“Bus For Bike”, Harapan Baru Bagi Pegiat Sepeda

Trayek reguler untuk sepeda MTB setiap hari Sabtu dan Minggu / Foto : dok. DAMRI

Entah kenapa sejak terjadinya euforia bersepeda di masa new normal Covid-19 aktivitas pesepeda menjadi sorotan masyarakat banyak begitu masif. Sayangnya, berita-berita miring yang dilakukan oleh sejumlah pesepeda yang keliru malah menjadi viral.

Berita-berita miring tersebut membuat prihatin miris dan sempat membuat sesak para pegiat sepeda di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang menghadapi berbagai cercaan sejumlah netizen diberbagai media sosial.

Parahnya, berita-berita miring tersebut diserap masyarakat begitu saja sehingga menyamaratakan (generalisir) semua pesepeda berprilaku keliru tanpa melihat bahwa  pesepeda tidak semuanya begitu.

Padahal ada banyak pesepeda yang senantiasa beretika. Ada banyak yang tengah berjuang mengkampanyekan bersepeda tertib. Ada yang tengah melakukan upaya-upaya membuat kota sepeda dan kota ramah bagi pesepeda. Namun berita-berita pesepeda menebar kebaikan tersebut justru tenggelam dan dianggap angin lalu.

Trayek reguler untuk seli / Foto : Dok. DAMRI

Terlepas dari semua itu, makin maraknya aktivitas bersepeda juga telah memicu daya tarik banyak pihak untuk mendukung aktivitas bersepeda sebagai sebuah solusi dalam rangka mengurangi kemacetan. Salah satunya adalah perusahaan umum berbasis angkutan publik DAMRI (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia) dengan mengusung rencana program bertajuk Bus For Bike.

Progam tersebut sekaligus dalam rangka mendukung Program Langit Biru, gerakan Jum’at Bersepeda bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bandung serta memfasilitasi sarana angkutan pesepeda di Bandung Raya.

FGD dengan pegiat sepeda lipat

Pada hari Kamis (10/12/2020) Perum DAMRI Bandung mengadakan sebuah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Sarana Transportasi Untuk Pesepeda”, membahas sosialisasi rencana program Bus for Bike dengan mengundang beberapa pegiat sepeda lipat dari berbagai komunitas pesepeda terutama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Pesepeda se-Bandung Raya.

Komunitas-komunitas tersebut adalah Cepot Lipet Bandung (CLB), Bandung Lipat Kuning (Balikin), Dahon Classic Indonesia (DCI), Lipetilu, Tripold Owner Community (TOC), Cycling59, Epic Bandung, Cimahi Folding Community (Cifoc), Noris Owner Community (NORC) Bandung, Folding Bike Bandung Barat (Foldbar), Sepeda Lipat Pinus (Selipin), Lipat Bandung Selatan dan Sekitarnya (Libass), Sepeda Lipat Bandung (Sel-B), Kompaker, Brokokok, Brompjon, Seli BLA, Seli:isme, Sepeda Lipat Peleton (Slipen), Trisixty Bike Indonesia, (Bandung), Ecosmo, Women Cycling Community (WCC), Rombongan Ulin Deukeut (Rudet), Laux, Bandung Folding Bike (BFB), Pitlipeut, Bandung Folder, Nicks Bandung, Troybars, Bandung Ngaboseh Seli, dan Boseh Lipat Bandung (BLB).

FGD Damri bersama Pegiat Sepeda Lipat / Foto : Dok. DAMRI

Hasil diskusi ringan tersebut yaitu :

1.Pihak DAMRI menyediakan Bus For Bike (3 tahap)

Tahap 1 : Untuk Seli (kapasitas bangku kurang lebih 20 unit, sisanya bisa berdiri)

Tahap 2 : Untuk MTB/RB (masih dalam proses desain)

Tahap 3 : Booking Bus untuk trip

2. Jalur yang disediakan sama seperti jalur Bus DAMRI biasanya, total 11 jalur dan nantinya akan ada penambahan jalur lagi (Lembang dan lain-lainnya, menunggu kordinasi dengan Propinsi).

3. Setiap BFB nanti akan ditandakan dengan stiker di Bus nya.

4. Untuk fasilitas ini tetap di tarifkan mulai dari 4000-10000.

5. Total unit BFB rencananya sebanyak 50 sampai 70 unit.

6. Persiapan ini akan terus berkembang, sekarang masih tahap inovasi dan pengembangan.

7. Nanti akan ada pertemuan selanjutnya, setelah hasil pertemuan pertama tersebut di koordinasikan ke pihak pemerintah baik kota maupun provinsi, dan sebagainya.

Angkutan Borongan Untuk Melayani Trip Sepeda sesuai permintaan / Foto : Dok. DAMRI

Program ini baru niat awal dari General Manager (GM) DAMRI Bandung, Ahmad Daroini, yang diberi kebebasan oleh direksi untuk berinovasi agar jumlah konsumen meningkat. Secara kebetulan beliau hobi gowes juga.

Pertemuan awal tersebut masih berupa permohonan saran mengenai sarana dan prasarana yang seharusnya ada dan bagaimana. Untuk sementara memang fokus pada sepeda lipat, karena dipandang cost-nya lebih murah, cukup dengan melepas beberapa kursi duduk penumpang. Lebih jauh, DAMRI sebagai operator masih perlu izin dari regulator dalam hal ini Dinas Perhubungan, jadi fasilitas Bus For Bike ini mungkin belum bisa dinikmati dalam waktu dekat.

Semoga rencana program DAMRI Bus For Bike bisa segera terwujud dan benar-benar dimanfaatkan oleh para pegiat sepeda dengan baik. Harapannya menjadi penyemangat para pegiat sepeda dan memicu perusahaan sejenis atau lainnya untuk mendukung aktivitas bersepeda. Salam boseh dan go green.

Bus For Bike / Foto : Dok. DAMRI

(Cucu Hambali – Bersepeda itu Baik)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by