Kenalkan Komunitasmu Detail


MBC Tegal


Email portalsepedaindonesia@gmail.com
Kontak Person
Base Camp Tegal
Jumlah Member 21-50 orang
Status Komunitas Aktif
Lokasi Tegal

Deskripsi

KOMUNITAS “ PENCOLOTAN” ITU BERNAMA MBC TEGAL Di antara sekian banyak klub sepeda di Tegal, ada beberapa yang lebih mengkhususkan wadah bagi penggemar Down Hill (DH). Sepeda ‘turun gunung’ ini di kalangan goweser Tegal lebih populer disebut sepeda ‘pencolotan’. Ya, maksudnya sepeda yang bisa meloncat-loncat alias mencolot bagaikan kodok. Portalsepeda.com , hari Minggu 26 Januari 2020 kemarin berkesempatan mengikuti aktivitas pesepeda dari komunitas “pencolotan” ini. Nama klubnya sebenarnya Mountain Bicycle Club disingkat MBC. Kini, jumlah anggotanya lumayan gemuk, yakni mencapai 50 orang. “Kebanyakan anggota MBC bersepeda jenis MTB. Aktivitas gowesnya tentunya lebih ke offroad. Tapi karena sebagian anggota menyukai jalur-jalur ekstrim, maka sepedanya lebih memilih jenis DH.” ucap Muhandis Elfarobi salah satu pengurus inti MBC. MBC dengan basic DH terus berkembang jumlahnya. Kini mencapai 25 orang. Kelompok “pencolotan” ini rutin gowes dengan track yang senantiasa berganti. Di Tegal, track untuk DH boleh dibilang langka. Jika ada tracknya alami. “Kami seringnya ke daerah pegunungan lembah Gunung Slamet, seperti di Dukuh Sawangan. Atau track yang ada di dataran tinggi Kaligua Kabupaten Brebes. Atau track di Kabupaten Pemalang,” ucap Ismet yang juga pengurus MBC. Untuk mengasah ketrampilan menunggang DH-nya, angota MBC juga sering menyambangi track-track yang ada di kabupaten tetangga. Seperti track di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. “Di Majalengka tracknya sudah dibuat khusus sehingga enak dipakai. Lokasi loading kendaraan juga mudah,” tambah Ismet. Maklum, bermain DH tidak lepas dari sarana loading untuk mengangkut sepeda ke daerah ketinggian. Para goweser “pencolotan” di Tegal, sangat mendambakan punya track sendiri. “Kami sangat menginginkan dibangunya track DH di Tegal. Moga-moga saja, Pemerintah Kabupaten Tegal peduli sehingga dibangun track yang bisa digunakan juga untuk lomba DH.” ungkap H Naryo goweser yang paling tua diantara para anggota lainnya. H Naryo, di MBC boleh dibilang sebagai sesepuh. Usianya sudah 53 tahun, namun hobi ber-DH-ria tidak kalah dengan yang muda-muda. Nyalinya juga oke. Itu dibuktikan ketika H Naryo melahap turunan curam dalam kondisi tanah licin. Track alami yang dicoba hari Minggu kemarin itu berada di Dukuh Sawangan, Desa Sigedong, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal sebagai tempat start. Jalurnya diawali dengan batu makadam. Lalu meluncur menuju masuk hutan pinus di kawasan dekat dengan OW Guci. Tanah basah sehabis hujan menjadikan track sedikit licin. “Harus benar-benar piawai dan punya nyali,” tambah Aan anggota MBC lainya. Hari itu, track yang dilahap komunitas “pencolotan” MBC Tegal terdapat 3 segmen. Dari start di Dukuh Sawangan lalu finish di dekat Curug Cantel sekitar 5 km. Dari lokasi itu, menuju segmen ke 2 dengan terlebih dahulu melalui jalan aspal menuju Desa Batumirah. Kemudian dilanjut masuk track lagi dengan jarak sekitar 4 km. Segmen terakhir dengan jarak sekitar 5 km dari Bumijawa menuju Clirit di Kalibakung Kabupaten Tegal. (Agus Wijonarko)


Kiriman

tidak ada kiriman

No Nama Email Tanggal Gabung
Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by