MoGad 5, “Event Wajib” Bagi Para Penggemar Tanjakan

MOGAD 5 / foto : Dedis Azi

Motekar MTB Club kembali menggelar event MoGad untuk yang kelima kalinya pada Minggu, 15 Desember 2019. MoGAd  (Motekar Gowes Adventure) sendiri  merupakan event tahunan berkonsep funbike adventure yang memadukan trek tanjakan, turunam, jalan aspal, jalan makadam, jalan setapak, dan lain-lain, yang diperuntukkan bagi para goweser.  Lokasi trek pun tidak berada jauh dari pusat Kota Bandung. Namun, untuk trek tanjakannya sangat menguras keringat para peserta.

Event MoGad ini sendiri sebenarnya terbilang unik. Biasanya pada event-event sepeda yang lain, panitia akan mengumumkan rute-rute yang akan dilalui oleh para peserta. Namun, pada event MoGad, jalurnya selalu dirahasikan.

MOGAD 5
MOGAD 5 / foto : Dedis Azi

Panitia akan mengumumkan rute yang akan dilalui para peserta 5 menit sebelum bendera start dikibarkan. Hal tersebut dilakukan karena panitia mencari rute yang aduhai dan menyenangkan atau memanjakan para peserta. Mungkin inilah salah satu daya tarik event ini. Selain itu, setiap tahun, para peserta yang mengikuti event ini dibatasi, tidak lebih dari 300 orang.

Pada event MoGad 5 pun sama. Rute tetap dirahasiakan oleh panitia dan akan diumumkan 5 menit sebelum start dimulai. Bahkan, waktu pendaftaran event ini terbilang singkat, kurang lebih satu bulan (6 November 2019 s.d. 15 Desember 2019). Peserta pun harus teregistrasi online melalui link yang disediakan oleh panita. Namun, antusias peserta yang berasal dari berbagai komunitas sepeda dari kota Bandung dan sekitarnya sangat tinggi. Sekitar 287 orang terdaftar dalam event MoGad 5 ini. Peserta terjauh berasal dari Kota Bogor.

MOGAD 5 / foto : Dedis Azi
MOGAD 5 / foto : Dedis Azi

Event MoGad 5 yang mengambil tema “Reunion & Tribute to Lela Yuliantika” mengambil titik start di salah satu pusat pertokoan yang tidak jauh dari terminal Cicaheum. Para peserta pun menebak rute yang akan dilalui adalah rute penuh tantangan di seputaran Bandung Timur. Ternyata benar. Lima menit sebelum event dimulai, panitia mengumumkan bahwa rute yang akan dilalui event Mogad 5 ini adalah seputaran Cikadut, Pasir Impun, dan Sindanglaya atas.

Tepat pukul 7 pagi, peserta dilepas oleh ketua Motekar, Haris Irnawan. Para peserta mulai mengarahkan rodanya ke arah timur dan berbelok di persimpangan Jalan Cikadut. Ketika dilewati para peserta, seluruh rute MoGad 5 ini memang luar biasa. 80 persen tanjakan dan sisanya turunan. Terbayang bukan?

MOGAD 5 / foto : Dedis Azi

Tanjakan, turunam, jalan aspal, jalan makadan, hingga jalan setapak di seputaran Cikadut, Pasir Impun, dan Sindanglaya atas dilalui oleh para peserta. Tidak sedikit peserta yang mendorong sepeda saat melintasi berbagai tanjakan yang ‘pondok nyogok’ dan ‘panjang nyugak’. Bagi para penyuka tanjakan, memang wajib mencoba rute ini.

Untungnya saja, rute yang dilewati para peserta banyak ditemukan warung. Jadi, para peserta yang kelelahan dapat beristirahat di warung-warung tersebut sekedar membeli air minum dan makanan ringan.

Keindahan alam karya Sang Pencipta Alam banyak ditemukan para peserta saat melewati rute MoGad 5, mulai dari hamparan sawah yang indah, objek wisata Curug Batu Templek, perkampungan penduduk, hingga perkebunan di Ciwakari, Mekarmanik. Karena itu pula, para peserta tetap semangat mengayuh pedal hingga garis finish. Luar biasa memang rute MoGad 5 ini.

MOGAD 5 / foto : Dedis Azi

Hal lain yang patut diacungi jempol pada event ini ada kesigapan panitia selama event digelar, mulai dari marshal, ambulance, P3K, hingga para panitia yang berada di titik titik persimpangan yang dapat membingungkan para peserta. Bahkan, marshal tetap setia mendampingi beberapa peserta yang tercecer.  Padahal saat itu hujan turun sangat deras.

Total jarak yang ditempuh para peserta saat melalui rute MoGad ini kurang lebih 25 km dengan waktu tempuh kurang lebih 4 s/d 5 jam perjalanan. Pukul 11.30 WIB para peserta pun sudah dapat menikmati santapan makan siang yang disediakan panitia di garis finish, yang terletak di Warung Napak Tilas yang berada di kawasan Pasir Impun.

(Sarjan Ramdani Dida)

1 thought on “MoGad 5, “Event Wajib” Bagi Para Penggemar Tanjakan

Leave a Reply