Gowes Aman di Tengah Pandemi Corona

Goweser di Jogja sedang menyusuri jalanan di pedesaan Foto : Chandra Adi N

Pandemi Corona yang melanda Indonesia dan dunia praktis membuat aktivitas atau kegiatan di luar ruang menjadi berkurang. Apalagi Pemerintah Indonesia saat ini juga melakuan pembatasan aktivitas kegiatan berkumpul dan kegiatan di luar rumah. Hal ini tentu berdampak terhadap para penghobi olahraga bersepeda.


Di Yogyakarta, sejumlah event bersepeda sudah dibatalkan, dan sudah sekitar 3 minggu aktivitas bersepeda para goweser mulai berkurang. Seperti yang terlihat di Warung Ijo Pakem Sleman Yogyakarta. Warung yang merupakan tempat pit stop bagi goweser yang hendak menuju kawasan Kaliurang ini, pada hari Minggu (6/3/2020) pagi tidak terlalu ramai seperti biasanya.

Meski demikian masih terlihat sejumlah goweser dari komunitas ataupun individu yang istirahat disana. Yuli Nugroho salah seorang goweser dari Demangan Yogyakarta mengaku, ia baru mulai lagi bersepeda setelah 2 minggu vakum. “Biasanya saya rutin bersepeda jarak pendek setiap hari dan jarak jauh tiap Sabtu dan Minggu” kata Yuli Nugroho.

Warung Ijo tempat ngumpul goweser di Pakem Sleman Yogyakarta
Foto : Chandra Adi N

Dengan adanya wabah Corona, goweser berusia 53 tahun ini sebenarnya khawatir jika berkegiatan di luar, namun karena merasa jenuh dan terbatasnya jika berolahraga di dalam rumah, maka ia memutuskan untuk bersepeda dan tetap mengikuti anjuran pemerintah, yakni dengan menghindari kerumunan, selalu memakai masker, dan menjaga kebersihan dengan selalu membawa pembersih tangan.

Hal serupa juga dikatakan Yulianto, goweser dari komunitas Sanggrahan Onthel Club ini mengaku, ia bersama komunitasnya sudah mengurangi aktivitas gowesnya sejak mulai pandemi Corona di Yogyakarta. Jika pun harus gowes di luar, ia dan komunitasnya selalu mengutamakan safety, yakni dengan menggunakan masker, serta menjaga jarak dengan goweser lain.
Lalu bagaimana sebenarnya bersepeda yang aman di tengah pandemi Corona. Mengutip dari laman www.cnbcindonesia.com, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, ada potensi stres ketika seseorang tetap tinggal di dalam rumah dan fokus mengawasi kasus-kasus dan jumlah korban jiwa dari virus Corona yang terus meningkat di seluruh dunia, dan itu bisa berdampak buruk.

Untuk itu WHO merilis rekomendasi tentang bagaimana agar tetap sehat di tengah krisis corona. Diantaranya adalah :

  1. Makan makanan sehat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda.
  2. Berolahraga setidaknya selama 30 menit sehari untuk orang dewasa dan satu jam sehari untuk anak-anak.
  3. Dan jika diijinkan pergi ke luar, berjalan-jalan, berlari, atau bersepeda sambil menjaga jarak aman dari orang lain
Pesepeda Yuli Nugroho
Foto : Chandra Adi N

Namun demikian memang sebaiknya untuk saat ini para goweser tetap mengurangi aktivitas di luar jika memang tidak terlalu urgent. Mengingat kasus penyebaran virus Corona yg belum menunjukan penurunan. Bagi goweser yg ingin tetap berolahraga bisa menggunakan biketrainer yg bisa dipasang di dalam rumah.

 Seperti yg dilakukan Iwan Effendi goweser asal kota Yogyakarta. Iwan yg biasa melakukan gowes dengan menggunakan roadbike ini mengaku, untuk saat ini dirinya lebih memilih gowes indoor dengan menggunakan Bike Roller Trainer. Selain lebih aman, dengan gowes indoor dia bisa melakukan aktivitas pekerjaan lain.

Sumber : www.cnbcindonesia.co

(Chandra Adi N)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by