Penggunaan Rak Sepeda

rak sepeda / foto : amazon.es

Jika kita perhatikan sepeda touring, ada  beberapa perbedaan dengan sepeda pada umumnya. Salah satunya adanya rak untuk membawa barang bawaan pada sepeda. Rak tersebut pada umumnya terbuat dari bahan alumunium ataupun besi yang memiliki bentuk seperti pipa kecil dengan ukuran tertentu.

Bentuk rak sepeda sendiri bermacam – macam bentuknya, biasanya tiap merk memiliki bentuknya tersendiri. Satu pasang rak sepeda terdiri dari rak depan dan rak belakang, dimana mayoritas bentuk rak depan lebih simple dibanding rak belakang. Posisi pemasangan rak depan dan belakangpun ada sedikit perbedaan, rak belakang posisinya cenderung lebih tinggi dibandingkan rak depan yang dipasang di area fork atau garpu. Namun keduanya sama – sama dipasang menggunakan baut pada bagian ‘eyelet’.

foto : velloforfun

Ada beberapa merk rak yang biasa dipakai oleh penggiat touring sepeda dengan kualitas, bobot dan harga yang berbeda – beda seperti, tubus, surly, topeak, united, sierra dan berbagai merk lokal lainnya termasuk yang dibuat atau diproduksi sendiri oleh penggiat touring tersebut. Salah satunya seperti halnya yang dilakukan oleh Triyadi Hidayat, pesepeda asal Bandung yang memproduksi rak touring berbahan besi hollow untuk dipasarkan kepada pegiat sepeda touring di Bandung dan sekitarnya.

Bagi pegiat sepeda touring sepeda akan sangat tergantung oleh rak touring, karena tanpa adanya rak touring tersebut maka pannier atau tas touring tidak dapat dipasang atau dibawa di sepeda khususnya pada saat melakukan perjalanan. Maka dari itu ada hal yang harus diperhatikan ketika pemakaian rak touring yaitu beban. Ya, setiap rak memiliki daya tahan tertentu untuk membawa beban, tergantung dari kualitas dan jenis bahan yang digunakan. Pemakaian dengan beban yang berlebih dapat membuat rak menjadi patah.

foto : bukalapak.com

Rak dapat mengalami patah tak hanya karena bebannya yang terlalu berat, namun juga bisa karena kondisi jalan. Pengalaman pribadi penulis pernah mengalami rak patah sewaktu melakukan perjalanan Bandung –  Cilacap. Kondisi jalan yang bergelombang dan cenderung berbatu karena mengambil jalur kiri disaat macet, membuat pannier yang dicantelkan di rak bergoyang – goyang dan menekan kepada rak belakang tersebut, alhasil ketika baru sampai di Tasikmalaya rak belakangpun patah. Harus disambung terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan. Maka dari itu hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan dan penggunaan rak touring adalah jenis bahan, bobot dan daya tahan material yang digunakan.

Tak hanya dikalangan pegiat sepeda touring, bagi mereka yang mencari nafkah menggunakan sepeda pasti selalu dilengkapi dengan rak untuk membawa barang-barang dagangan. Baik itupun menggunakan sepeda onthel maupun sepeda besi lainnya. Bagi pecinta sepeda lipat dan juga pecinta sepeda beraliran custome dan vintage, penggunaan rak sepeda lebih sebagai style dalam menunjang aktivitas bersepeda mereka. Rak tersebut pun memiliki bentuk yang beragam dan unik. Jadi, penggunaan rak sepeda dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dari si pengendara sepeda tersebut.

Leave a Reply