Bikecamping di Batukuda

foto : instagram.com/federalove_cycling

Objek wisata di kawasan Bandung seolah tak ada habisnya untuk dikunjungi. Mulai dari wisata buatan hingga wisata alam semuanya tersaji di kota peuyeum ini. Wana wisata alam yang sudah lama berdiri adalah Batukuda. Batukuda tak menyajikan tempat berkemah dan jalur pendakian menuju puncak Gn. Manglayang, namun juga menyajikan track alam untuk bersepeda.

Dalam urusan bersepeda saya sangat menyukai jalur yang sepi dari kendaraan dan banyak pepohonan. Jarak tempuh pun sangat saya perhatikan agar perjalanan dapat berjalan efektif alias tidak kejauhan agar tidak melalaikan tugas kantor yang harus dikerjakan sepulang gowes. Batukuda pilihan gowes saya minggu lalu. Jaraknya tak lebih dari 20 km dari tempat tinggalku. Sudah 6 tahun belakangan ini saya menggandrungi sepeda bergenre biketouring dan bikecamping. Sehingga setiap kali bersepeda mayoritas saya menggunakan sepeda besi buatan Indonesia yang kala itu berjaya pada era 90-an. Memang jika diperhatikan sepeda besiku ini sudah terlihat berkarat dan cat nya sudah mulai pudar. Namun bagiku setiap karat dan ‘’codet’ yang ada di sepeda jadul ini memiliki ceritanya tersendiri.

Sabtu pagi dimana masih disibukkan oleh tugas kantor membuat saya baru bisa berangkat gowes pukul 14.30 WIB. Dari Jl. Cikutra Bandung ku arahkan sepeda ini menuju timur menyusuri jalan raya Cicaheum – Cibiru. Di akhir pekan seperti ini jalanan sudah mulai macet meski waktu baru menjelang sore, apalagi di jalur ini banyak bus yang lalu – lalang baik menuju ataupun dari Terminal Cicaheum Bandung.

foto : instagram.com/federalove_cycling

Satu jam berlalu gowes diantara kepadatan kendaraan saya beristirahat di pom bensin Cibiru. Karena kompor yang biasa dibawa berkemah sedang rusak jadi saya harus membungkus nasi untuk santap santap malam dan pagi. Sebuah warteg di depan pom bensin tersebut pun langsung saya datangi. Menu ikan pindang, opor ayam, kentang mustofa, rolade dan telor ceplok masuk kedalam pannier dengan dibungkus secara terpisah. Awalnya sempat ragu untuk berkemah tanpa membawa kompor. Tapi berhubung tugas – tugas kantor sudah beres dan butuh refreshing saya tetap memutuskan untuk bikecamping di Batukuda. Bikecamping ini juga sembari ajang latihan gowes full pannier sebelum perjalanan touring selanjutnya.

Sama seperti kebanyakan objek wisata alam di daerah Bandung, objek wisata Batukuda belum ada plang petunjuk arah dari jalur utama menuju lokasi. Untuk menuju Batukuda ada beberapa rute yang bisa dilalui. Namun yang jalannya paling mudah yakni melalui samping pom bensin Cibiru. Disamping SPBU tersebut ada jalan masuk yang di depannya ada pangkalan ojek, nah kita tinggal mengikuti jalan tersebut.

Kurang dari 10 km kita akan tiba di Batukuda dari patokan pom bensin Cibiru tersebut. Meski dekat tapi kita harus sedikit berjuang karena kontur jalannya menanjak, mulai dari tanjakan yang landai hingga tanjakan yang curam. Beruntung cuaca kala itu sejuk karena sudah sore sehingga bisa menikmati tanjakan tanpa kepanasan.

foto : instagram.com/federalove_cycling

Pemandangan Gn. Manglayang terlihat jelas menghadang di depan mata. Semakin lama semakin mendekati kaki gunung tersebut dimana lokasi objek wisata Batukuda berada. Di beberapa titik, jalan tanjakannya berpasir sehingga  kita harus berhati – hati saat memboseh agar ban sepeda tidak selip seperti yang saya alami. Selain itu, karena ruas jalannya yang kecil kita harus pandai mengendalikan ‘kemudi’ sepeda saat ada kendaraan roda empat yang berpapasan dengan kita.

Pukul 16.30 saya memasuki kawasan Objek Wisata Batukuda. Sepeda terpaksa saya dorong dari pintu masuk hingga area kemah karena kondisi jalannya berbatu. Bagi yang hanya berkunjung tiket masuknya Rp. 5.000 perorang sementara bagi yang mendaki gunung ataupun camping tiketnya Rp. 10.000 perorang dan diwajibkan untuk mecatatkan identitas pada buku laporan / buku tamu.

Jarak yang dekat dan akses jalan yang baik membuat objek wisata Batukuda ini banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama di akhir pekan. Kebanyakan yang berkunjung kesana adalah muda–mudi, baik yang akan mendaki Gn. Manglayang, camping ataupun hanya sekedar jalan–jalan.  Namun banyak juga pengunjung yang datang bersama keluarga besarnya sambil ‘botram’ alias makan–makan.

foto : instagram.com/federalove_cycling

Berbekal perlengkapan camping yang saya bawa, tak lama saya langsung mendirikan tenda setelah memilih lokasi yang pas di blok A. Ada  2 blok kemah di tempat ini, blok A ukurannya sekitar 2500 m² sementara blok B yang berada diseberang ukurannya hanya 500 m². Lokasinya masih asri karena berada di kaki Gn. Manglayang, pepohonan Pinus dan rumput hijau  menyelimuti setiap “jengkal” area di Batukuda ini.

Objek wisata yang dikelola Perhutani ini terletak di Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Usut punya usut mengapa tempat ini dinamakan Batukuda karena terdapat sebuah batu besar yang bentuknya konon menyerupai kepala kuda. Banyak cerita mengapa dinamakan Batukuda.

Menurut sumber artikel yang saya baca, singkat cerita dahulu ada seekor kuda dan penunggangnya yang sakti, dimana kuda tersebut bisa terbang. Suatu hari saat di perbukitan yang kini dinamai Gn. Manglayang kuda tersebut tejatuh dan terjebak dalam waktu lama. Saking lamanya tempat kuda terjebak tersebut membentuk sebuah kubangan dan lambat laun kuda tersebut berubah menjadi batu yang kini dinamakan Batukuda.

(Agus Septian Heryanto)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by