Mari Memutar Pedal (Dengan Benar)

Pesepeda mengayuh sepeda dengan cadence tinggi. Foto: Cervelo

Sobat portal tentu ingin mengurangi kelelahan saat bersepeda dan meningkatkan kecepatan bersepeda. Cadence (Ind: Irama), disebut juga pedalling rate atau kecepatan kayuhan adalah salah satu jawabannya.

Apakah rahasia pesepeda yang terlatih? Sekilas menyaksikan berbagai jenis balap sepeda dari nomor track, jalan raya, sepeda gunung, hingga BMX terlihat pembalap mengayuh pedalnya dalam putaran yang tinggi. Tingkat kecepatan putaran berbeda tergantung disiplin dan karakter pembalapnya, tapi umumnya mereka memutar pedal dalam kecepatan tinggi. Teknik ini juga bisa diterapkan untuk kegiatan sepeda yang lain.

Bersepeda dengan cadence tinggi tidak membuat pesepeda cepat lelah. Salah satu perbandingan yang bisa dilakukan adalah dengan kendaraan bermotor. Putaran mesin yang terlalu tinggi memang cepat merusak mesin, namun kecepatan mesin yang terlalu rendah juga akan merusak mesin. Bersepeda dengan cadence rendah boleh saja dilakukan, tetapi akselerasi atau menanjak dengan putaran pedal yang rendah akan membebani otot dan berpotensi merusak sendi.

Saat Sobat Portal mengayuh dengan putaran rendah, tenaga diperoleh dari kekuatan otot. Pelemahan kekuatan otot seiring dengan penumpukan asam laktat dan kelelahan, membutuhkan waktu yang lama untuk pulih. Sementara saat bersepeda dengan putaran tinggi, beban otot lebih sedikit. Beban tersebut dibagi ke sistem kardiovaskular dan respirasi tubuh. Sistem yang bertumpu pada kapasitas transfer gizi dan oksigen ke sel yang hanya membutuhkan istirahat dan mengambil nafas sejenak untuk mengembalikan kondisi seperti semula.

Cadence tinggi memerlukan latihan yang dimulai dengan melatih efisiensi putaran pedal. Putaran pedal yang efisien adalah putaran pedal dengan tenaga yang relatif merata di setiap sudut putarannya. Umumnya putaran pedal paling efisien di kecepatan kayuhan 90 hingga 100 putaran per menit (rpm).

Namun cadence yang cepat bukan jawaban instan atas permasalahan tenaga saat bersepeda. Peningkatan cadence harus dilakukan secara bertahap. Jika kelelahan otot mengakibatkan rasa pegal dan nyeri, maka kegagalan sistem kardiovaskular akibat bekerja terlalu keras dapat berakibat fatal.  Karakter fisik Sobat Portal pun menentukan berapa cepat pesepeda dapat mengayuh sepedanya. Pesepeda bertubuh gemuk atau terlalu berotot akan sulit memutar pedal sepedanya lebih cepat.

Sepeda yang digunakan juga berpengaruh untuk mendapat putaran yang baik. Kayuhan dengan kecepatan 100 putaran per menit berarti 6.000 kayuhan pedal saat bersepeda selama satu jam. Dengan gerakan sebanyak itu, bike fitting atau penyesuaian sepeda ke postur tubuh harus dilakukan. Ketidak sesuaian sepeda akan merusak persendian Sobat Portal.

Bersepeda dengan putaran tinggi memang bukan cuma tentang memutar pedal lebih cepat, namun juga tentang bersepeda yang benar.

(Gustarmono)

Leave a Reply