Namun cukup untuk sekedar menjaga momentum pergerakan sepeda. Perbedaan antara terpeleset saat menuntun sepeda di tanah yang licin atau sukses tetap mengayuh sepeda melewati permukaan yang sulit dapat terjadi dengan penguasaan teknik ini.

Teknik yang sudah dibahas Portal Sepeda ini dimulai dari memposisikan torso (core) dalam posisi stabil. Posisi pinggul tidak sepenuhnya duduk namun juga tidak sepenuhnya berdiri, mirip seperti kuda-kuda yang digunakan atlet beladiri. Hampir mirip dengan beladiri pula, teknik ini, termasuk dengan fleksibilitas posisi pengendara di atas sepeda disebut teknik bike body separation.

Saat sepeda menghadapi obstacle atau permukaan licin, pastikan torso bergerak dalam kecepatan yang stabil. Jika yang dihadapi adalah obstacle berupa tonjolan seperti batu atau akar, bayangkan sebuah kurva mulus yang akan dilalui torso. Berbeda dengan torso sepeda dapat bergerak lebih liar saat menabrak obstacle. Sepeda mungkin akan melambat dan bagian depannya akan terangkat saat menabrak obstacle.

Serap energi tersebut ke belakang badan, saat sepeda terangkat ke atas dan bebas dari tahanan obstacle, dorong sepeda ke depan torso untuk melewati obstacle tersebut. Selain untuk mempercepat sepeda mencapai lintasan yang aman, ini juga akan mengangkat roda belakang untuk melewati obstacle. Jika skill ini terus diasah dan menambahkan dengan teknik manual  untuk mengangkat ban depan, maka Sobat Portal akan menguasai teknik bunny hop.

Teknik ini bisa dilakukan dengan atau tanpa bantuan kayuhan pedal. Tentu saja saat dibantu dengan kayuhan pedal secara kejut (surge) dan loncat (hop) maka obstacle yang dapat dilalui pun lebih besar.

Penggunaan teknik ini di jalan licin dapat digunakan dengan mendorong torso ke depan saat ban sepeda masih mendapat traksi. Saat ban sudah sulit mendapat traksi, dorong sepeda ke depan torso hingga mendapat bagian lintasan dengan traksi yang cukup.

(Gustarmono)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by