SUBCYCLIST, Komunitas Pesepeda Gerakan Dari Surabaya

Kegiatan Amazing Series, Foto Dok. Subcylist

Surabaya, Ibukota Provinsi Jawa Timur, merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, tentu saja aktivitas bersepeda di kota yang berjuluk Kota Pahlawan tersebut tak kalah semarak seperti kota-kota lainnya. Komunitas pesepedanya pun banyak bermunculan meramaikan khazanah bersepeda di sana.

Sebut saja salah satunya adalah Suroboyo Cyclist Institute (SubCyclist), komunitas pesepeda berbasis gerakan yang awal berdirinya cukup unik karena dibangun oleh tiga orang supporter sepakbola Surabaya atau yang kita kenal dengan sebutan Bonek klub sepakbola terbesar kebanggaan masyarakat di sana yaitu Persebaya.

SubCyclist berdiri pada tahun 2016, tapi prosesnya dimulai pada tahun 2015. Ada 3 peristiwa dan event yang melatarbelakangi berdirinya SubCyclist ini:

1. Perjuangan Bonek untuk membangunkan lagi Persebaya yang ‘dimatikan’ oleh PSSI.

2. Urban Citizenship Academy sebuah kegiatan belajar soal urban yang diinisiasi oleh teman – teman dari Kota Kita.

3.  Prepcom UN Habitat yang diselenggarakan di Surabaya.

Mancal Nang Suroboyo Jelajah Taman Pahlawan, Foto Dok. Subcyclist

“Kebetulan para penggagas SubCyclist ini adalah 3 orang Bonek, Saya, Cak Salas, dan Cak Zae. Jadi memang awalnya ada sebuah keinginan menunjukan bahwa Bonek itu bukan sekedar supporter bola, tapi bagian dari dinamika kehidupan masyarakat Kota Surabaya. Dari situ kemudian kita masuknya lewat kegiatan bersepeda, cita – cita kita sederhana, mengajak lebih banyak orang bersepeda dengan berbagai kegiatan advokasi dan edukasi. Dengan ilmu yang didapat dari Urban Citizenship Academy dan dari PrepComm UN Habitat kami membuat konsep konsep kegiatan kampanye baik yang sifatnya aktivitas lapangan maupun lewat media sosial”. Papar Inanta Indra Pradana atau yang akrab disapa Mas Indra atau Ndrou melalui  whatsApp.

Lebih jauh mas Indra mengatakan bahwa nama SubCyclist sendiri diberikan oleh  Adriani Zulivan, istri  dari Elanto Wijoyono seorang pegiat sepeda dari Daerah Istimewa Jogjakarta.

Ketiga pendiri tersebut sebenarnya bukan pesepeda, tapi cukup suka bersepeda dan punya latar belakang historik soal bersepeda masing – masing. Salas Bastian bersama teman-temannya dulu sekitar tahun 2010-an sudah sempat membangun kampanye bersepeda. Zaenal Arifin masa kecilnya sempat bekerja sebagai loper koran bersepeda. Sementara mas Indra  akrab dengan bersepeda karena suka traveling dan eksplorasi sejarah.

BIke Camp perdana di taman kota, Foto dok. Subcyclist

Susunan Pengurus dan Kegiatannya

Bersifat komunal, tidak memiliki struktur organisasi dan kepengurusan. Jumlah anggota di WA grup ada sekitar 50 orang. Setiap penyelenggaraan kegiatan ada lebih dari 100 orang yang ikut serta. Kegiatan utama mereka bertajuk Mancal Nang Suroboyo. Sebuah kegiatan kampanye bersepeda yang menggabungkan antara belajar mengenali kota Surabaya dengan lebih baik sekaligus kegiatan edukasi membiasakan kawan – kawan peserta untuk bersepeda dengan tertib lalu lintas.

Target pesertanya bervariasi mulai dari anak-anak hingga kakek-nenek. Dokter, polisi, tukang gali makam, tentara, guru, pengusaha, mahasiswa, pelajar dan sebagainya. Siapapun boleh ikut dan gratis. Kegiatan tersebut sifatnya bulanan dan berlangsung rutin mulai tahun 2016. Setiap bulan rute dan temanya berbeda dan membangun kolaborasi dengan beberapa pihak dalam penyelenggaraannya seperti Good News From Indonesia, Yayasan Ereveld, Bonek Tribun Family, Double Tree By Hilton, dan lainnya.

Selain itu ada juga kegiatan lain seperti MARSAL (Mancale Arek Sekolahan) yang merupakan program bersepeda untuk anak SD-SMA/K yang digawangi bersama PGC (Pencopet Gowes Club) Brandalokajaya. Mereka juga mendukung kegiatan lain seperti Surabaya Night Ride. Ada juga kegiatan pelatihan first aid berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Namun tahun 2020 semua kegiatan terhenti karena terjadi pandemi.

Bersepeda bersama Rindra personi grup band PADI, Foto Dok. Subcyclist

Kegiatan Selama Pandemi

SubCyclist sempat vakum lama, tapi di masa new normal 6 bulan lalu sempat mengadakan sebuah kegiatan serupa amazing race dengan nama Amazing MNS dengan bersepeda pada September 2020 dan rencananya akan diadakan kembali pada  bulan  Oktober 2021 mendatang.

Dilaksanakan sebagai reaksi terjadinya  bike booming dan untuk mengakomodir pegiat sepeda yang sudah rindu kegiatan. Pelaksanaanya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Konsep Amazing Race yang membagi peserta dalam tim, sedikitnya mampu mengurangi terjadinya kerumunan massa baik saat berangkat. Acaranya tetap seru dan misi edukasi tentang kota Surabaya dan disiplin lalu lintas tetap berjalan dengan lancar.

Nah pegiat sepeda khususnya dari Surabaya dan sekitarnya jika ingin gabung atau melihat kegiatan-kegiatan Subcyclits sila kunjungi saja media sosial nya:

Twitter & Instagram : @Subyclist

Facebook Page : Suroboyo Cycling Institute.

Salam sehat, semangat, dan waspada. Tetap menerapkan protokol kesehatan dan keselamatan, selalu bersepeda dengan bijak, tertib, dan beretika. Bersepeda memang bike, tapi menjaga diri lebih bike. Salam boseh dan go green.

(Cucu Hambali – Bersepeda itu Baik)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by