Olahraga Sepeda Zaman Now, “Fenomena Harta, Tahta dan Sepeda”

ilustrasi / foto : elementmtb.com

Aktivitas sepeda saat ini semakin digemari. Ini fenomena positif karena dengan bersepeda tentunya tubuh kita akan semakin sehat. Apalagi jaman sekarang kita dimanjakan dengan segala fasilitas dan sarana prasarana yang membuat tubuh kita kurang beraktivitas.

Dalam Islam pun mengajarkan kita agar selalu sehat, kuat dan fresh. Sebagaimana dalam hadist “Mukmin yang kuat imannya dan badannya lebih baik dan lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah. Lemah badannya dan lemah imannya.”

Untuk olahraga bersepeda hendaknya kita memperhatikan beberapa point berikut :

1. Niatkan olahraga untuk sehat, dan dengan badan yang sehat kita bisa beribadah. Melakukan berbagai macam amalan dan kebaikan yang bermanfaat bagi manusia. Sebagaimana kaidah “suatu wasilah itu sesuai dengan tujuan dari niatnya.” Apabila wasilah atau hal-hal yang mubah kita niatkan untuk kebaikan maka dia juga akan bernilai kebaikan. Hendaknya kita ikhlaskan bukan untuk sekedar ikut-ikutan, gengsi, adu bagus-bagusan, mahal-mahalan sepeda.

2. Jangan sampai kita berlebihan dalam membeli sepeda. Tidak perlu sepeda yang mahal dan perlengkaoan serta aksesoris yang mahal. Jika mampu silahkan, tetapi jika tidak jangan dipaksakan dan jangan sampai terkesan boros. Cukup dengan sepeda biasa yang penting tetap bisa bersepeda dengan baik sesuai dengan peruntukannya. Jangan sampai seperti ada oknum yang dia kucing-kucingan sembunyi-sembunyi membeli sepeda mahal dan berbagai aksesoris mahal dari istrinya. Sedangkan untuk membelikan istrinya perhiasan yang murah atau se againya dia sangat pelit terhadap istrinya.

3. Olahraga hukumnya mubah. Jangan sampai hal yang mudah ini melalaikan kita dan jangan sampai berlebihan. Karena salah satu tanda Allah berpaling dan tidak peduli dengan hamba-Nya adalah dengan menyibukkan hamba tersebut dengan hal-hal yang mubah dan tidak bermanfaat. Misalnya berlebihan bersepeda itu meninggalkan istri dan anak di akhir pekan ketika waktu liburan. Karena bersepeda seharian penuh, padahal di akhir pekan itu adalah hak istri dan anak-anak unyuk bermain serta berekreasi dengan ayahnya. Karena pada hari kerja ditinggal kerja hampir seharian.

4. Jangan sampai kita berlebihan dalam bersepeda, adu gengsi, kuat-kuatan gowes, jauh-jauhan bersepeda kemudian menempuh jarak sampai ratusan kilometer lalu pamer di grup dan menyebarkannya di berbagai media sosial. Tidak jarang kita mendengar berita ada orang yang kecelakaan dan kecapean dalam bersepeda.

5. Jangan sampai bersepeda dengan rasa sombong. Kita mendominasi dijalan kemudian kita menutup jalan orang lain. Hendaklah kita perhatikan ketika kita bersepeda, terkafang dengan sepeda yang mahal dan aksesoris yang mahal kita merasa sombong seolah-olah kita menguasai jalan tersebut dan menyebabkan kendaraan yang lain susah berjalan.

6. Apabila kita tidak bisa bersepeda keluar karena istri tidak setuju mungkin karena ditinggal terus. Kita bisa bersepeda indoor bersepeda dirumah, bersepeda masih bisa bermanfaat sambil mendengarkan kajian, menonton kajian, atau menonton hal-hal yang bermanfaat. Atau bersepeda sambil mengobrol ringan dengan keluarga

Kami yakin point-point diatas hanya segelintir oknum saja yang melakukannya. Kita tetap optimis Indonesia sehat dengan bersepeda. Demikian semoga bermanfaat.

Sumber : Ustadz dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.P

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by