Boost, Jejak Lebar Sepeda Gunung

Hub belakang sepeda yang menggunakan standar Boost. Foto: Pinkbike

Pesepeda gunung saat ini banyak yang sudah mengenal standard “Boost ” di sepeda gunung. Beberapa merk sepeda mempromosikan spesifikasi ini yang memiliki keunggulan frame yang lebih stabil dan kaku (rigid) digunakan, terutama di medan yang kasar.

Portalsepeda – Trek Remedy 2015, sepeda pertama yang menggunakan standar Boost. Foto: Enduro Mountain Bike Magazine

Standar Boost mulai dikenal sejak akhir tahun 2014, saat pabrikan Trek meluncurkan jajaran sepeda tahun 2015. Standar Boost digunakan di sepeda 29”. Trek mengklaim sepeda 29” mereka sama kakunya dengan sepeda 27,5” mereka. Diawali dengan standar hub belakang, namun berikutnya hub depan pun ikut melebar mengikuti roda belakang. Standard Boost menggunakan lebar hub yang lebih lebar dari hub standard. Hub belakang melebar 6 milimeter dari 142 milimeter ke 148 milimeter. Hub depan melebar 10 milimeter menjadi 110 milimeter dari 100 milimeter.

Apakah itu saja perbedaan dari Boost? Melebarnya hub belakang membawa konsekuensi komponen transmisi semakin melebar pula. Perbedaan lebar masing-masing sisi membuat komponen transmisi ikut melebar pula dengan jarak yang sama. Komponen transmisi yang terpengaruh adalah lebar chainline dari crank. Jarak gigi chainring tipe standar berjarak 49 milimeter dari titik tengah sepeda, menjadi 52 milimeter jika sepeda tersebut sudah menggunakan standar Boost.

Kenapa pabrikan sepeda mau repot-repot mengeluarkan standar baru? Standar baru membuat pabrik komponen harus mengatur ulang mesin produksi mereka. Demikian pula tidak kompatibelnya komponen dengan standar baru dan komponen sebelumnya menyulitkan pabrikan dalam kontinuitas penyediaan suku cadang dan inventori stok produk mereka.

Standar Boost pada Hub dan Crank. Foto: Enduro Mountain Bike Magazine

Area di belakang bottom bracket adalah tempat paling padat yang harus diperhatikan saat mendesain sepeda. Di sepeda gunung hingga 2010-an, daerah ini harus mengakomodir ban, chainstay, derailleur depan, dan gir yang merupakan bagian dari crank. Untuk mendapatkan sepeda gunung yang responsif idealnya panjang chainstay, atau jarak dari bottom bracket hingga as belakang harus dibuat sependek mungkin.

Dengan ukuran roda yang tetap (atau malah cenderung membesar), dicari cara untuk mengurangi kepadatan area di belakang bottom bracket. Solusinya adalah menghilangkan komponen, memindahkan komponen, atau melebarkan komponen. Di sepeda gunung modern sudah tidak terdapat derailleur depan. Beberapa sepeda sepeda memindahkan chainstay dengan desain asymetrick dropped chainstayatau elevated chainstay. Solusi selanjutnya adalah melebarkan crank sehingga ban yang lebih lebar dapat digunakan.

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by