Cerita Bersepeda : Gowes Track Burata (Burangrang – Cirata)

Track Burata / foto : portalsepeda.com

Track Burata (Burangrang – Cirata) merupakan salah satu track sepeda “offroad” di kawasan Kabupaten Bandung Barat. Panjang lintasan track Burata ini sekitar 30 km, kita akan disuguhi vegetasi hamparan perkebunan teh, perkebunan sayur, hutan pinus dan hutan karet. Karena lintasannya cukup panjang, bagi yang baru pertama kali diwajibkan menggunakan jasa marshall alias guide.

Minggu pagi (05/07/20) portalsepeda.com bersama kawan-kawan dari komunitas RCB (Riders Community Bandung) berangkat menggunakan pick-up alias loading dari kawasan Kota Baru Parahyangan menuju Desa Cipada Kabupaten Bandung Barat.

Meski ada beberapa jalur yang kondisinya berupa makadam, mayoritas kondisi jalur disini merupakan tanah merah. Jadi tidak terlalu ekstrim bagi pemula. Seblum mengakhiri track Burata ini kita akan melintasi Jalur Turunan Jumanzaef. Ini merupakan jalur baru, pengganti jalur Jumanji yang ditutup karena cukup ekstrim. Sehingga digantikan dengan jalur Jumanzaef ini.

Total waktu yang kami habiskan untuk “melahap” track Burata ini kurang lebih 8 jam perjalanan santai dengan bersepeda. Jadi bagi sobat portalsepeda yang ingin menjajal track ini harap siapkan fisik dan kondisi sepeda yang prima termasuk juga perbekalannya.

Jalur diantara semak belukar di Track Burata / foto : portalsepeda.com
Melintasi hutan karet di Track Burata / foto : portalsepeda.com
Waduk cirata dari kejauhan / foto : portalsepeda.com
Pemandangan perkebunan Pisang di Track Burata / foto : portalsepeda.com

Track Burata ini juga banyak diposting atau dikisahkan oleh para pesepeda di media sosial. Salah satunya adalah Asep Irham yang menjajal track Burata ini bersama rekan-rekannya dari komunitas Bio Cycling beberapa waktu lalu, seperti yang dituliskan seperti berikut ini :

Perjalanan kali ini mengobati kangen bersepeda “ngaprak” atau All Mountain setelah mungkin hampir setahun tidak gowes jauh bertipe All Mountain.

Awalnya saya mau nekat jalan hanya bermodal GPS dan memori ke Burata tahun 2017. Tapi mengingat track alami selalu berubah, akhirnya saya urungkan niat tersebut dan mencari marshall. Alhamdulillah, setelah kontak sana sini, akhirnya bertemu dengan yang bersedia menjadi marshall.

Awal petualangan Burata dimulai di Desa Cipada. Ada warung untuk sarapan, dan untuk menuju tempat start harus dorong sepeda dulu sampai pos Jagawana. Tiket masuk 15.000 per orang dibayar di pos Jagawana.

Ada yang menarik di rombongan gowes Bio Cycling , salah satu anggota kami, Ksatria Ismujati membawa sepeda gravelnya Pias Cycles Scarab untuk bersenang2 di Burata, ini epic. Saya sendiri belum sampai ke level itu. Luar biasa.

Komunitas Bio Cycling saat bersepeda di Track Burata / foto : Asep Irham
Menjajal Track burata menggunakan sepeda gravel / foto : Asep Irham
Pemandangan di Track Burata / foto : Asep Irham

Petualangan Burata selalu mengesankan. Apapun sepedanya, kita bakal disuguhi track yang lengkap bahkan untuk sepeda gravel pun bisa. Walau pada beberapa section sepeda tersebut harus dipanggul. Di awal akan ada single track licin tepi jurang, kemudian memotong kebun teh, jalan kampung dan perumahanan warga, melewati jalan bebatuan sebesar kepala bayi, jalur rimbun semak semak, tengah hutan, hingga menyebrang sungai.

Saya sendiri mengalami pengalaman yang sangat membuka mata. Dengan sepeda yang memang bertipe All Mountain atau Enduro, petualangan ini jauh lebih bisa saya nikmati. Alhamdulillah sangat bersyukur dengan hal ini. Dibandingkan dengan terakhir kesini di 2017 dengan sepeda XC (Cross Country) atau Trail, sepeda sekarang bisa saya bawa dengan kecepatan dan kontrol lebih baik, serta kenyamanan dan keamanan lebih tinggi. Jadi bertualang kemana lagi kita ? **

simak videonya disini :

(Agus Septian Heryanto)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by