Sepeda dari masa ke masa (Bagian 1) : Menilik Rancang Bangun Sepeda Pertama di Dunia, Célériféré

Replika Celerifere / foto : flickr.com

Bicara tentang sejarah dan perkembangan sepeda tak bisa dilepaskan dari kiprah para penemu di masanya. Sepeda tak langsung hadir seperti bentuk yang banyak digunakan saat ini yang dikenal dengan nama sepeda keselamatan atau safety bicycle. Bahkan, hal-hal baru dalam penyempurnaan sepeda dilakukan oleh orang yang berbeda.

Dari masa ke masa, sepeda terus berevolusi dan mengalami berbagai penyempurnaan baik pada bentuk maupun komponennya. Lalu, sejumlah pertanyaan mengemuka, antara lain kapan sepeda pertama kali dirancang, siapa pembuatnya, bagaimana bentuknya hingga material apa yang digunakan?

Replika Celerifere / foto : williameggermotorcycles

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah perkara mudah. Sebabnya, berbagai literatur pun mencatat perbedaan soal sejarah dan rancang bangun sepeda paling awal ini. Ada yang menyebut célériféré, ada pula yang mengatakan draisienne (hobby horse) sebagai nenek moyangnya sepeda. Lebih jauh, konon, gagasan dan visualisasi sepeda sudah dibuat Leonardo da Vinci pada pertengahan abad ke-15. Akan tetapi, ilmuwan berkebangsaan Italia tersebut tak dapat mewujudkannya secara fisik.

Ya, terlepas dari perbedaan pandangan itu, Encyclopedia International mencatat prototipe sepeda pertama dibangun pada tahun 1790 di belahan Eropa. Disebutkan bahwa Monsieur Chevalier Comte Mede de Sivrac, seorang berkebangsaan Perancis, telah membangun alat transportasi sederhana tanpa kuda sebagai penariknya. Rancang bangun sepeda yang diduga paling awal di dunia tersebut diperkenalkan di Palace-Royal, Perancis.

Replika Celerifere / foto : williameggermotorcycles

Bentuk célériféré terbilang sangat sederhana dan cenderung kaku, terbuat dari rangka kayu yang dipasang pada dua roda kayu dalam satu baris. Bagian depan umumnya diukir rupa-rupa bentuk hewan semisal burung, ular, buaya, singa hingga kuda. Namun, kendaraan primitif ini tidak memiliki batang kemudi sehingga tidak bisa dibelokan atau diarahkan ke kiri atau kanan. Pendek kata, célériféré hanya mampu bergerak lurus ke depan.

Selain tak punya kemudi, célériféré juga tak dilengkapi rem sebagai komponen utama dan penting dalam alat tranportasi sepeda modern. Oleh sebab ketiadaan kemudi dan rem inilah, sebagian orang menganggap célériféré lebih cocok dibilang mainan anak-anak ketimbang moda transportasi.

Replika Celerifere / foto : williameggermotorcycles

Lalu, bagaimana perangkat tersebut melaju? Jika sepeda modern menggunakan pedal sebagai komponen untuk mengayuh (pedaling), lain halnya dengan célériféré. Ia tak punya pedal. Cara menggerakkannya adalah didorong oleh si penunggang atau pengendara yang “mengangkangi” célériféré seraya kaki menendang ke belakang menyapu permukaan tanah atau jalan, seperti orang berjalan. Sama halnya dengan saat menggerakkan, untuk menghentikan lajunya pun hanya mengandalkan kedua kaki penunggangnya menginjak tanah atau jalan.

Kendati demikian, pada masa itu hasil karya de Sivrac menjadi sangat revolusioner. Kendaraan ini tak lagi menggunakan hewan sebagai “mesin” atau penggerak yang umum berkembang saat itu. Alhasil, penemuannya menjadi suatu hal baru pada alat transportasi tunggal.

Replika Celerifere / foto : flickr.com

Meskipun dibilang moda transportasi sederhana, célériféré nyatanya cukup sulit ditunggangi. Setelah de Sivrac memperkenalkannya kepada khalayak, banyak yang enggan menggunakannya lantaran khawatir celaka. Terlebih, célériféré tidak dirancang untuk penunggang anak-anak dan perempuan. Hanya para lelaki berjiwa petualang yang mau mencoba dan melaju di atasnya. Hal lain yang membuat célériféré tidak populer saat itu adalah harganya yang lumayan mahal. Konon, hampir sama dengan harga seekor kuda.

Di luar pandangan rancang bangun sepeda pertama, plus kekurangan yang ada dari komponen dan sisi keselamatan, kehadiran célériféré telah menjadi peletak dasar konsep dua roda sejajar dalam perkembangan sepeda/ sepeda motor selanjutnya.

(Irwan Akhmad, Paguyuban Sapedah Baheula Bandung)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by