Sepeda dari masa ke masa (Bagian 4) : Si Roda Besar Pennyfarthing yang Melegenda

Para peserta melakukan pemanasan sebelum reli kategori pennyfarthing dalam rangkaian IVCA Rally 2018 di Sanur, Bali, Indonesia. / foto : Irwan Akhmad

Kemunculan pennyfarthing dalam perkembangan sepeda boleh dibilang unik. Dua roda sepeda yang mulanya cenderung sama besar, di era ini lingkaran roda depan justru didesain jauh lebih besar ketimbang roda belakang. Tak sampai di situ, keunikan yang kentara juga terlihat pada rancang bangun bingkai pennyfarthing yang melengkung. Segelintir orang malah ada yang menyebutnya sepeda untuk sirkus.  

Pennyfarthing atau high wheel merupakan istilah yang menggambarkan jenis sepeda dengan lingkaran roda depan berukuran besar dan roda belakang yang jauh lebih kecil. Penganalogian merujuk pada dua koin Inggris yakni uang sen penny dan farthing. Di Belanda, sepeda ini dikenal dengan nama hoge bi

Pennyfarthing adalah sepeda tua klasik yang melegenda. Di awal kemunculannya demikian populer dan namanya familiar di tengah masyarakat terutama di Benua Biru. Pennyfarthing hadir setelah era boneshaker yang rancang bangunnya dinilai masih perlu penyempurnaan. 

Pennyfarthing
foto : Irwan Akhmad

Pada pertengahan abad ke-19, proses pengerjaan logam telah mengalami peningkatan dalam industri dan manufaktur di Eropa. Hal ini memberi pengaruh positif terhadap material kerangka sepeda yang mulai dibangun seluruhnya dari bahan logam. Rancang bangun pennyfarthing yang berbahan logam itu perlahan mengubur popularitas model kereta angin sebelumnya yang didominasi bahan kayu. Lantas, siapa yang memperkenalkan Si Roda Besar ini?

Adalah James Starley, pelopor pembuatan sepeda di Coventry, Inggris. Pria yang kemudian dikenal sebagai Bapak Industri Sepeda ini menciptakan prototipe sepeda pertamanya yang diberi nama Ariel. Sepeda legendaris tersebut diluncurkan tahun 1870-an sekaligus menandai lahirnya era pennyfarthing. Dengan roda besar, memungkinkan jarak tempuh menjadi lebih cepat. 

Bukan hanya model bingkai melengkung, Starley juga  memperkenalkan roda berjeruji tangen yaitu fitur jari-jari kawat dalam garis lurus yang dihubungkan ke hub. Kehadiran jeruji model ini menambah komponen penting dalam perkembangan sepeda. Roda jauh lebih tangguh dari desain sebelumnya. 

Para peserta melakukan pemanasan sebelum reli kategori pennyfarthing dalam rangkaian IVCA Rally 2018 di Sanur, Bali, Indonesia.
foto : Irwan Akhmad

Desain pennyfarthing memang tergolong unik. Kerangka dibangun dengan pipa tunggal yang bentuknya mengikuti lingkar roda depan. Drop out ujung pipa bagian bawah langsung terhubung dengan roda belakang atau trailling wheel. Roda depan dan belakang nampak tak seimbang karena memiliki ukuran yang jauh berbeda. Konon, pennyfarthing didesain sebagai suatu kebanggaan bahwa bersepeda harus lebih tinggi derajat dan posisinya ketimbang orang yang berjalan kaki.  

Ukuran roda depan pennyfarthing rata-rata berdiameter 52 inci (1,3 m) hingga ada yang mencapai 64 inci (1,6 m). Sedangkan lingkaran roda belakang umumnya setengah dari diameter roda depan atau lebih kecil lagi. Karena rancang bangunnya tidak menggunakan rantai penggerak, maka laju sepeda digerakkan pedal yang melekat pada roda depan seperti halnya boneshaker.

Peserta reli kategori pennyfarthing kelas wanita sedang beradu cepat di lintasan dalam rangkaian IVCA Rally 2018 di Sanur, Bali, Indonesia.
foto : Irwan Akhmad

Popularitas pennyfarthing memang melaju cepat dan dalam waktu yang relatif singkat banyak menarik minat masyarakat. Popularitasnya juga bertepatan dengan kelahiran tren bersepeda sebagai olahraga, bukan hanya sekadar transportasi dan rekreasi. Namun, nama besarnya itu perlahan meredup oleh karena aspek yang melekat pada karakteristik sepeda beroda depan besar tersebut.

Risiko kecelakaan masih meningkat pada masa itu sehingga trennya cenderung berumur pendek. Sisi keselamatan menjadi masalah utama memudarnya pennyfarthing. Roda yang besar nyatanya menjadi dilema bagi orang-orang yang berperawakan mungil dan kaum hawa. Tak pelak, banyak yang mengeluhkan akan hal itu. Posisi mengendara mungkin terlihat menakutkan, kaki berada di ketinggian dan tidak bisa menyentuh tanah sama sekali.

Para peserta IVCA Rally 2018 dari berbagai negara bersepeda bersama keliling kota Sanur, Bali, Indonesia dengan mengenakan kostum unik.foto : Irwan Akhmad

Ya, inovasi generasi awal pennyfarthing umumnya dinikmati oleh pemuda yang suka bepergian dengan cepat atau pria dewasa yang bernyali tinggi. Posisi duduk yang terlampau tinggi saat melaju membuat pengendaranya harus pandai memanjat saat hendak menunggangnya dengan bantuan pijakan pada trailling wheel. Maka, para wanita menghadapi kesulitan yang luar biasa agar dapat melaju di atasnya. Terlebih, mekanisme gerak roda masih didominasi fixed gear meski ada pennyfarthing yang dilengkapi rem sendok (spoon brake).  

Pennyfarthing telah menjadi sebuah desain sepeda yang unik dan melegenda. Tak berlebihan jika model ini populer sebagai mesin pertama yang disebut sepeda yakni ordinary bicycle! Penggunanya masih bersemi hingga hari ini termasuk dari kalangan wanita.

 (Irwan Akhmad, Paguyuban Sapedah Baheula Bandoeng)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by