Membuat Rute Gowes Dengan Strava

Gowes bersama kawan dengan tujuan tempat tertentu atau sekedar berkeliling sangatlah menyenangkan, apalagi jika rute gowesnya sudah direncanakan, akan lewat jalan di daerah mana saja, dan tentu saja ada perkiraan waktu yang diperlukan untuk menjalaninya.

Rute gowes dapat direncanakan terlebih dahulu, sehingga bisa diketahui berapa jauh jarak yang akan ditempuhnya, bagaimana medannya – apakah datar, menanjak, atau menurun; tentu saja jika ada tanjakan pasti akan ada turunannya.

Rute untuk suatu perjalanan bisa saja menggunakan aplikasi yang sudah banyak diketahui dan umum digunakan, seperti Google Map, yang bisa juga memandu kita pada saat berjalan, untuk belok ke kiri atau ke kanan, sudah sampai atau belum, atau ada juga perintah untuk kembali lagi karena sudah tidak sesuai dengan rute yang telah dicarikan oleh Google.

Membuat rute terlebih dahulu sebelum gowes merupakan salah satu persiapan gowes yang perlu dilakukan, agar kita akan tahu medan yang akan dilalui seperti apa, seberapa berat medannya. Berat ringannya medan memang relatif untuk setiap orang, tetapi secara umum kita bisa lihat dari tanjakan dan turunan yang akan dilalui, landai atau curam.

Membuat Rute Dengan Strava

Dalam artikel ini, penulis ingin menjelaskan bagaimana membuat rute perjalanan gowes dengan menggunakan Strava.

Untuk membuat rute dengan Strava, maka kita harus menggunakan Strava web, jadi sebaiknya menggunakan browser web di komputer, kemudian masuk ke http://strava.com dan login.

Jika kita berhasil login, maka kita bisa langsung menuju ke menu untuk membuat rute, dengan mengklik tanda + orange di pojok kanan atas, seperti ditunjukkan pada tampilan berikut:

Klik menu Create a route, pada menu yang ditampilkan, maka kita akan mendapatkan tampilan seperti berikut:

Pada tampilan peta yang ditampilkan, kita bisa mengubah agar menuju ke daerah yang kita ingin membuat rute, dengan menuliskan daerah untuk gowes, pada bagian search yang ditampilkan di pojok kiri atas. Penulis sendiri menuliskan Bandung, Jawa Barat.

Setelah kita mendapatkan tampilan daerah yang diinginkan, kita bisa melakukan zoom-in, untuk menuju ke titik start yang diinginkan. Zoom ini dan zom out dilakukan dengan menggunakan tombol tanda + untuk zoom in, dan – untuk zoom out yang ada di pojok kiri atas tampilan peta. Atau dengan menggerakkan roda dari mouse.

Penulis ingin memulai gowes dari Taman Ganesha, yang terletak di depan pintu gerbang kampus ITB.  Berikut adalah tampilannya:

Tampilan di atas merupakan zoom in dari tempat start, jika kurang zoom in nya, kita bisa men-zoom in sampai dengan yang kita inginkan zoomnya.

Untuk memulai melakukan pembuatan rute, kita bisa mengklik titik pada jalan yang kita inginkan, kemudian klik lagi pada jarak tertentu dari  titik start menuju ke arah gowes yang kita inginkan. Berikut adalah contoh kita mengklik di depan Taman Ganesha, kemudian beberapa klik menuju ke jalan Dago, seperti ditunjukkan gambar berikut:

Tampilan di atas menunjukkan kita telah mengklik dari titik start ke timur kemudian ke utara. Kita bisa menggeser peta dengan menekan tombol mouse kanan, kemudian menggerakkan ke kiri, kanan, atas, atau bawah untuk mendapatkan jalan berikutnya menjadi lebih jelas.

Kita lakukan klik di jalan-jalan yang kita ingin lewati. Setiap klik ada titik yang berlubang. Penulis sendiri terus mengklik sehingga menuju ke Warung Bandrek, melewati jalan Dago ke utara terus sampai dengan ke Warung Bandrek. Berikut adalah hasilnya:

Dari rute yang dibuat, kita bisa melihat pada bagian bawa ada jarak, jumlah ketinggian menanjak (elev gain), dan perkiraan waktu untuk mencapainya. Perkiraan waktu dihitung berdasarkan statistik gowes kita yang sudah ada di Strava; jika kita sudah banyak rekaman di Strava.

Pada bagian bawah kanan, kita bisa mengklik tulisan Elevation Off agar menjadi on untuk menampilkan grafik profile dari rute yang telah kita buat, maka kita akan mendapatkan tampilan seperti berikut:

Tampilan menunjukkan grafik profile dari rute yang telah kita buat. Untuk contoh yang penulis buat, rutenya adalah rute tanjakan. Karena memang kita gowes di daerah Dago menuju ke Warung Bandrek, rute untuk latihan gowes nanjak di Bandung yang sangat populer. Goweser Bandung belum sempurna gowesnya, jika belum pernah ke Warung Bandrek.

Pada grafik juga kita bisa melihat berapa persen kemiringan tanjakannya. Untuk tanjakan mendekati Warban (Warung Bandrek), kita melihat ada angka tanjakan sampai dengan 21%.

Kita bisa membatalkan rute yang diklik, dengan menggunakan tombol Undo yang ditampilkan pada bagian atas dari peta. Kita bisa menggunakan tombol-tombol di atas untuk membatalkan suatu klik pada rute.

Jika sudah selesai, maka kita bisa mengklik tombol Save berwarna orange di pojok kanan atas. Maka kita akan mendapatkan tampilan seperti berikut:

Isikan nama rute dan keterangannya. Nama rute dan keterangan merupakan isian yang bebas kita isi. Setelah itu klik tombol Save. Jika berhasil disimpan, maka kita akan mendapatkan tampilan seperti berikut:

Tampilan di atas menunjukkan proses menyimpan rute yang kita buat telat berhasil disimpan. Klik tombol View My Route untuk melihat rute yang telah kita buat, kita akan diberi tampilan seperti berikut:

Tampilan di atas menunjukkan route gowes yang telah kita buat atau rancang untuk gowes nanti. Dari rancangan rute gowes di atas, kita bisa melihat bahwa gowes dari Taman Ganesha sampai dengan Warung Bandrek dapat dikatakan nanjak terus, ada sedikit tempat yang agak datar dan menurun, yang bisa digunakan untuk istirahat.

Untuk bisa mempelajari lebih lanjut rute yang telah dibuat, bisa dilakukan dengan menelusuri grafik yang ada di bawah dari peta rute, untuk mengetahui berapa % nilai kemirigan dari tanjakannya, seperti berikut:

Pada tampilan di atas ditunjukkan, di bagian tengah rute yang menanjak, ada satu titik yang nilainya sampai dengan 19.5 %, suatu titik yang tanjakannya akan terasa berat. Jika kita telusuri lagi ke arah utara, maka kita akan mendapatkan nilai yang rata-rata hampir sama, dan lebih dari 20%.

Contoh rute yang penulis buat untuk menunjukkan betapa rute menuju Warban di Bandung adalah rute yang pendek tetap berat. Apa lagi jika kita gowes dari rumah yang jaraknya sudah jauh dari Dago. Tetapi untuk goweser di daerah Bandung, maka mencoba rute Warban adalah wajib, untuk mengukur kemampuan gowes nanjaknya.

Beberapa Pemanfaatan Rancangan Rute

Jika kita sudah melakukan studi tentang medan yang akan dilalui, maka kita akan memiliki satu bayangan rute gowes yang akan dilalui itu seperti apa, kemudian kita ukur dengan kemampuan gowes kita saat ini, kira-kira kita bisa menjalani atau tidak, bisa cepat atau tidak.

Berdasarkan rute yang sudah kita rancang, kita akan bisa juga merancang kapan dan di mana kita akan beristirahat, setiap jarak berapa akan beristirahat dan berapa lama akan istirahatnya, sehingga waktu dari start sampai dengan tujuan atau finish dapat diperkirakan, dengan optimis atau dengan hitungan paling lama.

Peta Penunjang Online

Pada saat kita membuat rute gowes, maka kita perlu juga untuk menggunakan berbagai peta yang tersedia, selain dari Google, ada juga peta dari openstreetmap.org yang informasi dalam petanya diisi oleh komunitas, jadi bisa melengkapi yang miliki Google.

Jika kita juga mempelajari situasi rute gowes dengan Google StreetView, maka kita akan lebih tahu seperti apa medannya. Akan tetapi Streetview hanya menampilkan foto real untuk daerah yang bisa dilewati oleh kendaraan roda empat saja.

(Betha Sidik)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by