DEKLARASI BERSEPEDA AMAN

foto: instagram/b2w_indonesia

Mengakui manfaat bersepeda bagi kesehatan, produktivitas, dan kehidupan kota yang lebih sehat dan layak huni karena udara jadi bersih, kemacetan berkurang, serta kecelakaan lalu lintas bisa dicegah.

Mengingat persoalan-persoalan akut perkotaan berupa polusi udara (dan suara), yang berdampak kepada pola iklim; kemacetan; kecelakaan lalul lintas; dan juga gaya hidup malas bergerak, juga adanya pandemi Covid-19 yang berpotensi menghalangi upaya mencapai Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs).

Mengakui perlunya langkah-langkah yang tak biasa dan berani untuk mengatasi masalah-masalah tersebut serta perlunya dukungan, kerjasama, dan koordinasi semua pihak terkait, para pemangku kepentingan, di semua tataran dalam memanfaatkan sepeda sebagai salah satu alat transportasi pendukung mobilitas dan konektivitas cerdas (smart mobility) yang masuk akal guna mencapai Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Mempertimbangkan adanya Agenda Baru Perkotaan (New Urban Agenda) yang mempunyai prinsip dan komitmen untuk tidak menelantarkan siapapun, mewujudkan ekonomi perkotaan yang inklusif dan berkelanjutan, dan menekankan adanya lingkungan hidup berkelanjutan serta membawa paradigma baru dalam pembangunan kawasan perkotaan, tata kelola pemerintahan yang baik dan kolaborasi multi pihak, serta berorientasi pada manusa dan responsive terhadap usia dan gender yang sudah diadopsi Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perumahan dan Pembangunan Perkotaan yang Berkelanjutan pada 2016 dan sudah diterjemahkan ke dalam Indikator Nasional Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia terutama di Tujuan 11 mengenai kota berkelanjutan.

Menegaskan kembali visi dan misi B2W Indonesia, yakni terciptanya kualitas hidup yang lebih baik dengan bersepeda serta meningkatkan jumlah pengguna sepeda untuk beraktivitas sehari-hari.

Dengan ini B2W bersama-sama dengan Road Safety Association Indonesia (LSM Keselamatan Jalan) dan Koalisi Pejalan Kaki memutuskan untuk:

1. Menganjurkan kepada pemerintah, pusat maupun daerah, agar mendukung dan menyelenggarakan dengan sungguh-sungguh sistem transportasi yang ramah lingkungan, tidak menimbulkan kemacetan, melindungi keselamatan penggunanya, dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat secara umum dimana konsep mobilitas dan konektivitas yang cerdas diprioritaskan.

2. Mendesak semua pihak lebih berkomitmen mendorong upaya pelaksanaan kebijakan penggunaan sepeda sebagai sarana bermobilitas di perkotaan, diantaranya melalui pengadaan jalur sepeda sebagai mandat dari Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 , PP No. 79/2013 dan PerMenHub No 59/2020 tentang Lalu Lintas, Angkutan Jalan, dan Keselamatan Berlalu Lintas melalui instrumen kebijakan operasional di tingkat sub-nasional dan lokal serta melibatkan masyarakat secara aktif dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut untuk memastikan adanya masukan dan umpan balik yang baik guna peningkatan pelaksanaan kebijakan ke depan.

3. Mendorong aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, tetap aktif dan lebih kuat mengawal kebijakan pemerintah yang telah mengupayakan pengadaan jalur sepeda dan infrastruktur bersepeda lainnya untuk memastikan prinsip berbagi jalan yang baik dengan pengguna jalan lainnya.

4. Meminta lembaga legislasi, pusat maupun daerah, untuk mengubah pola pikir dalam isu-isu pembangunan kota dan sistem transportasinya agar bisa melihat, memahami, dan berpendapat selaras dengan Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang berpusat pada manusia dan inklusif.

5. Mendorong perilaku hidup sehat dalam bersepeda dengan memperhatikan situasi pandemi Covid-19 agar mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah sesuai dengan KePres No 11/2020 tentang kedaruratan Covid-19 dan InPres No 6/2020 tentang penegakan disiplin dan hukum terkait protokol kesehatan.

6. Mendorong keterhubungan daerah-daerah di Kawasan kota melalui sistem transportasi terpadu dimana penggunaan sepeda menjadi prioritas dalam mendukung fasilitas transportasi publik yang sudah disediakan serta mendorong kolaborasi multi pihak untuk memastikan adanya lebih banyak akses untuk sepeda dalam fasilitas-fasiltas transportasi publik yang sudah ada seperti kereta dan bus.

7. Mendorong peluang-peluang pengembangan usaha dan ekonomi lokal yang bertumpu pada penggunaan sepeda di Kawasan perkotaan dan pedesaan dan mengundang inovasi model usaha yang adil dan investasi saling menguntungkan dari banyak pihak dalam memajukan budaya hidup bersepeda.

8. Selalu menjaga aturan berdasarkan perundang-undanganan yang berlaku beserta penegakkan hukumnya, demi upaya kenyamanan dan kemanan seluruh pengguna jalan.

9. Menjaga Peraturan jangan sampai dirubah demi kepentingan segelintir kelompok dengan mengorbankan aturan, etika dan keselamatan pesepeda dengan dalih diskresi.

10. Menegaskan kembali bahwa bersepeda pada ruang publik/bersama diutamakan untuk pola transportasi bukan sarana olah raga,

11. Menghimbau untuk para pelaku sepeda untuk berolahraga dapat menggunakan fasilitas-fasilitas tertutup khusus olah raga, dengan tidak menggunakan jalananan umum.

foto: instagram/b2w_indonesia
foto: instagram/b2w_indonesia

Sumber: ditulis ulang dari “Deklarasi Bersepeda Aman” yang dibuat oleh B2W Indonesia (B2W), Road Safety Association (RSA), Koalisi Pejalan Kaki (KoPeKa)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by