KPXI Bandung Raya Peduli Cimanggung-Sumedang

KPXI Bandung Raya Peduli Cimanggung / Foto : dok. KPXI

Bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia akhir-akhir ini membuat cerita pilu bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana tersebut. Berbagai gerakan kepedulian dimasyarakat muncul untuk membantu daerah-daerah yang tertimpa musibah. Tidak terkecuali gerakan kepedulian yang dilakukan oleh komunitas sepeda, salah satunya adalah KPXI Bandung Raya.

Tanah longsor yang melanda daerah Cimanggung Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu membuat para anggota KPXI Bandung Raya tergerak mengadakan Baksos (Bakti Sosial) untuk menyalurkan bantuan.

“Sejatinya indonesia itu mempunyai semboyan gotong royong maka kami KPXI Bandung Raya pun memiliki semboyan tersebut dan berusaha membantu kepada sesama saat terjadi musibah terhadap kawan kawan kami dengan membantu menggalang dana dari anggota KPXI untuk di salurkan kepada kawan kami yg terkena musibah. Momen ini merupakan momen yg sangat tepat untuk menerapkan gotong royong tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutin kami KPXI Bandung Raya Berbagi Dengan Sesama.” jelas Febry Ketua KPXI Bandung Raya kepada portalsepeda.com.

Persiapan KPXI Bandung Raya menuju lokasi / Foto : dok. KPXI Bandung Raya

KPXI Bandung Raya berfoto di posko utama / Foto : dok. KPXI Bandung Raya

Febry menjelaskan konsep dari pelaksanaan bakti sosial ini yaitu pengalangan dana dari anggota KPXI Bandung Raya mulai dari grup WA hingga media sosial dan juga diumumkan kepada pengurus-pengurus KPXI seluruh Indonesia agar teman-teman dari KPXI dan pihak luar bisa terketuk hati untuk membantu sesama yang terkena musibah.

“Kami selalu berkoordinasi dengan teman kami yangg bertugas di posko BNPB dan kebetulan ada istri temann kami anggota KPXI yang bertugas di Puskesmas Cimanggung mengenai kebutuhan apa saja yg diperlukan saat ini sehingga dapat mengenai sasaran. Kemudian kami membentuk panitia kecil untuk dapat menyalurkan amanah dari teman-teman donatur. Kami langsung mendatangi posko bencana yang sebelumnya sudah berkoordinasi dengan kami dan memberikan bansos tersebut.” ungkapnya. Bantuan sosial diserahkan ke posko utama karena pihak posko lebih mengetahui dan paham warga yang membutuhkan dan agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan oleh beberapa warga sekitar.

Adapun target dari bakti sosial yang digagas KPXI Bandung Raya dengan acara ini dapat membantu kawan-kawan yang terkena musibah, dapat meringankan kesulitan warga setelah terjadi musibah, serta mengajak seluruh teman-teman goweser se-Indonesia dalam berlomba mencari kebaikan.

Daerah terdampak tanah longsor di Cimanggung / Foto : dok. KPXI Bandung Raya

Daerah terdampak tanah longsor di Cimanggung / Foto : dok. KPXI Bandung Raya

Sebenarnya tidak hanya wilayah Cimanggung saja yg menjadi perhatian KPXI Bandung Raya, tetapi wilayah lain yg terkena bencana seperti banjir Manado, banjir Kalimantan Selatan, gempa bumi Mamuju – Majene Sulawesi Barat. Dalam lingkup luas ini KPXI Bandung Raya berkoordinasi dengan Bike To Work Indonesia dan Rumah Sepeda Indonesia dalam penggalangan dana dalam agenda pesepeda Indonesia peduli bencana dalam acara “Bersama Membantu Sesama” yang diprakarsai oleh Bike To Work Indonesia dan Rumah Sepeda Indonesia.

“Harapan kami dari KPXI Bandung Raya bisa terus membantu kawan-kawan di luar yang membutuhkan seperti santunan ke panti asuhan dan lain-lain di luar musibah. Selain itu semoga dengan agenda kami ini dapat menggerakkan seluruh goweser tanah air untuk saling berbagi dengan sesama. Walaupun basic kami adalah komunitas sepeda, tetapi kegiatan sosial pun tetap kami utamakan.” pungkasnya.

Lebih lanjut lagi Febry Laurino berpesan kepada para pesepeda untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan saat bersepeda. Ia menjelaskan bahwa saat ini kondisi masih belum kondusif dalam mengadakan acara gowes bersama dikarenakan pandemi masih menghantui, oleh karena itu tetaplah menjaga kesehatan dan kebugaran individu agar dapat meningkatkan imunitas.


Penyaluran bantuan KPXI Bandung Raya Peduli Cimanggung / Foto : dok. KPXI Bandung Raya

dr. Febry Laurino, AIFO-K, Ketua Umum KPXI Region Bandung Raya / Foto : dok. KPXI
KPXI Bandung Raya

Gowes tetap boleh, tetapi ingat protokol kesehatan (prokes) dan sebisa mungkin tidak gowes dalam grup besar. Maksimal 5 orang dalam grup dan DISIPLIN prokes ketat saat gowes. Saat Istirahat maksimal 10 menit (full masker), jaga jarak serta hindari istirahat di tempat ramai. Mari mulai dari diri kita sendiri dalam menerapkan kedisiplinan prokes kemudian saling mengingatkan ke goweser lain. Selain itu, uluran tangan goweser akan selalu diharapkan oleh kawan kita yg terkena bencana, mari kita berlomba-berlomba dalam kebaikan.

Sumber : dr. Febry Laurino, AIFO-K (Ketua Umum KPXI Region Bandung Raya)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by