Bike To Activity, Solusi Moda Transportasi Tanpa Polusi

Pesepeda ke Tempat Kerja, doc. Nanto B2W Pemalang

Perkembangan zaman  telah merubah struktur banyak kota dan desa. Perencanaan dan pembangunannya yang kurang tertata dengan baik, minim berwawasan hijau cenderung mengedapankan  adanya peningkatan ekonomi. Akibatnya, kesemrawutan terjadi di sektor transportasi.  

Kondisi tersebut diperburuk  dengan kurangnya pengendalian akses kemudahan masyarakat untuk mendapatkan kendaraan bermotor.  Pembangunan insfrakstruktur jalan ditambah, banyak dibangun jalan TOL, dan fly over tak membuat kondisi transportasi menjadi baik, yang terjadi adalah kemacetan dan polusi udara yang makin memprihatinkan terutama di kota-kota besar.

Pada akhirnya, hal itu telah menumbuhkan keprihatinan sebagian masyarakat yang berharap bisa mengembalikan kondisi lingkungan kembali baik dan bersih. Lahirlah apa yang dinamakan dengan gerakan kampanye penggunaan sepeda ke tempat kerja/aktivitas (Bike To Work) kepada masyarakat.  Kemudian gerakan Bike To Work ini menjadi pemicu munculnya gerakan lain yaitu bersepeda ke kampus (Bike To Campus) dan bersepeda ke sekolah (Bike  To School).

Pesepeda ke Sekolah, doc. Adi Kurnia SMA Medikacom

Sementara itu, gerakan Ecotransport yaitu kampanye penggunaan transportasi publik yang ramah lingkungan dengan misi dan visi ingin mewujudkan transportasi menjadi lebih baik. Salah satunya adalah gerakan membangun masyarakat budaya gemar bersepeda, menjadikan sepeda sebagai moda transportasi kemana saja, ke tempat kerja, kuliah, sekolah, ke pasar, ke rumah ibadah, ke taman, ke supermarket, mall, keluar kota dan sebagainya.

Kesadaran masyarakat dalam beraktivitas menggunakan sepeda kini makin meningkat meskipun secara kuantitas belum begitu menggembirakan. Aktivitas bersepeda masih didominasi untuk sekedar olahraga, hobi dan rekreasi saja.

Pesepeda terlihat banyak hanya pada saat akhir pekan dan hari libur saja, ada yang sekedar keliling kota, menjajal track, ke objek wisata, dan latihan bagi pesepeda yang ingin meraih prestasi. Tapi setidaknya masyarakat mulai sadar akan pentingnya kondisi lingkungan yang baik.

Sebenarnya, penggunaan sepeda dalam aktivitas sehari-hari  sudah dimulai sejak dulu, terutama dalam usaha perniagaan, jasa pengantaran, perdagangan sayur, jamu,  hingga oleh loper koran. Namun, perkembangan zaman menggerus kebiasaan itu dan kendaraan bermotor telah menggantikannya. Bahkan, berangsur-angsur penggunaan sepeda untuk aktivitas itu nyaris musnah.

Pesepeda ke Kampus, doc. Lasykar Golpantiara Uninus

Tumbuhnya  Para Sosok Pengguna Sepeda Harian

Kini tak sedikit pesepeda yang kemudian menjadi pengguna sepeda harian sebagai alat transportasi ke berbagai aktivitasnya dan berupaya menularkan “virus”nya yang disampaikan melalui jaringan media sosial dan melakukan gerakan yang dibuat semenarik mungkin, tematis, passionable dan menyenangkan.

Nanto Suwaryo dari Pemalang, Jawa Tengah,  merupakan salah satu sosok pesepeda yang sudah 10 tahun menggunakan sepeda untuk transportasi ke tempat kerjanya sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) pendidikan. Tiap hari ber-Bike To Work dengan jarak tempuh sepanjang 20 Km pulang pergi

Baginya, bersepeda ke tempat kerja itu menyenangkan dan membahagiakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas rahmat-Nya masih diberikan kesehatan. Ia juga berpesan  kepada yang belum ber-Bike To Work segera lakukan gerakan ini karena bermanfaat banyak terutama untuk lingkungan dan kesehatan.

Pesepeda Berniaga , doc Udin Syarifudin GBA

Sosok-sosok seperti beliau memang sudah banyak bermunculan diberbagai daerah di Indonesia, meski jumlahnya belum sebanyak pegiat sepeda untuk hobi dan olahraga. Tak hanya sosok pesepeda ke tempat kerja, bermunculan juga sosok pesepeda ke kampus, ke sekolah atau pesepeda harian yang beraktivitas kemana saja menggunakan sepeda.

Sebut saja salah seorang pesepeda dari Bandung yang akrab disapa Bah Rully , awalnya adalah pengguna sepeda ke tempat kerja selama satu dekade lebih, setelah pensiun dari kerjanya, ia tetap bersepeda sebagai pengguna sepeda harian atau bersepeda kemana saja.

Menurutnya, bersepeda harian ketempat aktivitas apapun  itu, kita lebih bugar untuk memulai aktivitasnya dibanding dengan menggunakan berkendaraa motor atau mobil, karena situasi jalanan yang selalu macet membuat orang keburu lelah.

Lebih lanjut Bah Rully menyampaikan bahwa bersepeda itu ada sisi olahraga  dan rekreasi. Dan yang tak kalah penting, bersepeda itu memiliki unsur gaya, ada sisi fashion tentunya.  Tapi yang lebih utama tetap safety pangendara dan sepedanya.

Pesepeda Ke Aktivitas Apapun, doc. Bah Rully B2W Bandung

Belakangan, satu hal yang cukup menggembirakan  yakni sepeda mulai dilirik kembali. Beberapa perusahaan yang mewajibkan tenaga pemasarannya menggunakan sepeda dalam menjalankan tugasnya.  Ada yang memanfaatkan kembali sepeda sebagai sarana perniagaan, meski pun tidak signifikan seperti masa lalu. Tumbuh juga kurir atau jasa pengantaran menggunakan sepeda.

Berharap perkembangan pengguna sepeda sebagai moda tranportasi kemana saja lebih meningkat, karena bersepeda merupakan solusi tanpa polusi. Semakin banyak yang bersepeda kemana saja semakin baik kondisi transportasi dan lingkungan kita. Salam boseh dan go green.

penulis : Cucu Hambali – Bersepeda Itu Baik (BEIB)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by