Ketentuan Jalur Sepeda Berdasarkan Permenhub No. 59 Tahun 2020

Jalur sepeda sementara (pop up bike lane) di Kota Bandung / foto : portalsepeda.com

Keberadaan jalur sepeda menjadi salah satu faktor vital yang menunjang keselamatan pengguna sepeda di jalan. Kementertian Perhubungan Republik Indonesia melalui Permenhub No. 59 Tahun 2020 telah menjelaskan ketentuan atau kriteria jalur sepeda seperti yang tertuang dalam yang terdapat dalam Bab III Fasilitas Pendukung, yang dari pasal 11 hingga pasal 17.

Dalam Permenhub tersebut dijelaskan bahwa sepeda yang dioperasikan di jalan disediakan fasilitas pendukung berupa lajur sepeda dan/atau jalur yang disediakan secara khusus untuk pesepeda dan/atau dapat digunakan bersama-sama dengan pejalan kaki.

Lajur sepeda dan/atau jalur sebagaimana dimaksud dapat berupa :

  1. Berbagi jalan dengan kendaraan bermotor.
  2. Menggunakan bahu jalan.
  3. Lajur dan/atau Jalur khusus yang berada pada badan jalan atau
  4. Lajur dan/atau Jalur khusus terpisah dengan badan jalan.

Lajur sepeda dan/atau jalur yang dapat digunakan bersama-sama dengan pejalan kaki harus memperhatikan keselamatan pejalan kaki dengan kapasitas yang memadai. Yakni harus dapat menampung sejumlah pejalan kaki dan sepeda

Lajur sepeda dan/atau jalur sepeda yang berbagi jalan dengan kendaraan bermotor paling sedikit dilengkapi dengan :

  1. Rambu peringatan banyak lalu lintas sepeda.
  2. Rambu perintah dan larangan untuk sepeda.
  3. Lampu penerangan jalan, dan
  4. Marka lajur sepeda pada simpang bersinyal.

Lajur sepeda dan/atau jalur sepeda yang menggunakan bahu jalan paling sedikit harus dilengkapi dengan :

  1. Rambu peringatan banyak lalu lintas sepeda
  2. rambu perintah dan larangan untuk sepeda.
  3. lampu penerangan jalan, dan
  4. Marka lajur sepeda pada simpang bersinyal.

Lajur sepeda dan/atau jalur sepeda berupa lajur dan/atau jalur khusus yang berada pada badan jalan paling sedikit harus dilengkapi dengan :

  1. Marka lajur sepeda berupa gambar sepeda berwarna putih dan/atau warna hijau.
  2. marka tempat penyebrangan pesepeda.
  3. Rambu peringatan banyak lalu lintas sepeda.
  4. Rambu perintah dan larangan untuk sepeda.
  5. Lampu penerangan jalan, dan
  6. Pembatas lalu lintas untuk jalur khusus sepeda yang berdampingan dengan jalur kendaraan bermotor.

Lajur sepeda dan/atau jalur sepeda berupa lajur dan/atau jalur khusus yang berada pada badan jalan harus memenuhi ketentuan :

  1. Untuk jalan tanpa pembatas lalu lintas, lebar paling kecil lajur sepeda adalah 1,2 m (satu koma dua meter).
  2. Jika terdapat parkir kendaraan di badan jalan dengan menggunakan marka khusus parkir, lajur sepeda harus terletak diantara area parkir dan lajur kendaraan dengan lebar paling kecil lajur sepeda adalah 1,5 m (satu koma lima meter), dan
  3. Jika ada lajur khusus bus, lajur sepeda terletak diantara jalan kendaraan dan lajur khusus bus.

Dalam menetapkan lajur sepeda dan/atau jalur sepeda, menteri, gubernur, dan bupati/wali kota sesuai dengan kewenangannya harus memperhatikan faktor konektivitas jaringan lajur sepeda dan terintegrasi dengan angkutan umum pada mil pertama dan mil terakhir. Penyediaan fasilitas pendukung sepeda berupa lajur sepeda dan/atau jalur sepeda menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

Sumber : Permenhub No 59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by