Bersepeda ke Tempat Shalat Ied, “Sucikan Diri, Hijaukan Bumi”

Foto: Cuham Beib

Bersepeda merupakan sebuah solusi tanpa polusi apalagi jika sepeda digunakan sebagai moda transportasi sehari-hari ke berbagai aktivitas apa saja dan kemana saja.

Hari Raya Idul Fitri yang merupakan hari kemenangan bagi umat Islam selalu diawali dengan melaksanakan salat ied berjamaah pada pagi hari. Biasanya para pengurus masjid, lembaga keagamaan, dan panita idul fitri menggelarnya di lapangan-lapangan terbuka, atau di masjid-masjid.  

Harapannya, kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh banyak pegiat sepeda terutama yang selalu konsisten sebagai momentum untuk selalu menebar kampanye kebaikan dengan bersepeda ke tempat salat ied yang juga menjadi salah satu aksi dalam sebuah gerakan lingkungan pada kesempatan hari-hari besar umat Islam dengan istilah “Lebaran Hijau” yang digagas sebuah lembaga lingkungan yang fokus terhadap persoalan sampah yaitu Yayasan Pengembangan Bio Gas dan Bio Sains (YPBB).

Foto: Bilal Rivray CCI

Gerakan ini merupakan sebagai aksi kepedulian terhadap persoalan lingkungan di saat Lebaran, baik Lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha, dipicu oleh keprihatinan, yang mana di saat Lebaran terjadi ledakan persoalan lingkungan yang luar biasa yang tanpa di sadari sudah berlangsung lama dan semakin tak terkendali. Masyarakat cenderung dilupakan oleh luapan kegembiraan menyambut datangnya hari kemenangan tanpa peduli bahwa banyak hal yang salah dilakukan masyarakat membuat terjadinya persoalan lingkungan pada saat lebaran, terutama akibat prilaku konsutif masyarakat kita yang berlebihan.

“Sudah seharusnya Lebaran dirayakan dengan gaya hidup ramah lingkungan, oleh sebab itu kami menggulirkan sebuah gerakan yang dinamakan #lebaranhijau. Gerakan ini sebagai upaya dalam meminimalisir kontribusi sampah yang dihasilkan oleh kita menuju nol sampah atau zerowaste.” papar Anilawati Nurwakhidin, salah seorang pengurus lembaga tersebut. 

Lebih jauh teh Anil menyampaikan bahwa dalam gerakan tersebut banyak hal yang bisa dilakukan saat lebaran, seperti penggunaan lap tangan (serbet) untuk mengurangi penggunaan tissue, tidak menggunakan koran sebagai alas salat ie’d, mengurangi konsumsi makanan dan minuman berkemasan, menghentikan pemakaian wadah makanan dari bahan styrofoam, dan tidak membeli baju baru tapi menggunakan pakaian lama yang tetap layak pakai serta tentu saja bersepeda atau jalan kaki menuju tempat pelaksanaan salat ied sebagai upaya dalam mengurangi persoalan kemacetan dan polusi.

Foto: Diki Dolay Libass
Foto: Boy Honil Bomber Adventure

Dari tahun ke tahun di setiap hari raya umat Islam secara jumlah pesepeda yang berangkat ke tempat salat ied memang belum begitu signifikan, mungkin kebanyakan lebih memilih jalan kaki terutama jika jarak tempuhnya relatif dekat meskipun budaya berjalan kaki ke tempat salat ied  tersebut dibayang-bayangi kecenderungan penggunaan kendaraan bermotor.

Namun upaya-upaya kampanye membangun budaya bersepeda ke tempat salat ied tetap dilakukan oleh berbagai pihak terutama oleh pegiat sepeda yang memang konsisten dan peduli terhadap isu-isu perbaikan lingkungan.

Mari kawan pesepeda, sudah saatnya kita senantiasa bergerak menuju lingkungan yang baik di saat apa saja, seperti di moment Lebaran.  Sekecil apapun gerakan lingkungan yang bisa teman-teman lakukan, jika terus konsisten dan dilakukan oleh banyak orang, maka dampak positifnya akan semakin besar bagi kenyamanan bumi yang kita diami ini. 

Foto: Cuham Beib

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Sucikan Diri, Hijaukan Bumi.  Tetap bergerak menebar ke-bike-an menuju kota yang berperadaban. Salam sehat, semangat, dan waspada, semoga covid segera berlalu. Salam boseh dan Go green.

(Cucu Hambali – Bersepeda itu Baik)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by