Pendekatan Mengubah Euforia Bersepeda Menjadi Budaya

Euforia masyarakat Kota Bandung Bersepeda dikala Pandemi / foto : dok. portalsepedea.com

Didi Ruswandi |Pada era pandemi Covid-19 ini ada satu euforia yang boleh dibilang sebagai sebuah peluang atau momen untuk menjadi titik balik bangkitnya kembali budaya bersepeda. Ada ribuan pesepeda yang turun ke jalan menikmati relaksasi PSBB.

Tentu ada kekhawatiran dengan animo bersepeda ini terutama menyangkut keselamatan dan kesehatan bersepeda karena banyak protokol keselamatan dan kesehatan bersepeda dilanggar. Tapi kita harus lebih banyak melihat dari sisi optimis karena bersepeda merupakan aktivitas dengan banyak sisi baik: ramah lingkungan, membangun kebugaran, membangun interaksi sosial yang hangat, ekonomis, pembangunan karakter, dan membangun mentalitas kesetaraan (egaleter).

Melihat kesempatan ini Bapak Wakil Walikota memerintahkan DPU dan DISHUB untuk membangun sinergi bersama komunitas menggalakkan kembali Gerakan Bersepeda melalui program pembuatan lajur sepeda sementara (belum menggunakan cat marka karena belum ada anggaran) berbasis permintaan (demand). Komunitas akan dilibatkan dalam pembuatan lajur sepeda sementara ini dengan penekanan pada rute-rute yang banyak mereka pakai jadi tidak akan mubazir.

Didi Ruswandi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung

Desain ditentukan oleh DISHUB. Selain pembangunan rute-rute baru lajur sepeda sementara juga akan dilakukan edukasi publik protokol keselamatan bersepeda dan protokol kesehatan bersepeda melaui e-poster, banner, edukasi keliling, ATCS dan talkshow agar tidak menjadi euforia sesaat yang membahayakan tetapi menjadi budaya bersepeda yang sehat dan berkeselamatan. Jumat (12/06/20) telah mulai membuat lajur sepeda secara partisipatif dan Minggu (14/06/20) akan memulai edukasi publik.

Memang ada dua pendekatan untuk melakukan pembangunan budaya baru. Pertama, pendekatan anggaran dan regulasi yang kaku dan memaksa. Orang melakukan secara terpaksa di kemudian hari bila merasakan dampak baiknya akan muncul pemahaman. Kedua pendekatan Gerakan, yang fleksibel dan dikemas dengan cara-cara menyenangkan dimana orang terlibat lebih dikarenakan dorongan minat dan daya tarik. Mana yang lebih efektif? Kita lihat saja! Kota Bandung memilih yang kedua.

sumber : dimuat ulang dari unggahan akun instagram Didi Ruswandi @didi_ruswandi (Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung) pada tanggal 11 Juni 2020.

1 thought on “Pendekatan Mengubah Euforia Bersepeda Menjadi Budaya

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by