Cara Mudah Setting RD (Rear Derailleur)

RD (Rear Derailleur) / Foto : portalsepeda.com

Salah satu kendala teknis yang sering terjadi pada sepeda adalah setelan RD (Rear Derailleur) yang tidak sesuai. Ada beberapa efek jika setting-an RD
(Rear Derailleur) tidak ‘pas’ antara lain :

  1. RD (Rear Derailleur) yang berbunyi saat dikayuh
  2. Rantai yang susah berpindah (tidak presisi) saat melakukan shifting
  3. Posisi gigi/speed berbeda dengan posisi pada shifter
  4. Gigi pindah sendiri saat dikayuh
  5. Rantai keluar sprocket (tersangkut pada as roda dan/atau tersangkut pada jari-jari ban belakang sepeda)

Maka dari itu penting bagi sepeda untuk dapat melakukan setting RD
(Rear Derailleur) dengan benar. Kita hanya perlu beberapa alat saja, yakni :

1.Obeng

2. Kunci Pas

3. Standar duduk

Pada umumnya sebagian besar Untuk RD (Rear Derailleur) jadul atau vintage biasanya menggunakan obeng . Namun ada juga beberapa RD (Rear Derailleur) yang harus menggunakan kunci L untuk penyetelannya.

Sebelum mulai melakukan setting RD (Rear Derailleur) kita harus pahami terlebih dahulu bagian-bagian (baud) yang ada pada RD. Ada 5 (lima) bagian utama dalam setting RD (Rear Derailleur) yang harus kita ketahui masing-masing, antara lain :

1.Baut Low Limit, fungsinya untuk mengatur RD (Rear Derailleur) agar pergeseran rantai sepeda pada saat dilakukan shifting ke gear sprocket paling besar tidak offside atau “loncat” ke jari-jari sepeda.

Baut Low Limit / Foto : portalsepeda.com

2. Baut Tension Adjuster, fungsinya untuk mengatur pergerakan RD (Rear Derailleur) kedepan dan kebelakang. Imbasnya akan menjadi rantai tegang dan/atau tidak.

Baut Tension Adjuster / Foto : portalsepeda.com

3. Baut High Limit, fungsinya untuk mengatur RD (Rear Derailleur) agar pergeseran rantai sepeda pada saat dilakukan shifting ke gear sprocket paling kecil tidak offside atau “loncat” ke as sepeda.

Baut High Limit / Foto : portalsepeda.com

4. Barrel Adjuster, fungsinya untuk mengatur ketegangan kabel shifter. Namun tidak semua RD (Rear Derailleur) memiliki barrel adjuster pada RD (Rear Derailleur).

Barrel Adjuster / Foto : portalsepeda.com

5. Pulley, merupakan bagian dari RD (Rear Derailleur) yangmempunyai 2 (dua) gear kecil yang berfungsi sebagai katrol.

Pulley / Foto : portalsepeda.com

Cara mengatur / setting RD (Rear Derailleur) sebetulnya sangat mudah, berikut tipsnya sesuai dengan kendala yang berbeda :

1.RD (Rear Derailleur) berbunyi saat dikayuh perpindahan gigi tidak smooth, gigi terkadang pindah sendiri.

Ini terjadi karena settingan kabel shifter kita tidak sesuai. Caranya kita hanya perlu memutar ke arah kananbarrel adjuster untuk menyetting ulang ketegangan kabel shifter. Tujuannya agar posisi rantai lurus antara posisi rantai pada sprocket dan posisi rantai pada pulley.

2. Shifter dan RD (Rear Derailleur) tidak sinkron.

Ini terjadi karena setting-an baut high limit kita kurang presisi sehingga harus di setting ulang ketegangannya. Putar ke kanan untuk mengencangkan bautnya dan sebaliknya.

3. Rantai sepeda terlepas dari sprocket saat gear paling besar.

Ini terjadi karena posisi pulley tidak lurus antara posisi gear gigi yang digunakan. Caranya kita hanya perlu setting baut high limit kita kurang presisi sehingga harus di setting ulang ketegangannya.

4. Rantai sepeda terlepas dari sprocket saat gear paling kecil.

Ini terjadi karena posisi pulley tidak lurus antara posisi gear gigi yang digunakan. Caranya kita hanya perlu setting baut low limit kita kurang presisi sehingga harus di setting ulang ketegangannya.

5. Rantai sering berpindah gigi sendiri.

Ini bisa diakibatkan oleh kondisi ketegangan dari rantai sepeda kita yang kurang tegang. Caranya kita harus setting ulang baut tensioner adjuster agar presisi tidak terlalu longgar atau terlalu kencang. Yang perlu diperhatikan adalah sudut dari RD (Rear Derailleur)nya, sejajarkan antara pulley dengan posisi gear yang sedang digunakan.

Saat melakukan setting RD (Rear Derailleur) yang perlu diperhatikan adalah harus diimbangi dengan pemutaran pedal agar dapat mengetahui perpindahan rantai sudah tepat atau belum. Selain itu mungkin perlu sedikit kesabaran dan ketelitian karena mungkin kita perlu beberapa kali mengulang. Hal utama dari setting baut low limit ataupun baut high limit adalah mensejajarkan pulley dengan gear belakang pada saat digunakan. Semoga bermanfaat, salam gowes.

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by