Paris-Brest-Paris, Balap Sepeda Jarak Jauh Sejak 1891

Poster Paris-BrestParis tahun 1901 / foto : en.wikipedia.org

Selain The Transcontinental Race sejauh 4000 km, di Paris Perancis terdapat balap sepeda ultra serupa. Bahkan ini bisa dikatakan yang menjadi pionir balap-balap sepeda ultra yang ada di era modern ini, Paris-Brest-Paris.

Berdasarkan sejarahnya seperti dilansir dari www.paris-brest-paris.org dan www.rusa.org , pada 1891 Le Petit Journal mengorganisir Paris-Brest-Paris pertama. Pierre Giffard, kepala surat kabar, mempromosikan lomba 1.200 km untuk menunjukkan kemampuan bersepeda. Saat itu bagi pendaftar asing dan wanita tidak diperbolehkan mengikuti lomba ini. Lebih dari 400 mendaftar pada Paris-Brest-Paris pertama, namun hanya 206 pesepeda saja yang akhirnya mengikuti lomba yang dimulai pada tanggal 6 September 1891. Baik amatir dan profesional ambil bagian, pesepeda proffesional mempekerjakan kru untuk membawa perlengkapan mereka dan 10 pacer masing-masing.

M. Charles Terront juara pertama Paris-Brest-Paris 1891
foto : upload.wikimedia.org

Enam belas pos pemeriksaan direncanakan dan tajuk utama surat kabar itu berbunyi “Balap Sepeda Nasional”. Charles Terront memenangkan lomba Paris-Brest-Paris pertama, mengendarai tanpa tidur dengan waktu 71 jam 22 menit dengan rata-rata kecepatan 17, 590 km/jam pada perjalanan pergi dan 16, 780 km pada perjalanan balik. Pierre Giffard memutuskan bahwa acara tersebut akan diadakan sekali dalam satu dekade, mengingat kesulitan acara 1200 km di jalan-jalan pada hari itu, sebelum penemuan jalan aspal.

Peserta Paris-Brest-Paris 2015
foto : facebook.com/The Road to Paris-Brest-Paris 2019
Penduduk antusias menyaksikan ribuan peserta yang melewati daerahnya
foto : @cyclonecyclingclub

Paris-Brest-Paris yang berjarak 1.200 kilometer, atau “PBP” seperti yang biasa disebut, adalah ujian yang melelahkan bagi daya tahan manusia dan kemampuan bersepeda. Diselenggarakan setiap empat tahun oleh tuan rumah Audax Club Parisien, Paris-Brest-Paris Randonneurs adalah acara bersepeda tertua yang masih berjalan secara teratur di jalanan terbuka. Dimulai dari sisi barat daya ibu kota Perancis, bergerak ke barat 600 km ke kota pelabuhan Brest di Samudra Atlantik dan kembali di sepanjang rute yang sama. Pengendara sepeda randonneur saat ini, sementara tidak lagi menggunakan sepeda ‘primitif’ yang digunakan seratus tahun yang lalu di atas jalan tanah atau jalan berbatu, masih harus menghadapi cuaca buruk, bukit tak berujung, dan mengayuh sepeda sepanjang waktu.

Melintasi hamparan ladang gandum
foto : @instarandonneur
Suasana registrasi H-1
foto : @instarandonneur

Batas waktu 90 jam memastikan bahwa hanya peserta yang mecapai garis finsih yang mendapatkan medali finisher Paris-Brest-Paris bergengsi dan memasukkan nama mereka ke dalam “Great Book” bersama dengan setiap finisher lainnya dari Paris-Brest-Paris pertama. Saat ini Paris-Brest-Paris dapat diikuti oleh smua kalangan baik wanita ataupun pria dari berbagai negara, terbuka tidak hanya bagi pesepeda proffesional saja dan berbagai macam jenis sepeda. Paris-Brest-Paris berevolusi menjadi ajang balap sepeda ultra yang rutin dilaksanakan pada abad 20 ini.

Medali unruk finisher
foto : @cyclonecyclingclub

Check Point dibuka 24 jam
foto : @instarandonneur

Tahun ini Paris-Brest-Paris memasuki edisi ke-19, diadakan pada tanggal 18-22 Agustus 2019 yang diikuti oleh 6000 peserta. Seluruh peserta berasal dari berbagai negara di dunia. Pendaftaran via website dibuka pada 14 Januari – 24 Mei 2019 lalu. Terdapat 15 stage yang harus ditempuh sejauh 1200 km oleh setiap peserta dalam Paris Brest Paris Randonneur 2019 ini, antara lain :

  1. Rambouillet – Mortagne-au-Perche (117,54 km)
  2. Mortagne-au-Perche – Villaines-la-Juhel (98,774 km)
  3. Villaines-la-Juhel – Fougères (89,264 km)
  4. Fougères – Tinténiac (54, 11 km)
  5. Tinténiac – Loudéac (84, 862 km)
  6. Loudéac – Carhaix (76, 415 km)
  7. Carhaix – Brest (89, 23 km)
  8. Brest – Carhaix (83, 504 km)
  9. Carhaix – Loudéac (89, 436 km)
  10. Loudéac – Tinténiac (86, 604 km)
  11. inténiac – Fougères (54, 051 km)
  12. Fougères – Villaines-la-Juhel (88, 907 km)
  13. Villaines-la-Juhel – Mortagne-au-Perche (84, 243 km)
  14. Mortagne-au-Perche – Dreux (77, 17 km)
  15. Dreux – Rambouillet (43, 825 km)
Barisan pesepeda roadbike mengawal pengendara sepeda trike/recumbent
foto : foto : @instarandonneur

Paris-Brest-Paris 2019 ada juga peserta yang berasal dari Indonesia. Seperti halnya Sandi Adila (Asenk) dan Hendriyanto Wijaya (Toto) asal Jakarta yang mengikuti Paris-Brest-Paris 2019 ini menggunakan sepeda Brompton. Mereka berhasil menyelesaikan rute sepanjang 1.200 km ini dengan waktu 82 jam 53 menit 46 detik. Bagaimana sobat gowes tertarik mengikuti Paris-Brest-Paris selanjutnya ?

Peserta Paris-Brest-Paris 2019 dari Indonesia
foto : @bromptonmonascyclists
Sandi Adila (Asenk) dan Hendriyanto Wijaya (Toto)
foto : @bromptonmonascyclists


editor : Agus Septian Heryanto

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by