Ditjen Pajak: “Jika Memiliki Sepeda Silakan Memasukannya Kedalam SPT Tahunan”

Pesepeda / Foto : portalsepeda.com

Baru-baru ini Ditjen Pajak RI mengingatkan kepada masyarakat (khususnya pesepeda) untuk mendaftarkan atau melaporkan sepeda dalam daftar harta di SPT Tahunan. Hal itu diungkapkan melalui cuitan di akun Twitter @DitjenPajakRI beberapa hari yang lalu.

“KawanPajak, jika memiliki sepeda, baik untuk alat transportasi, olahraga, atau hobi, silakan memasukkannya ke dalam daftar harta di SPT Tahunan dengan kode harta 041. Selamat bersepeda di akhir pekan dan sehat selalu.” Tulis Ditjen Pajak melalui cuitan akun twitter @ditjenpajakri (21/02/21).

SPT Tahunan dilansir dari pajak.go.id adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Dalam hal ini, sepeda masuk dalam harta alat transportasi kode 041. Penghitungan SPT Tahunan bertujuan untuk melaporkan pajak terkait pembayaran dan perhitungan pajak dan objek pajak penghasilan.

“Saudara dapat secara mandiri melakukan pengisian SPT tanpa tatap muka dengan panduan yang ada di laman www.pajak.go.id/laportahunan,” ujar Ditjen Pajak dalam surat elektronik berisi pemberitahuan, awal Februari lalu.

Ditjen Pajak pun menjelaskan, harta yang dilaporkan dalam SPT adalah barang yang bersumber dari penghasilan dan tidak habis dikonsumsi.
Pengeluaran untuk konsumsi misalnya yakni makan, minum, kebersihan, listrik, air, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Kemudian juga biaya sekolah serta biaya perawatan kendaraan. 

Di dalam penjelasan tersebut dikatakan, harta tak selalu dalam bentuk klasik seperti rekening tabungan atau deposito. Banyak jenis harta lain yang dapat dipersamakan dengan tabungan, karena sifatnya yang menyimpan harta. 

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Neilmaldrin Noor menjelaskan yang dilaporkan wajib pajak dalam laporan SPT adalah penghasilan. Sedangkan harta yang dilaporkan tidak dipajaki.

“Tidak (dipajaki). Pajak penghasilan dikenakan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh. Bukan sepeda dipajaki, sepeda dilaporkan ke dalam daftar harta di SPT tahunan saja,” kata Neilmaldrin kepada detikcom, Selasa (23/2/2021).

Nah, bagaimana tanggapan sobatportal mengenai hal ini , sudahkah mendaftarakan sepedanya kedalam SPT Tahunan ?

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by