Kesalahan yang Sering Dilakukan Newbie

Pembalap cross country tidak menurunkan sadel tapi dapat bergerak bebas di atas sepedanya. Foto: Deutsche Welle

Saat bersepeda terutama di medan offroad sering terjadi kecelakaan. Kesalahan tersebut sebenarnya mudah dihindari jika pesepeda mau belajar teknik bersepeda yang benar. Zona nyaman juga membuat pesepeda pemula mengabaikan teknik bersepeda tersebut.

Banyak pesepeda merasa terlalu nyaman menggunakan rem belakang. Cerita tentang pesepeda yang terlempar ke depan sepeda atau jumpalitan saat menggunakan rem depan menambah ketakutan pesepeda pemula. Saat pengereman, titik berat pesepeda berpindah ke depan, akibatnya ban belakang mudah kehilangan traksi. Sepeda yang ingin dilambatkan pun tetap melaju atau bahkan terjadi selip. Kepercayaan diri menggunakan rem depan sepeda harus dibangun. Seiring dengan seringnya penggunaan rem depan, pesepeda bisa mengetahui batas kemampuan rem dan ban untuk menjaga traksi sehingga ban depan tidak mengunci, begitu pula kekuatan badan untuk menahan gaya pengereman yang lebih kuat saat menggunakan rem depan dibandingkan dengan rem belakang.

Kesalahan berikutnya adalah menurunkan sadel. Secara kasat mata pembalap profesional di cabang ekstrem seperti enduro, BMX dan downhill pun menurunkan sadel cukup rendah. Sayangnya banyak pesepeda yang melupakan maksud utama dari kegiatan menurunkan sadel tersebut. Saat kita menonton lomba nomor cross country, para pembalap tetap meninggalkan sadel di posisi tinggi bahkan saat melibas lintasan yang sulit seperti rock garden, akar, dan lain-lain. Kunci dari pengendalian sepeda yang benar adalah saat badan mampu bergerak bebas dari sepedanya, memanipulasi titik berat dan menggunakan kaki dan tangan sebagai tambahan suspensi saat lintasan sulit. Penurunan sadel memudahkan pesepeda untuk bergerak bebas di atas sepedanya, bukan semata-mata menurunkan sadel namun badan tetap kaku di atas sepeda.

Posisi crank vertikal membuat sepeda sulit dikendalikan saat jalan rusak. Foto: detik travel

Pesepeda pemula pun banyak yang tidak merasa nyaman dengan posisi relatif tinggi saat lintasan sulit. Untuk mendapatkan posisi yang rendah banyak pesepeda yang menempatkan cranknya di posisi jam 6atau posisi vertikal. Satu kaki berada di bawah dan satu kaki lainnya di atas. Teknik yang benar adalah menempatkan posisi crank di posisi horizontal. Posisi crank horizontal membuat kekasaran lintasan dapat diserap oleh gerakan crank dengan sedikit berputar lepas dari posisi horizontal sempurna. Saat crank dalam posisi vertikal, apalagi dengan posisi kaki yang kaku lurus menumpu, guncangan yang diterima ban sepeda akan diteruskan langsung ke pengendara melalui bottom bracket dan lengan crank, sehingga sepeda akan tidak stabil, bahkan terlempar saat sepeda melalui permukaan yang kasar atau obstacle.

(Gustarmono)

Leave a Reply