Mengenal Alat Agar Tetap Bisa Bersepeda Di Rumah

foto : Race Play Michiana

Gerakan “Stay At Home” atau sedang tidak bisa bergerak ke luar rumah, menyebabkan kita harus mencari aktivitas yang tidak membosankan, jadi betah di rumah. Olahraga merupakan salah satu kegiatan yang sifatnya wajib dilakukan, untuk bisa menjaga kebugaran dan kesehatan kita.

Banyak alat olahraga yang bisa digunakan untuk bisa berolahraga di dalam ruangan, untuk yang senang berlari atau jalan-jalan, maka kita bisa menggunakan treadmill.

Untuk yang hobi bersepeda, perlu memiliki alat untuk latihan juga, yang bisa tetap bisa dirasakan sensasi bersepedanya tidak sekedar sepeda statis. Alat-alat untuk bersepeda di dalam ruangan ini disebut atau populer dengan nama Indoor Bike Trainer.

Secara umum, Indoor Bike Trainer ini dibedakan menjadi 3 model:

  • Pengganti roda belakang
  • Roller
  • Friction trainer clamp

Model Pengganti Roda Belakang

Alat latihan (trainer) dengan mengganti roda belakang sepeda kita, secara umum memiliki bentuk seperti berikut:

Untuk menggunakan alat di atas, kita harus melepaskan roda belakang sepeda kita, kemudian sepeda kita pasangkan bagian belakangnya ke alat di atas.

Berikut adalah hasil dari pemasangan sepeda dengan menggunakan trainer pengganti roda belakang:

Berikut adalah bagaimana kita menggunakannya:

Foto di atas menunjukkan kita bersepeda dengan menggunakan trainer yang mengganti roda belakang sepeda. Kita juga bisa menyambungkan trainer ke Internet untuk kemudian kita mengikuti suatu event atau simulasi yang bisa ditampilkan pada layar monitor atau tivi, sehingga kita seolah-olah sedang melakukan bersepeda di suatu daerah. Salah satu aplikasi yang bisa digunakan adalah Zwift.

Jika kita tidak memiliki koneksi Internet, kita bisa berolahraga juga sambil menonton tivi atau film.

Model Friction Trainer Clamp

Friction trainer clamp adalah alat berlatih sepeda yang akan menjepit bagian as dari roda belakang, sehingga sepeda menjadi terangkat, kemudian di bawahnya ada roller (pipa yang bisa berputar) yang akan berputar karena ada gesekan dari roda belakang yang dikayuh oleh pesepeda.

Berikut adalah salah satu contoh dari friction trainer:

Berikut adalah bagaimana kita memasang sepeda pada friction trainer clamp:

Foto di atas menunjukkan sepeda telah dijepit pada friction trainser clamp, roda belakan menjadi terangkat, tetapi di bagian belakang menempel pada roller.

Berikut adalah bagaimana kita bersepeda menggunakan friction trainer:

Dengan menggunakan friction trainer clamp ini, kita tidak perlu melepas roda belakang, karenanya kita seperti sedang bersepeda seperti biasa, tetapi tidak bisa maju, karena roda belakangnya diangkat, tetapi efek bersepeda tetap didapat, karena roda belakang akan berputar seperti biasa, menggesek roller yang ada pada bagian belakangnya.

Model Roller

Roller adalah alat latihan bersepeda (trainer) yang paling dasar dan memerlukan ketrampilan bersepeda yang baik, karena sepeda tidak ada penahannya. Pesepeda berlatih dengan mengayuh di atas 3 buah rol atau pipa bundar yang bisa berputar. Dengan roller pesepeda bisa meningkatkan kemampuan bersepeda dengan lebih baik.

Berikut adalah bentuk dari roller yang cukup sederhana:

Berikut adalah gambar yang menunjukkan bagaimana kita berlatih atau bersepeda dengan menggunakan roller:

Foto di atas menunjukkan pesepeda sedang berlatih dengan menggunakan roller. Pesepeda akan dituntut juga untuk menjaga konsentrasi dan keseimbangan pada saat melakukan kayuhan di atas roller.

Pilih yang mana?

Dari ketiga model alat bantu latihan bersepeda dalam ruangan (trainer) di atas, kita bisa memilih mana yang paling cocok; akan tetapi tentu saja perlu disesuaikan dengan budget.

Dari sisi harga, maka model yang pertama, yang harus melepaskan roda diganti dengan trainer, merupakan model yang paling mahal, karena memiliki banyak keunggulan, salah satunya dapat dihubungkan dengan aplikasi, sehingga kita bisa melakukan gowes seperti gowes sebenarnya. Dan yang termurah adalah model yang ketiga, yaitu model roller, karena sangat sederhana sekali rancangannya.

Jika kita ingin bisa merasakan sensasi mengayuh sepeda yang mendekati real, yang bisa merasakan ada tanjakan atau turunan, maka kita bisa memilih model yang pertama, karena model ini memiliki controller di dalamnya.

Model roller, walaupun model yang paling murah, model ini sangat baik untuk digunakan untuk berlatih meningkatkan kemampuan gowes dan juga keseimbangan. Jika kita menggunakan roller, maka kita harus juga bisa mempertahankan kecepatan minimal yang harus dipertahankan, agar kita bisa bertahan gowes di atas roller.

penulis : Betha Sidik

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by