KOM : King of Mountain & Rekor Pribadi

foto : taiwankomtours.com

KOM kependekan dari King Of Mountain adalah gelar yang diberikan oleh Strava kepada membernya, yang memegang peringkat pertama di suatu segmen jalan. King Of Mountain secara bebas dapat disebut sebagai raja tanjakan, alih-alih raja gunung.

Segmen jalan adalah bagian dari suatu jalan atau gabungan beberapa jalan yang menanjak, yang dibuat atau didefinisikan oleh member Strava, yang kemudian disepakati bersama sebagai satu segmen yang menantang untuk ditaklukkan. Segmen didefinisikan untuk segmen atau jalan menanjak sebenarnya, baik landai atau pun curam.

Strava membuat peringkat goweser pada setiap segmen, peringkat pertama disebut sebagai pemegang KOM – King Of Mountain. Peringkat ini akan diupdate oleh Strava secara realtime, setiap kali ada laporan rekaman gowes dari membernya.

PR kependekan dari Personal Records adalah catatan waktu pribadi tercepat yang dicapai oleh setiap member pada suatu segmen. Jika kita melewati suatu segmen berkali-kali, maka catatan waktu yang tercepatnya yang akan menjadi PR.

Penulis sendiri hanya goweser biasa, tidak memiliki kemampuan untuk bisa mendapatkan KOM. Walaupun begitu tetap saja penulis penasaran, ingin tahu prestasi penulis, seberapa cepat dan ada di urutan ke berapa dari seluruh member Strava yang melewati segmen tersebut. Untuk itu kita bisa melihat PR kita di dalam tabel ranking Strava, ada di peringkat ke berapa.

Untuk KOM dan PR ini dapat dilihat langsung dengan menggunakan aplikasi Strava di hape kita.

Agar lebih jelas, mari kita lihat pada salah satu rekaman gowes yang penulis miliki:

Di atas adalah tampilan dari gowes penulis, dengan rute menyeberangi 3 jembatan ponton Saguling. Pada layar hape, kita mendapatkan ringkasan dari rute gowes kita.

Untuk melihat tentang KOM dan PR kita, maka kita harus melakukan scroll tampilan ke bawah, maka kita akan mendapatkan tampilan seperti berikut:

Pada tampilan di atas kita mendapatkan bagian dengan judul Results. Bagian ini menunjukkan pencapaian kita pada segmen-segmen yang dilalui pada saat kita gowes 3 Jembatan Ponton. Penulis mendapatkan 10 Achievements dari 17 segmen yang ada pada rute gowes yang dilalui.

Achievements atau pencapaian yang penulis dapatkan sebatas pada PR (Personal Records), yang menunjukkan penulis melakukan perbaikan pada pencapaian penulis pada segmen-segmen tersebut.

Kita coba klik segmen Gunungbatu Climbs, maka penulis akan mendapatkan tampilan seperti berikut:

Pada tampilan di atas, kita mendapatkan informasi dari segmen Gunungbatu Climbs, kemudian waktu yang kita capai. Penulis mendapatkan rekor baru, bisa melewati segmen Gunungbatu Climbs dengan waktu 3 menit10 detik, dari 24 kali melewati segmen tersebut. Jumlah berapa kali kita telah melewati segmen tersebut ditunjukkan dari informasi di bawahnya, Your Results 24 efforts, dengan kecepatan rata-rata pada saat melewati segmen tersebut adalah 19.4 km/jam, dengan tenaga dieprkirakan sebesar 24 watt.

Jika kita scroll lagi ke bawah, maka kita akan mendapatkan informasi tambahan seperti berikut:

Dari tampilan di atas, peringkat pertama atau KOM dari segmen Gunungbatu Climbs waktunya adalah 2 menit 1 detik, dan ada dua member yang memegangnya. Penulis sendiri ada di peringkat yang jauh di bawahnya, belum bisa bersaing.. Haha..

Tabel peringkat di atas menunjukkan ranking keseluruhan dari member Strava yang pernah melewati segmen Gunungbatu Climbs.

Tetapi di dalam salah satu grup gowes yang penulis ikuti, dalam hal ini grup ITB Lintang, penulis ada di peringkat ke-15; seperti ditunjukkan oleh tampilan berikut:

KOM dan PR yang dijelaskan di atas bisa menjadi hiburan untuk penulis, karena ternyata gowes penulis tidak jelek-jelek amat, ada di tengah-tengah, artinya goweser rata-rata; bukan paling belakang.

Jika pembaca lihat lagi, dari 24 efforts penulis di segmen Gunungbatu Climbs, ternyata waktunya bervariasi, tetapi rata-rata pada waktu lebih dari 3 menit untuk bisa melewatinya.

Pembaca bisa melihat data KOM dan PR dari setiap segmen. Kita bisa mengevaluasi kemampuan gowes kita pada setiap segmen, apakah ada peningkatan atau memang sudah mampunya seperti itu; seperti penulis hanya mampu pada kisaran 3 menit untuk segment Gunungbatu Climbs.

Tapi memang perlu juga menjadi catatan, kadang untuk melewati suatu segmen, waktunya bisa ditentukan oleh pada atau tidaknya lalu lintas pada saat kita melintasinya. Karena cukup berpengaruh pada kecepatan bergerak gowes kita di sana.

(Betha Sidik)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by