Gowes Legenda Bukit Menoreh

Kebun Tebu Gendhu – Bukit Menoreh foto : Usman M

Bukit Menoreh atau ada juga yang menyebutnya Pegunungan Menoreh adalah pegunungan yang membentang di sebelah barat Kota Yogyakarta. Pegunungan ini diapit oleh tiga wilayah pemerintahan, yaitu Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang. Keberadaan Bukit Menoreh tak terlepas dari kisah perjuangan Pangeran Diponegero  pada tahun 1825 – 18.30 dan cerita rakyat Api di Bukit Menoreh yang melegenda karya penulis Singgih Hadi Mintardja.

Terpicu oleh kisah perjuangan Pangeran Diponegoro dan cerita rakyat yang begitu tersohor tersebut menumbuhkan rasa penasaran yang begitu mendalam ingin melihat dan merasakan secara langsung bagaimana suasana Bukit Menoreh. Untuk mewujudkan cita-cita ini diawali dengan mencari testimoni bersepeda di Bukit Menoreh, mengindentifikasi destinasi-destinasi yang menarik, dan merancang rute yang sesuai untuk bersepeda sendirian (solo ride) dengan durasi waktu (elapsed time) maksimal 12 jam.

Antisipasi kemungkinan terburuk bersepeda sendirian harus diperhitungkan karena belum tentu ada teman yang bisa menemani bersepeda ke Bukit Menoreh ini. Jarak, elevation gain dan jenis jalan harus benar-benar diperhitungkan secara matang, jangan sampai kemalaman di daerah yang belum dikenal situasi keamanannya.

Dengan asumsi menginap di Kota Yogyakarta maka untuk melakukan bersepeda nge-loop di area Bukit Menoreh, tampak dari peta Google sepertinya ideal kalau daerah Gamping, sisi barat kota Yogyakarta, dijadikan sebagai tempat start dan finish. Dari hasil studi rute dengan aplikasi Strava, Bikemap dan Google Map 3D akhirnya diputuskan rute yang akan ditempuh dalam solo ride adventure ini adalah Gamping – Godean – Pendoworejo – Gua Kiskendo – Gunung Gajah – Waduk Sermo – Karangsari – Pengasih – Gamping. Total jarak rute ini adalah sekitar 82 km dengan elevation gain 2050 m dan diperkirakan cukup untuk bersepeda selama 12 jam termasuk waktu istirahat. Rute yang sudah dibuat kemudian diunduh dalam bentuk file gpx dan disimpan dalam handphone agar kapanpun perlu dapat digunakan dengan mudah.

Sumber :  STRAVA

Kegiatan workshop kantor pada akhir bulan April 2019 di Yogyakarta merupakan momen yang paling tepat untuk merealisasikan cita-cita gowes adventure ke Bukit Menoreh. Dua hari menjelang acara workshop sudah berangkat duluan ke Yogyakarta dan tidak lupa sebelumnya mengontak teman untuk pinjam sepedah dan sekalian minta ditemeni. Namun sayang dia tidak bisa menemani karena katanya ada keperluan, dia hanya bisa ngantar sampai tempat start di Gamping. Jadilah solo ride ke Bukit Menoreh.

Tepat jam 7 pagi sampai di tempat start yang sudah direncanakan, tidak lupa menyalakan strava dan berdoa sebelum mulai gowes. Udara yang segar pagi itu semakin menambah semangat ingin segera menjajal rute Bukit Menoreh. Sekitar 17 km pertama disuguhi jalan datar dengan pemandangan sawah terhampar luas, dan berhenti di Jembatan Kali Progo untuk sekedar foto-foto. Segmen datar ini sangat berguna untuk pemanasan karena sekitar 9 km ke depan akan menemui tanjakan panjang dan ada beberapa tanjakan yang terjal.

Gradient tanjakan di segmen ini berkisar antara 18% sampai dengan 26%. Tanjakan Pohon Beringin adalah salah satu tanjakan yang paling terjal, di tanjakan ini ada penduduk setempat yang menunggu untuk membatu mendorong mobil-mobil yang kesulitan naik, walaupun sudah menggunakan gigi satu. Di titik ini ditandai dengan sebuah pohon beringin besar di sebelah kiri jalan yang mungkin umurnya sudah puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun. Sangat terasa sekali inilah suasana Bukit Menoreh.

Goa Kiskendo – Bukit Menoreh
Foto : Usman M
Goa Kiskendo – Bukit Menoreh
Foto : Usman M

Selepas 2 km dari tanjakan Pohon Beringin disuguhi pemandangan Kebun Tebu Gendhu yang sedang berbunga putih keunguan, terhampar luas seperti permadani dari Turki. Tidak jauh dari kebun tebu jalan mulai agak landai bahkan datar menjelang Goa Kiskendo, akhirnya bisa juga sampai di goa yang terkenal ini sekitar jam 11.30. Nampaknya tidak jauh dari goa ini merupakan daerah perbatasan antara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, dari peta tampak garis perbatasan membentang hampir di tengah-tengah Bukit Menoreh.

Dari Goa Kiskendo jalan mulai rolling dan diakhiri dengan tanjakan panjang menunju Gunung Gajah. Bila pada puncak musim durian maka katanya di sepanjang jalan ini banyak yang menjual durian Menoreh yang terkenal enak. Sebelum ujung tanjakan Gunung Gajah di pertigaan Sermo – Girimulyo mampir warung untuk istirahat, di sini agak lama istirahat karena harus makan dan lain-lain.

Warung Durian – Bukit Menoreh
Foto : Usman M

Gunung Gajah merupakan tempat tertinggi dalam rute loop Bukit Menoreh ini, yaitu sekitar 734 mdpl. Selepas ini akan menemui turunan panjang 7 km dan ada beberapa yang ekstrim, menurut Strava gradient-nya ada yang sampai -48%. Akhir dari segmen turunan ini adalah Waduk Sermo.

Menurut beberapa sumber Waduk Sermo yang terletak di Kabupaten Kulonprogo ini dibangun pada tahun 1994-1996 yang digunakan untuk mendukung sistem irigasi daerah Kalibawang. Selain itu juga selama ini Waduk Sermo dimanfaatkan sebagai sumber air bersih oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Karena keindahannya waduk ini juga dijadikan tempat wisata dan camping ground.

Menyusuri pinggiran Waduk Sermo merupakan menu terakhir dari Bukit Menoreh Loop ini, track datar sejauh 13 km dengan pemandangan yang indah seolah-olah menjadi menu relaksasi setelah menjalani gowes dengan tanjakan terjal dan turunan ekstrim. Tidak bisa berlama-lama di waduk ini karena hari sudah mulai sore dan harus menempuh segmen terakhir sejauh 26 km menuju tempat finish Gamping.

Waduk Sermo – Bukit Menoreh
Foto : Usman M

Alhamdulillah akhirnya bisa menyelesaikan Gowes Legenda Bukit Menoreh ini seperti yang telah direncanakan sebelumnya, tepat pada jam 17.30 sampailah di Gamping kembali. Terima kasih banyak kepada seorang ibu penduduk Bukit Menoreh yang telah menyuguhkan air teh hangat dikala tak ada satu warungpun di segmen sebelum Kebun Tebu Gendhu. Terima kasih juga kepada sahabat Pak Ashari yang telah meminjamkan sepeda Folker-nya, antar-jemput ke Gamping serta traktiran Soto Ngadipiro-nya.

(Usman Muthalib)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by