Mencoba Performa Gravel Bike di Pangalengan

Sigit Wiriyatmo bersepeda menggunakan gravel bike di kawasan Pangalengan / foto : portalsepeda.com

Gravel Bike di negara lain saat ini sedang menanjak popularitasnya. Banyak artikel-artikel ataupun yang membahas tentang gravel bike baik dari peforma, perbandingan, harga dan lain-lain.

Produsen-produsen sepeda papan bawah sampai papan atas seperti Specialized, Cervelo, Canyon tidak ketinggalan semua berlomba mengeluarkan versi gravelnya. Meski tidak seheboh sepeda lipat, di Indonesia sepeda gravel juga mulai banyak peminatnya. Lihat saja di Facebook ada grup “GX ID – Gravel Cyclist Indonesia” yang membernya adalah peminat sepeda gravel.

Saya sendiri sudah memiliki sepeda gravel Specialized Diverge E5 lebih dari 3 tahun yang lalu yang sejak dibeli malah saya ubah menjadi road bike. Groupset dari Claris diganti dengan Tiagra, ban diganti ukuran 700C x 25 sehingga praktis sepeda tersebut tidak pernah dipakai di track off road.

Sampai akhirnya minggu lalu saya diajak “gravelan” oleh keponakan dari Jakarta. Mumpung ada temannya dan penasaran dengan artikel-artikel gravel bike, ajakan tersebut langsung saya iyakan. Langsung saja sepeda saya ubah menjadi gravel bike lagi. Groupset diganti dengan Shimano GRX 400, ban diganti dengan Continental Cross King ukuran 700C x 35. Sengaja memilih yang agak bersahabat harganya karena saat memilih ban sempat terkaget-kaget ternyata ban gravel merk tertentu dan size tertentu harganya tidak murah.

Melepas cleat saat ‘gravelan’ / foto : portalsepeda.com

Tidak lupa kait cleat dilepas, khawatir harus sering melepas kaki dari pedal saat di track gravel nanti. Satu lagi, stem juga dipendekkan jaga-jaga diturunan badan masih bisa digeser kebelakang. Jadi paranoid nih karena gravel bike seperti halnya road bike seat clampnya dibaut.

Tibalah saatnya merasakan gravel bike di habitat sebenarnya. Dipandu marshal Fahmi dan Portal Sepeda Bike Experience, kami dibawa ketempat start di sekitar villa Wayang Windu, Pangalengan Jawa Barat.

Awalnya kami disuguhi tanjakan aspal pendek kemudian tanjakan makadam . Setelah itu kami disuguhi single track tanah lunak diantara kebun teh. Saat itulah penilaian saya terhadap gravel bike mulai berubah. Kehawatiran ban selip saat melewati jalan miring tidak terjadi. Setelah itu kami di suguhi berbagai track berbagai jenis kerikil, tanah keras, rumput, tanjakan bahkan turunan makadam yang cukup curam dengan batu-batu lepas disana-sini.

Pemandangan indah khas Pangalengan / foto : portalsepeda.com

Tidak ketinggalan, kami juga melewati jalan beton diantara perkampungan, dan terakhir ditutup dengan tanjakan aspal panjang. Total jarak sejauh 15-20 km ditempuh dalam waktu 2 jam. Jarak tersebut tidak terasa karena sepanjang perjalanan disuguhi pemandangan yang luar biasa indah.

Setelah menyelesaikan semua track, saya baru sadar kenapa gravel bike semakin digandrungi. Sepeda gravel memberi sensasi baru yang berbeda dibandingkan sepeda road bike (RB) maupun gunung (MTB). Gravel bike terasa sangat ringan di medan off road. Perkiraan gravel bike dengan drop bar dan ban ramping akan mudah selip, terpeleset atau mudah jungkir balik diturunan sama sekali tidak terbukti.

Saya sangat kagum dengan peforma gravel bike saat mencoba di jalur makadam dengan kecepatan agak tinggi. Sepeda terasa sangat ringan dan lincah, ban terasa sangat menggigit dipermukaan batu. Tidak pernah terasa ban mengalami selip meskipun pedal dicoba dihentak. Sepeda juga sangat stabil, mungkin ini karena wheel base (jarak antar roda) dibuat cukup besar.

Menyusuri perkebunan teh / foto : portalsepeda.com

Apakah sesempurna itu sepeda gravel bike ? tidak juga. Dengan fork rigid, pada kecepatan tinggi getaran sepeda cukup terasa di pergelangan tangan. Kalau tidak waspada bukan tidak mungkin handle bar akan terlepas saat roda menghajar batu besar. Selain itu karena bottom bracket (BB) gravel bike dibuat rendah supaya stabil, akibatnya beberapa kali pedal sempat terantuk batu.

Jadi, buat teman-teman yang ingin merasakan sensasi baru dan berbeda tidak ada salahnya mencoba gravel bike. Sepeda dengan perpaduan karakter road bike (RB) yang cenderung agresif dengan MTB yang bisa menaklukan segala medan.

Track gravel di Pangalengan juga sangat cocok untuk “gravelan” karena medan yang bervariasi, udara sejuk, ditambah pemandangan yang indah. Bagi teman-teman pesepeda yang berminat mencoba track tersebut bisa hubungi tim “Portal Sepeda Bike Experience” pada nomor WA yang tertera di website portalsepeda.com.

Portal Sepeda Bike Experience

(Sigit Wiriyatmo)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by