Sepeda dari masa ke masa (Bagian 3) : Vélocipédé, Si Kaki Cepat yang Dilengkapi Pedal

Vélocipédé rancang bangun Michaux, sepeda pertama yang dilengkapi pedal yang dapat beruputar 360 derajat / foto : line.me

Ketika era draisienne, sebagian sudah menyebutnya vélocipédé khususnya di Prancis, mulai memudar lantaran kelemahan rancang bangunnya, beragam eksperimen dilakukan sejumlah orang. Tujuannya adalah untuk meningkatkan performa dan cara kerja mesin vélocipédé.

Berbagai percobaan tersebut setidaknya dilakukan dalam kurun 1820-1865. Tak hanya mengembangkan atau menyempurnakan konsep dua roda sejajar karya Comte Mede de Sivrac atau Karl Drais von Sauerbronn, mesin dengan tiga hingga empat roda pun ramai diperbincangkan dan didemonstrasikan di sejumlah tempat dan keramaian.

Akan tetapi, konsep dua roda sejajar lebih banyak diuji coba dan dikembangkan mengikuti rancang bangun nenek moyangnya. Komponen penting yang melengkapi Si Kaki Cepat vélocipédé adalah hadirnya engkol yang menjadi cikal bakal pedal. Siapa yang menemukan cara baru mengayuh vélocipédé ini?

Vélocipédé rancang bangun Kirkpartick Macmillan, nampak engkol yang menjadi cikal bakal pedal terhubung batang  kayu ke roda belakang.
Foto: pinimg.com

Pada tahun 1838, seorang Skotlandia bernama Kirkpatrick Macmillan membuat suatu percobaan. Bermula ketika dia melihat hobby horse yang ditunggangi seseorang di sepanjang jalan. Lalu, suatu hari pria kelahiran Dumfriesshire tahun 1812 itu membuat untuk dirinya sendiri. Setelah selesai, ia menyadari perbaikan apa yang mesti dilakukan agar vélocipédé bikinannya itu bisa digerakkan tanpa kaki menyentuh tanah. Ini merupakan komponen paling menonjol sehingga menjadi pembeda dengan draisienne yang tanpa pedal.

Dengan bekal kemampuan dan pengetahuannya sebagai pandai besi, Macmillan mencoba menerapkan engkol (cranks) untuk mendorong roda belakang. Mesin berangka kayu dengan ukiran kepala kuda itu mampu diselesaikannya pada tahun 1839.

Inilah cikal bakal sepeda yang menggunakan pedal. Akan tetapi tunggu dulu, pedal yang diterapkan pada vélocipédé Macmillan bukan pedal yang dapat berputar 360 derajat seperti yang lazim kita jumpai sekarang. Pedal Macmillan yang berfungsi sekaligus sebagai pijakan digerakkan dengan cara didorong oleh gerakan kaki pengendara secara resiprokal-horizontal. Gerakan ini ditransmisikan ke roda belakang dengan tongkat atau batang penghubung. Memang, Macmillan masih merasakan kayuhan yang relatif berat sehingga membutuhkan fisik yang memadai untuk menunggangnya.

Replika vélocipédé Kirkpartick Macmillan, bentuk kerangka masih ada sentuhan ukiran binatang era draisienne.
Foto: flickr.com

Dikutip dari laman britannica.com, versi penyempurnaan selanjutnya dilakukan Pierre dan Ernest Michaux asal Prancis sekira tahun 1860-an. Istilah vélocipédé yang sudah umum digunakan selama 40 tahun kian melekat digunakan untuk merujuk nama kendaraan ini. Perusahaan Michaux yang bermitra dengan Olivier Brothers menjadi perusahaan pertama yang memproduksi vélocipédé secara massal antara tahun 1857 hingga 1871. Rancang bangun vélocipédé yang dikembangkan Michaux sudah dilengkapi engkol dan pedal yang dipasang pada as roda depan. Gerak roda dengan sistem pedal semacam itu sampai sekarang pun masih banyak digunakan pada beberapa model sepeda. Sebut saja penny-farthing dan sepeda roda tiga anak-anak.

Mekanisme gerak engkol dan pedal vélocipédé Michaux dapat berputar 360 derajat dan laju sepeda menjadi lebih stabil. Diterapkannya pedal tersebut menjadikan vélocipédé Michaux dengan garpu lurus dan dilengkapi rem sendok (spoon brake) sebagai cikal bakal sepeda modern. Hal lain yang menjadi pembeda adalah adanya unsur rangka besi yang dibaut pada keseluruhan rancang bangun kerangkanya sehingga nampak lebih elegan dan memungkinkan produksi massal.

Vélocipédé rancang bangun Michaux, nampak komponen pedal yang dipasang pada as roda depan.
Foto: copakeauction.com

Kisah vélocipédé tak berhenti di situ. Percobaan juga pernah dilakukan seorang berkebangsaan Prancis lainnya, Pierre Lallemant. Apa yang diupayakannya tak jauh dari rancang bangun vélocipédé-nya Michaux.

Pada tahun 1865, masih di era Michaux, Lallemant memperkuat roda vélocipédé dengan menambahkan pelat besi di sekelilingnya. Apa yang ia usahakan mendapat julukan boneshakers (pengocok tulang). Hal ini merujuk pada ketidaknyamanan roda kayu yang dilapisi pelat besi. Selain konstruksi sepeda yang memang kaku karena belum diterapkan teknologi suspensi semisal per, ban karet dan sebagainya, menjadi tambah kaku dengan tambahan pelat tersebut. Goyangan dan goncangan saat dikayuh membuat pengendaranya merasa sakit pinggang. Lallemant juga memperkenalkan ukuran lingkaran roda depan lebih besar ketimbang roda belakang. Jika diperhatikan, jarak antarroda tak lebih dari sejengkal.

Pierre Lallemant dengan vélocipédé-nya pada tahun 1870.
Foto: wikipedia.org

Dalam era ini, lagi-lagi di tengah kekurangan dan kesederhanaannya, vélocipédé masih belum diterima dengan baik oleh semua kalangan masyarakat apalagi bagi kaum wanita dan anak-anak. Selain produksi yang tidak melimpah dan dikerjakan secara manual, tingkat kecelakaan yang masih tinggi menjadi penyebab pamor kereta angin ini kembali meredup.

Namun di sisi lain, kekurangan vélocipédé menjadi motivasi para inovator, pandai besi hingga mekanik untuk terus menyempurnakan rancang bangunnya menjelang akhir abad ke-19 hingga lahirnya sepeda keselamatan (safety bicycle).

(Irwan Akhmad, Paguyuban Sapedah Baheula Bandoeng)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by