Login

Register

Login

Register

Sepeda Bambu Indonesia Mendunia

Sepeda Bambu Spedagi / sumber foto : spedagi.com

Sobat gowes, mayoritas dari frame sepeda yang ada saat ini terbuat dari 4 (empat) macam bahan ada yang berbahan besi, aluminium, titanium dan juga berbahan carbon. Tapi nyatanya ada 1 (satu) lagi yang tak boleh kita lupakan yakni berbahan kayu ataupun bambu. Unik memang, karena sepeda jenis ini satu-satunya frame sepeda yang menggunakan bahan alami alias bahannya langsung diambil dari alam. Seperti yang kita ketahui bahwa bambu dapat diolah menjadi berbagai manfaat seperti digunakan untuk bahan bangunan, perabotan rumah tangga, kerajinan tangan, hingga tunas bambu atau biasa disebut ‘rebung’ dapat diolah menjadi sebuah menu masakan. Bahkan yang sangat melekat di benak masyarakat Indonesia adalah istilah Bambu Runcing, senjata yang digunakan oleh pahlawan-pahlawan kita saat melawan penjajah pada saat itu.

Road Bike Sepeda Bambu
sumber foto : bukalapak.com/dicky

Sepeda Bambu ini pada awal mulanya dipamerkan pada tanggal 26 april pada tahun 1894 dan pertama kali dipatenkan oleh  Oberg dan Andrew Gustafson  pada tahun 1896. Jadi sebenarnya sepeda bambu ini sudah ada sejak lama hanya saja semakin hilang ditelan jaman karena banyak produsen sepeda lebih memilih bahan/material lain untuk pembuatan sepedanya. Tingkat kesulitan dari pembuatan sepeda bambu ini adalah pada saat menyambungkan bambu dengan komponen sepeda lain atau menyambungkan sendi-sendi frame. Biasanya disambung dengan menggunakan resin epoksi, serat carbon atau juga dengan sendi besi ataupun baja. Namun keunggulan dari sepeda bambu ini selain unik dan ramah lingkungan, pada saat digunakan juga cukup kuat dan lentur karena dapat menyerap getaran.

Sepeda Bambu Karya Chamim Marka
sumber foto : www.galeripatungarca.com

Negara kita Indonesia merupakan negara tropis yang iklimnya cocok untuk pertumbuhan tanaman bambu. Bahkan di Indonesia sendiri memiliki jenis bambu yang sangat beragam dengan daya tumbuh bambu yang cukup pesat bisa mencapai 34 inch dalam sehari, sehingga dengan kata lain pasokan bahan baku bambu di Indonesia sangat melimpah. Salah satu jenis bambu yang digunakan untuk membuat frame sepeda bambu adalah Pambu Petung (Dendrocalamus asper), jenis bambu terkuat dan berlimpah ketersediaannya di pedesaan. Dalam pembuatannya satu sepeda bambu dapat menghabiskan waktu kurang lebih 10 hari masa produksi mulai dari pemilihan bambu hingga finishing menjadi sepeda fullbike. Sedangkan untuk usia bambu yang dapat diolah menjadi bahan frame minimal berusia 6 bulan. Secara perekonomian juga dengan diproduksinya sepeda bambu akan menambah nilai ekonomi bagi petani bambu dan khususnya produsen sepeda bambu mengingat satu frame yang hanya terdiri dari beberapa bilah bambu saja dapat dijual jutaan rupiah.

Pembuatan Sepeda Bambu
sumber foto : foto.tempo.co
Sepeda Bambu Haur Bike
sumber foto : eocommunity.com

Saat ini sudah banyak produsen sepeda bambu yang ada di Indonesia, beberapa diantaranya yang sudah banyak dikenal bahkan sudah merambah penjualannya ke luar negeri diantaranya Sepeda Bambu Jatnika, Sepeda Bambu Spedagi, Sepeda Bambu Haur Bike Neglasari dan Sepeda Bambu Chamim Marka. Untuk jenis sepeda yang mereka buatpun macam-macam mulai dari sepeda Fixie, Road Bike, MTB bahkan juga Minivelo. Tidak tanggung, penjualan sepeda bambu produsen dalam negeri ini sudah merambah dunia Internasional seperti Jerman, Belgia, Austria, dan Prancis, Singapura, Australia, Jepang dan negara-negara lainnya. Bahkan untuk Sepeda Bambu Spedagi karya Singgih Kartono dari Temanggung berhasil mendapat beberapa penghargaan dari Good Design Award 2008 di Jepang , Brit Insurance Design of the Year 2009 dan Bronze Award at DFA Design for Asia Awards 2017.

Spedagi Bamboo Bike mendapat penghargaan DFA Awards
sumber foto : spedagi.com

Jadi kapan kiranya sobat gowes akan menambah koleksi sepedanya dengan Sepeda Bambu ini ?

Editor : Agus Septian Heryanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *