Login

Register

Login

Register

Bersepeda Menjelajahi Bukit Teletubis Cicalengka

Bersepeda Menjelajahi Bukit Teletubis Cicalengka / foto : Sarjan

Bukit Teletubis Cicalengka berada di Desa Sindang Wangi, Sindulang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Lokasinya cukup mudah ditemukan karena tidak jauh dari objek wisata Curug Cinulang. Hanya berjarak kurang lebih 700 meter dari lokasi wisata Curug Cinulang.

Bagi Anda yang lahir pada tahun 1990-an, ketika kecil mungkin sering menonton serial televisi Teletubis yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta nasional. Nah, bukit ini dinamai bukit Teletubis karena memang keindahan bukitnya “sama persis” seperti yang ada dalam serial televisi tersebut, yaitu perbukitan dengan hamparan rumput yang hijau nan luas.

Saat ini bukit Teletubis memang banyak dikunjungi oleh wisatawan. Mereka rata-rata penasaran dengan sensasi “penampakan” foto-foto bukit Teletubis di banyak media sosial. Mereka sangat penasaran dengan keindahan hamparan bukit-bukit yang sangat eksotis ketika beradu dengan sinar matahari pagi atau sore hari.

Bersepeda Menjelajahi Bukit Teletubis Cicalengka / foto : Sarjan
Bersepeda Menjelajahi Bukit Teletubis Cicalengka / foto : Sarjan

  Beberapa waktu yang lalu kami pun menyempatkan diri gowes ke bukit Teletubis. Kami berkumpul di kawasan ruko yang berada di kawasan Padasuka, Bandung. Di tempat yang sama dua mobil bak terbuka juga telah terparkir untuk mengantar kami menuju titik start, yaitu di Desa Sindang Wangi, Sindulang, Cimanggung.

Tepat pukul 07.00 kami berangkat menuju bukit Teletubis dan tiba pukul 09.45 di tempat tujuan. Perjalanan kami sedikit terhambat karena adanya pasar tumpah di daerah Rancaekek dan Cicalengka. Di sana kami bertemu dengan empat orang sahabat yang datang lebih dulu. Kami pun langsung menurunkan sepeda masing-masing dari mobil loading-an dan bersiap-siap untuk menjelajahi bukit Teletubis. Ketika itu matahari bersinar cukup terik. Sepertinya kami harus berpanas-panasan saat mengayuh pedal menjelahi bukit Teletubis ini.  

Bagi Anda yang ingin gowes menjelajahi bukit Teletubis, untuk menuju bukit Teletubis ini terdapat petunjuk arah di sebelah kanan jalan, walalupun ukuran petunjuk tersebut tidak terlalu besar. Anda tinggal mengikuti jalan setapak yang menanjak tersebut.
Pada awal masuk lokasi, jalan setapak menanjak yang dilewati merupakan jalan yang telah dicor, selebihnya adalah tanah merah. Jika dilalui pada musim kemarau, tentu saja jalan tanah merah tersebut akan ‘ngebul’, sedangkan pada musim hujan tentu akan sangat licin.

Bersepeda Menjelajahi Bukit Teletubis Cicalengka / foto : Sarjan

Sebelum nga-boseh, kami melakukan doa bersama agar diberi kelancaran dan keselamatan selama dalam perjalanan. Selanjutnya, kami mulai mengayuh pedal. Beberapa orang di antara kami mencoba menalukkan jalan setapak menanjak yang cukup curam tersebut dengan cara digowes dan beberapa teman kami memang ada yang berhasil. Namun, kebanyakan tidak berhasil melewati tanjakan tersebut dan terpaksa harus ‘tuntun bike’ alias dorong sepeda.

Beberapa saat kemudian, sampailah kami di sebuah warung. Kami beristirahat sejenak sambil menunggu teman-teman yang lain, sekaligus mengisi perut. Tidak lupa di sana kami juga membeli air minum cadangan agar tidak kehabisan saat dalam perjalanan nanti. Hamparan keindahan pemandangan di sekitar bukit Teletubis sudah tampak terlihat di sini. Oiya, di warung ini pula kami dipungut tiket masuk menuju bukit Teletubis sebesar Rp. 5000 per orang.

Hamparan perbukitan yang luas terlihat sangat indah, walaupun tidak terlalu hijau akibat musim kemarau. Hal itu pula yang membuat saya betah berlama-lama di sana. Namun, apa daya, beberapa teman sudah memanggil saya untuk segera menuruni bukit dan melanjutkan kayuhan menyusuri jalan setapak di perbukitan Teletubis. Ketika itu hari memang sudah semakin siang. Saya pun cepat-cepat menghampiri mereka untuk meneruskan perjalanan.

Bersepeda Menjelajahi Bukit Teletubis Cicalengka / foto : Sarjan

Kami pun bertemu dengan teman-teman dari komunitas sepeda lain yang juga mengayuh pedal ke jalur ini. Kami tak lupa berfoto bersama mereka. Seusai berfoto bersama, kami meneruskan perjalanan. Kami mengayuh sepeda menyusuri jalan khas perbukitan yang menanjak, menurun, dan berbelok-belok. Namun, kami tetap harus berhati-hati saat menggowes sepeda karena beberapa jalan tampak berlubang. Sambil mengayuh pedal tidak bosan-bosannya kami menikmati keindahan hamparan pemandangan di bukit Teletubis. Beberapa teman kami bahkan banyak yang berhenti mengayuh pedal di tempat-tempat yang eksotik untuk berfoto.

Tidak beberapa lama, kami disuguhi jalur seperti selokan yang mengering. Jalur tersebut tampak rusak oleh sepeda motor trail yang sering melintas ke sini. Kami terpaksa harus  mengangkang saat mengayuh pedal. Beberapa jalur di tempat ini memang seperti selokan kering. Kami berpikir, untung bukan musim hujan saat gowes ke tempat ini. Terbayang jika musim hujan gowes ke tempat ini banyak tantangan yang harus kami lewati sehingga mempengaruhi waktu tempuh kami bersepeda.

Setelah itu, kami disuguhi jalur makadam yang cukup panjang nan menantang. Tidak hanya itu, kami juga disuguhi oleh turunan-turunan panjang yang cukup curam dan beberapa tanjakan yang membuat kami harus mengayuh pedal lebih kuat.  Bahkan, beberapa jalur juga terhalangi oleh pohon-pohon tumbang yang menjadikan kami tetap waspada saat mengendalikan stang sepeda.

Bersepeda Menjelajahi Bukit Teletubis Cicalengka / foto : Sarjan

Keluar dari single track, kami meluncur di jalanan berdebu yang baru dibuat oleh pemerintah setempat. Jalan tersebut berupa turunan memanjang yang kami anggap sebagai bonus untuk melemaskan kaki, tetapi tetap memacu adrenalin kami.

Pukul 12.40 akhirnya kami tiba di perkampungan warga. Matahari bersinar semakin terik.  Kami lalu memutuskan berisirahat di sebuah warung sambil menunggu beberapa teman yang masih tertinggal di belakang.

Selama dalam perjalanan menjelajahi bukit Teletubis, terjadi berbagai insiden, seperti mencium tanah alias terjatuh dan ban meletus,. Namun, semua itu terbayar dengan pemandangan alam, canda tawa, dan kebersamaan. Rasa lelah pun hilang.

Bersepeda Menjelajahi Bukit Teletubis Cicalengka / foto : Sarjan

Total jarak yang kami tempuh untuk menjelajahi bukit Teletubis adalah kurang lebih 12 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam. Bagi Anda yang senang bersepeda XC, jalur ini layak dicoba karena jalur ini cukup menguras tenaga dan cocok untuk menguji fisik dan mental. Sungguh mengasyikkan.

(Sarjan Ramdani DY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *