Bike To Camp-us Bandung

Bike To Campus Bandung Bikecamping Gn. Puntang / foto : Bangun Setyo Nugroho

Di Kota Bandung Bandung yang dijuluki kota Parisj Van Java ini terdapat begitu banyak komunitas sepeda. Berbagai jenis sepeda ada semua di kota kembang ini. Komunitas – komunitas sepeda tersebut terbentuk sebagian besar karena di latar belakangi oleh kesamaan jenis sepeda yang digunakan, namun ada juga yang dibentuk karena kesamaan tempat kerja tempat nongkrong ataupun tempat tinggal. Kegiatan yang samapun dapat melatar belakangi terbentuknya sebuah komunitas sepeda, seperti contohnya Bike To Campus dimana komunitas tersebut dibentuk karena adanya kesamaan kegiatan diantara anggotanya, yakni menggunakan sepeda ke tempat kuliah / kampus, dan di Bandung dinamakan Bike To Campus Bandung.

Seperti namanya, komunitas Bike To Campus Bandung anggotanya terdiri dari Mahasiswa dan Mahasiswi dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di kota Bandung. Komunitas yang dibentuk sejak 15 Juli 2010 ini anggota – anggotanya aktif menggunakan sepeda sebagai alat transportasi alternatif untuk pulang pergi berkuliah. Tak ada persyaratan khusus bagi yang ingin bergabung, semua mahasiswa dan mahasiswi di Kota Bandung dapat bergabung dengan komunitas ini. Bahkan bagi yang mereka yang tidak mempunyai sepedapun dapat bergabung dengan kami, dengan syarat mau bersepeda.

Rombongan Bike To Campus Bandung
foto : Bangun Setyo Nugroho

Berbagai kegiatan atau acara sepeda sering dilakukan dilakukan komunitas yang bersekretariat di Kampus Unjani Bandung ini. Salah satu kegiatan rutinnya adalah event #yukgowes, event yang bekerjasama dengan salah satu Outdorr Store di Bandung ini mengusung tema gowes bareng dengan berbagai komunitas sepeda lainnya dengan rute – rute yang berbeda setiap minggunya. Sesekalipun komunitas B2C bandung melakukan kegiatan sosial ke panti asuhan. Dan tak jarang juga B2C Bandung ini melakukan gowes touring dan bikecamping.

Dalam rangka pelantikan dan atribut Bike To Campus Bandung sekligus rapat program kerja, komunitas ini melakukan bikecamping di Gn.Puntang, Jawa Barat. Berangkat dari Lanud Sulaiman, kala itu cuaca sudah mulai panas karena waktu menunjukkan pukul 08.30 WIB. Dengan membawa ‘gembolan’ secara perlahan kami gowes beriringan diantara padatnya kendaraan bermesin.

Jalur Cimaung menuju Gn. Puntang
foto : @federalove_cycling

Jarak tempuh dari Kota Bandung menuju Gn.Puntang hanya sekitar 30 km, meskipun dekat namun tracknya cukup menantang. Berdesakan dengan kendaraan – kendaraan besar, ruas jalan yang kecil,  jalanan yang berlubang dan berdebu adalah tantangan lain disamping kita harus gowes nanjak di panasnya cuaca menuju Gn.Puntang.

Setelah satu jam gowes diantara padatnya kendaraan di daerah Banjaran, kamipun tiba di Cimaung, persimpangan antara arah Gn.Puntang dan arah ke Pangalengan, Jawa Barat. Disini  ternyata kami sudah ditunggu oleh beberapa rekan Federal Bandung Indonesia. Istirahat selama 30 menit kamipun melanjutkan perjalanan. Berbeda dengan jalur sebelumnya dimana dipadati oleh kendaraan bermesin, di jalur Cimaung ini kondisi jalannya sepi dari kendaraan. Namun dibalik itu kami harus ekstra tenaga karena dari Cimaung inilah kita disuguhi tanjakan sejauh 8,5 km menuju Gn. Puntang.

Mungkin karena teriknya matahari dan sepeda yang terisi penuh perlengkapan camping, membuat kami gowes masing – masing atau dalam bahasa sunda disebut ‘papisah’. Meski hanya 8,5 km namun terasa berat dan lama. Meski berat tapi dibawa santai dengan memperbanyak istirahat.

Rombongan dari belakang
foto : Bangun Setyo Nugroho

Saat adzan Dzuhur berkumandang kamipun tiba di pintu masuk Wana Wisata Gunung Puntang. Ya, lama memang, tanjakan sejauh 8,5 km harus saya selesaikan dengan waktu 2 jam. Tiket masuk ke Wana Wisata Gn. Puntang ini adalah Rp.10.000 / orang. Rimbunnya pepohonan dan sejuknya udara mulai terasa begitu memasuki kawasan Gn. Puntang.

Selain terdapat tempat camping yang mengasyikan, di kawasan ini juga terdapat beberapa daya tarik bagi pengunjung. Kawasan wisata yang dulunya digunakan sebagai markas pasukan Belanda ini terdapat sebuah goa, dimana goa tersebut dahulu digunakan selain sebagai tempat persembunyian juga digunakan sebagai pusat komando kolonial Belanda atau tempat pemancar/stasiun radio. Selain itu juga bukti tempat tersebut pernah digunakan oleh Belanda adalah terdapat puing – puing bangunan yang tersebar di beberapa titik yang kini dijadikan area camping.

Jauh sebelum itu, Wana Wisata Gn. Puntang yang terletak di jajaran pegunungan Malabar ini konon dahulu dikawasan tersebut didirikan sebuah kerajaan oleh Prabu Siliwangi. Kerajaan tersebut dinamakan Nagara Puntang, dan itulah yang menjadi asal usul mengapa kawasan ini dinamai Gn. Puntang.

Lokasi camping
foto : Bangun Setyo Nugroho

Memasuki kawasan Gn. Puntang terdapat sekitar 6 blok area kemah, dan kami memilih untuk mendirikan tenda di Blok A karena lokasinya dekat dengan Musholla dan kamar mandi. Usai mendirikan tenda sembari menunggu sore hari tiba, kamipun bersantai ria menikmati rindangnya pohon Pinus dan ada pula yang pergi ke Sungai dan kolam Cinta yang jaraknya hanya 500 meter dari area kemah. Beberapa rekan yang menyusulpun berdatangan satu persatu menjelang sore. Usai semua berdatangan, kamipun mengadakan Fun Games. Kami mengadakan lomba dengan beberapa hadiah menarik seperti kaos , rompi dan beberapa peralatan sepeda. Lomba yang diadakan antara lain seperti slow race dan fun race.

Malam hari kami isi dengan masak – masak alias ‘ngaliwet’. Menu nasi liwet, sambel, ayam bakar, seblak, mie, asin peda, dan telor dadar menjadi pengisi perut dimalam yang diterangi api unggun kala itu. Meski masakan alakadarnya namun terasa nikmat jika dimakan bersama kawan – kawan seperjuangan.

Suasana tengah malam
foto : Bangun Setyo Nugroho

Pukul 23.00 WIB agenda yang sesungguhnya digelar, rapat program kerja dan evaluasi. Meski mata sudah kantuk kerena kecapean gowes dan kekenyangan, namun ditemani secangkir kopi dan canda tawa mata kembali terbuka lebar. Dibuka oleh sang ketua Bangun Setyo Nugroho, rapat pun dimulai. Saya dan kelima belas rekan yang lainnya pun satu persatu memberikan masukan dan tanggapan seputar kegiatan – kegiatan dan evaluasi Bike To Campus Bandung selama ini. Tak terasa setelah satu jam membahas ini itu rapat pun beres, dan makan malam “Jilid 2” digelar dengan menu nasi liwet dan ayam bakar. Sembari menghangatkan badan kamipun membuat ayam bakar dengan kayu – kayu bakar yang masih tersisa.

Udara dingin menusuk tulang membuat saya terbangun pukul 05.30 pagi. Sembari menunggu kawan – kawan yang masih tidur, saya menyiapkan peralatan dan bahan – bahan masakan untuk santap pagi. Mie instan dan telur dadar menjadi santap pagi kami diantara sinar mentari pagi yang menembus rimbunnya pepohonan Gn. Puntang.

sesi dorrprize
foto : @federalove_cycling
“foto keluarga”
foto : Bangun Setyo Nugroho

 Usai santap pagi kami mengadakan dorrprize. Ada beberapa brand yang menitipkan barangnya kepada kami untuk dijadikan dorrprize pada event bikecamping ini, hadiahnya pun sama sperti hadiah fun games sore kemarin. Setelah packing barang – barang dan “foto keluarga” kamipun meninggalkan kawasan Gn. Puntang menuju Kota Bandung.

Semoga komunitas Bike To Campus ini semakin solid dan dengan adanya komunitas ini semoga semakin banyak mahasiswa – mahasiswi di Kota Bandung sadar untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi alternatif berkuliah.

2 thoughts on “Bike To Camp-us Bandung

Leave a Reply