Geometri Sepeda MTB (bagian 2/2)

foto : portalsepeda.com

Artikel sebelumnya telah dibahas mengenai 11 point yang menjadi faktor-faktor penting dalam geometrti sepeda MTB. Berikut ini point lainnya dilansir dari bikeradar.com :

  • Actual Seat Angle

Actual Seat Angle (sudut tempat duduk) yang sebenarnya saja tidak banyak memberi tahu Anda tentang cara bersepeda. Bentuk atau offset dari seat tube akan mempengaruhi posisi pengendara sebanyak Actual Seat Angle. Actual Seat Angle efektif mempertimbangkan kedua faktor tersebut.

  • Effective Seat Angle

Effective Seat Angle (ESA) memberikan indikasi yang sebenarnya tentang posisi duduk pinggul pengendara relatif terhadap pedal. Perhatikan bahwa menggerakkan sadel depan dan belakang pada relnya memungkinkan ESA disesuaikan sekitar 3 derajat.

Untuk sepeda dengan seat-tube lurus, ESA sama dengan actual seat angle. Namun bagi mereka yang memiliki seat tube yang bengkok atau offset (ini berlaku untuk kebanyakan sepeda full suspenson), ESA lebih curam dari sudut jok sebenarnya. Ini berarti ESA menjadi semakin lambat semakin tinggi seat post dipasang, sehingga pengendara yang lebih tinggi biasanya akan mengalami effective seat angle yang lebih lambat daripada pengendara yang lebih pendek.

Pada sepeda statis (seperti Anda akan mengikuti bike-fit) kebanyakan orang menemukan ESA sekitar 72 hingga 73 derajat memberikan posisi yang paling nyaman, ergonomis, dan bertenaga. Ini bervariasi tergantung pada fleksibilitas dan fisiologi individu. 

Oleh karena itu, semakin dekat sadel ke titik poros tersebut, semakin sedikit ia akan bergerak ke atas dan ke bawah untuk gerakan tertentu di poros belakang, sehingga semakin nyaman pengendaraannya. Karena alasan ini, sepeda  full suspenson menjadi lebih umum untuk memiliki ESA yang jauh lebih curam dari 72 hingga 73 derajat.

  • Tinggi Handlebar

Ini bisa dibilang aspek penanganan sepeda yang paling diremehkan. Tinggi handlebar dapat diatur dengan mudah dengan mengganti spacer dari atas dan bawah frame, atau jika perlu, dengan menukar antara handlebar dengan tanjakan yang berbeda.

Menaikkan palang handlebar memungkinkan pengendara untuk memindahkan bebannya ke belakang dengan lebih mudah. Ini dapat mengurangi kelelahan lengan, membuatnya lebih mudah untuk manual, dan dapat meningkatkan kepercayaan diri di medan yang curam.

Di sisi lain, tinggi palang handlebar yang lebih rendah mendorong sikap yang lebih agresif, yang dapat membantu membebani roda depan dalam belokan datar, mempercepat perubahan arah.

Tinggi palang handlebar juga menentukan seberapa bengkok siku pengendara, dan ini menentukan seberapa jauh pengendara dapat mendorong roda depan ke dalam lubang atau menyerap benturan.

  • Panjang Stem

Semakin panjang stem yang digunakan, semakin lapang kokpit pada sepeda. Ini juga dapat mempermudah untuk membebani roda depan melalui tangan di medan datar dengan memaksa beban pengendara ke depan dan mengurangi jarak horizontal antara tangan pengendara dan poros depan.

Stem yang lebih pendek memindahkan bobot pengendara lebih jauh ke belakang, membantu mengatasi medan yang curam dan kasar tanpa melesat ke depan. Namun, bentuk handlebar juga penting. Handlebar dengan lebih banyak backsweep memiliki efek yang mirip dengan memperpendek stem karena menempatkan tangan pengendara lebih jauh ke belakang.

  • Offset Fork

Offset fork yakni jarak antara poros depan dan sumbu kemudi fork (garis melewati bagian tengah head tube), yang kira-kira akan diputar fork saat mengemudikan. Produsen fork sekarang menawarkan beberapa fork dengan beberapa opsi offset garpu. RockShox menghasilkan offset 37mm dan 44mm di 650b, dan 42mm atau 51mm di fork 29in. Fork FOX memiliki nomor yang mirip.

Offset fork mempengaruhi jejak. Offset yang lebih panjang menghasilkan jejak yang lebih sedikit, yang membuat kemudi lebih ringan namun lebih berkedut. Sebaliknya, offset fork yang lebih pendek menambah jejak, yang membuat kemudi lebih stabil dan lebih berat terutama di tikungan curam atau bagian bergelombang.

Offset fork juga mempengaruhi bagian front-center (offset yang lebih pendek berarti sepeda yang lebih pendek), serta jarak antara tangan pengendara dan front axle. Karena alasan ini, menaikkan offset garpu bisa terasa seperti memendekkan frame, karena roda depan lebih jauh di depan tangan.

  • Jejak tanah / Ground Trail

Jejak tanah memberikan indikasi seberapa stabil kemudi sepeda nantinya. Secara teknis ini kurang akurat daripada jejak mekanis, tetapi lebih mudah untuk divisualisasikan dan ini adalah pengukuran yang paling mungkin Anda temukan di bagan geometri sepeda.

Ini dipengaruhi oleh tiga faktor: ukuran roda, sudut kepala, dan offset fork. Semakin lambat sudut kepala, semakin pendek offset atau semakin besar ukuran roda, semakin banyak jejak. Secara umum, semakin banyak jejak, semakin stabil kemudi. Ini karena ada gaya pemulihan saat kemudi diputar menjauh dari lurus ke depan, yang berfungsi untuk memusatkan sendiri kemudi ke depan. Gaya ini terkait dengan jejak tanah, tetapi seperti yang akan saya jelaskan, jejak mekanis adalah ukuran yang lebih baik untuk ini.

  • Wheel flop

Flop adalah aspek yang sedikit dibahas tetapi merupakan aspek penting dari geometri kemudi. Saat Anda memutar handlebar tanpa sepeda condong ke atas, head tube akan sedikit turun. Ini karena sumbu kemudi berada pada kemiringan (head angle), sehingga sepeda mengarah ke bawah saat sumbu kemudi berputar di sekitar patch kontak stasioner. Flop juga merupakan hasil dari torsi pada setang yang meningkatkan sudut kemudi (menjauh dari lurus ke depan), karena beban sepeda dan pengendara berusaha mencapai posisi terendah.

  • Geometri Sagged

Sepeda full suspension, suspensi belakang umumnya akan mengendap lebih jauh ke dalam perjalanannya daripada fork. Oleh karena itu, sudut akan sedikit mengendur, dan tinggi bottom bracket akan turun secara signifikan. Bergantung pada jalur poros suspensi belakang, bagian tengah belakang juga dapat menjadi lebih panjang pada posisi sag, tetapi pada sebagian besar desain, bagian rear-center akan memendek lagi lebih jauh ke dalam travel. Bagian front-center akan selalu memendek, terutama dengan head-angle yang kendur. Jumlah travel dan oleh karena itu jumlah sag menentukan seberapa banyak geometri akan berubah.

  • Geometri dinamis

Geometri dinamis mengacu pada posisi rata-rata suspensi saat sepeda dikendarai di atas bagian medan tertentu.Karena peredaman kompresi biasanya jauh lebih ringan daripada redaman pantulan, sepeda gunung cenderung duduk lebih dalam dalam perjalanannya saat berkendara melalui medan yang kasar, sehingga ketinggian pengendaraan yang dinamis biasanya lebih dalam daripada posisi sag.

Geometri dinamis paling berguna sebagai konsep kualitatif (bukan kuantitatif), untuk membandingkan pengaturan yang berbeda. Misalnya, meningkatkan redaman kompresi pada fork akan meningkatkan ketinggian pengendaraan dinamis di medan yang kasar, sehingga menaikkan dan mengendurkan geometri dinamis sepeda.

Sumber : Bikeradar.com

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by