Login

Register

Login

Register

Girboks Mengakhiri Era Derailleur?

Sistem Girboks Pinion yang menggantikan fungsi derailleur. Foto: Cyclingabout.com

Perpindahan rasio transmisi sepeda hingga saat ini kebanyakan masih menggunakan sistem derailleur. Rantai digelincirkan (derail) dari satu gigi ke satu gigi lainnya baik di bagian crank atau di roda sepeda. Perpaduan roda gigi yang dikembangkan saat ini bisa menjangkau rentang kecepatan yang sangat lebar, terutama untuk sepeda gunung.

Sistem derailleur mulai digunakan tahun 1905 melalui VĂ©locio, hasil karya Paul de Vivie yang merupakan sistem derailleur 2 percepatan. Desain sistem ini relatif tidak banyak berubah setelah SunTour mematenkan desain derailleur paralel miring tahun 1964. Setelah hak paten SunTour kadaluarsa tahun 1984, semua pabrikan menggunakan konstruksi derailleur paralel miring itu hingga kini.

Setelah 50 tahun lebih derailleur berjasamembantu pengendara sepeda, apakah sistem ini akan tetap digunakan, atau ada inovasi lain yang akan menggantikannya? Saat ini alternatif lain sistem penggantian percepatan sepeda adalah sistem girboks. Beberapa pabrikan yang memproduksi girbox untuk sepeda adalah Pinion dan Effigear. Selain itu, Honda pun sudah pernah bereksperimen dengan girboks untuk digunakan di sepeda downhill Honda RN-01 yang digunakan Greg Minaar dan Andrew Neethling. Girboks juga telah umum digunakan kendaraan bermotor.

Keuntungan sistem girboks adalah keandalan dan ketahanan terhadap keausan yang baik. Salah satu penyebabnya karena sistem ini membuat membuat komponen transmisi terhindar dari udara luar. Selain itu, tidak seperti derailleur, sistem ini tidak mempunyai komponen yang menggantung dari sepeda yang membuatnya rawan kerusakan. Beberapa sistem girboks memungkinkan pengoperan gigi transmisi dilakukan saat sepeda diam. Demikian pula di sepeda gunung, berat tak teredam suspensi (unsprung mass) akan berkurang sehingga sistem suspensi akan bekerja lebih optimal.

Honda RN01, sepeda dengan girboks yang sukses berlomba di nomor downhill. Foto: Trialscentral

Kelemahan sistem girboks saat ini adalah efisiensi tahanan (drag) yang belum sebaik sistem derailleur. Penggunaan gigi planet belum seefisien rantai dan sproket dalam meneruskan kayuhan, terutama saat berakselerasi. Kelemahan lainnya adalah bobot total yang lebih berat dari sistem derailleur.

Berita baru awal bulan November adalah Shimano mengajukan paten untuk sistem transmisi sepeda. Bukan transmisi derailleur yang diajukan patennya, melainkan sistem transmisi girboks (gearbox). Sistem ini membungkus seluruh komponen yang berkaitan dengan pemindahan rasio transmisi dalam satu unit yang ringkas.

Jika pemain besar seperti Shimano sudah mulai melirik sistem girbox, apakah sistem tersebut sudah mulai matang untuk digunakan secara massal?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *