Keselamatan Bersepeda Dalam Ruang Lalu Lintas

Ilustrasi bersepeda di jalan raya / Foto : portalsepeda.com

Didi Ruswandi selaku pesepeda sekaligus Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandung memberikan pemaparan mengenai keselamatan bersepeda dalam ruang lalu lintas. Dalam Serial Diskusi Forkom #1 yang bertajuk “Bersepeda Di Masa Pandemi” (11/02/21) yang diadakan di kantor portalsepeda.com, ia menjelaskan bahwa keselamatan adalah hal paling utama dalam aktivitas bersepeda.

Awal pemaparan, Didi Ruswandi menjelaskan urutan prioritas pengguna jalan. Secara tata urut priotitas berlalu lintas, pesepeda berada posisi prioritas kedua setelah pejalan kaki. Urutan prioritas ketiga ditempati oleh angkutan umum dan prioritas keempat (terakhir) ditempati oleh kendaraan pribadi. Namun, yang terjadi selama ini banyak yang menganggap bahwa kendaraan pribadi merupakan prioritas pertama. Padahal secara hirarki pejalan kaki dan pesepeda lebih prioritas.

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas yang menimpa pesepeda saat bersepeda di jalan raya, mayoritas korban pesepeda yang meninggal karena mengalami luka pada bagian kepala. Maka dari itu meski tidak diwajibkan pengguna sepeda menggunakan helm, Didi Ruswandi menganjurkan para pengguna sepeda untuk menggunakannya. Sebagai langkah antisipatif saat bersepeda di jalan raya.

Dalam serial diskusi ini juga Didi Ruswandi menjelaskan mengenai point-point keselamatan pesepeda berdasarkan Permenhub. Tertuang dalam Permenhub No.59 Tahun 2020 tentang Keselamatan Pesepeda Dijalan dijelaskan ada 7 (tujuh) kelengkapan sepeda sebagai persyaratan keselamatan bersepeda antara lain :

  1. Spakbor
  2. Bel
  3. Sistem Rem
  4. Lampu
  5. Alat Pemantul Cahaya Berwarna Merah
  6. Alat Pemantul Cahaya Roda Berwarna Putih Atau Merah
  7. Pedal
Didi Ruswandi / Foto : portalsepeda.com

Penggunaan lampu dan alat pemantul cahaya dilakukan pada saat malam hari dan kondisi tertentu. Maksud dari keadaan tertuntu yakni pada kondisi jarak pandang terbatas karena gelap, hujan lebat, terowongan dan/atau kabut.

Selain itu, Didi Ruswandi juga menjelaskan persyaratan pesepeda yang wajib dilakukan saat bersepeda dan juga larangan pesepeda saat bersepeda. Adapun persyaratan pesepeda saat bersepeda antara lain :

  1. Pada malam hari menyalakan lampu dan memakai atribut yang dapat memantulkan cahaya.
  2. Menggunakan alas kaki.
  3. Memahami dan mematuhi tata cara berlalu lintas.

Bagaimana denga penggunaan helm ? Di negara lain pengguna helm pada pesepeda tidak diwajibkan. Hal itu karena angka kecelakaan yang melibatkan pesepeda disana sangat sedikit dengan adanya jalur sepeda yang terproteksi. Namun berdasarkan data kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang melibatkan pesepeda dimana mayoritas mengalami luka pada bagian kepala. Maka dianjurkan untuk menggunakan helm.

Sedangkan larangan pesepeda saat bersepeda antara lain :

  1. Ditarik kendaraan bermotor dengan kecepatan yang membahayakan. (maksimal kecepatan 20 km per jam)
  2. Mengangkut penumpang kecuali dilengkapi tempat duduk di belakang.
  3. Mengoperasikan handphone kecuali memakai alat piranti dengar.
  4. Berdampingan dengan kendaraan lain.
  5. Berkendara berjajar lebih dari 2 (dua) sepeda.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum tersebut juga menjelaskan posisi bersepeda saat dijalan. Hal yang paling membedakan antara pesepeda dan pengguna kendaraan bermotor adalah kecepatan berkendara. Pesepeda tidak bisa disamakan dengan kecepatan kendaraan bermotor. Sehingga posisi kita saat bersepeda di jalan yang paling aman adalah posisi paling luar (sebelah kiri).

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by