Bersepeda Di Masa Pandemi

Terapkan protokol kesehatan saat bersepeda / Foto : dok portalsepeda.com

Febry Laurino, dr. AIFO-K yang merupakan dokter pelaksana medis di RS. Dustira sekaligus Sport Medicine Team di KONI Jabar memaparkan bagaimana bersepeda yang aman di masa pandemi. Narasumber kedua dalam Serial Diskusi Forkom #1 yang bertajuk “Bersepeda Di Masa Pandemi” ini menjelaskan bahwa bersepeda dikala pandemi terbagi dalam 2 (dua) point utama. Yang pertama adalah bersepeda sesuai batas alias tidak melampaui kemampuan fisik dan yang kedua adalah bersepeda sesuai protokol kesehatan dikala pandemi.

Ada penelitian yang mengatakan bahwa olahraga adalah pedang bermata dua. Di satu sisi menguntungkan, namun disisi lain dapat membahayakan. Namun, tidak jarang kita dengar ada orang yang meninggal di lapangan olahraga karena serangan jantung.

Febry menjelaskan bahwa dalam olahraga termasuk bersepeda terbagi kedalam 2 (dua) tipe. Pertama, olahraga prestasi, olahraga ini dilakukan terstruktur dalam cakupan frekuensi, intensitas, waktu, dan tipenya. Serta diperlukan pendamping/pelatih dan tahapan latihan. Sedangkan yang kedua adalah olahraga hobi, yakni olahraga biasa yang dilakukan oleh individu yang awam maupun sudah terbiasa terhadap olahraga pada umumnya. Selain itu, olahraga hobi tidak terstruktur cakupan frekuensi, intensitas, waktu dan tipenya.

Dokter yang hobi bersepeda dengan Polygon Xtrada ini memberi penjelasan bagaimana mengukur indikator atau intensitas bersepeda yang tepat sesuai dengan “rumus kesehatan” seperti pada gambar berikut ini :

Indikator Heart Rate / Sumber : dr. Febry
Mengukur intensitas latihan berdasarkan denyut nadi / Sumber : dr. Febry

MTubuh yang cenderung diam dan kurang beraktivitas dapat berpengaruh pada fungsi kekebalan tubuh. Aktivitas latihan fisik ringan lebih bermanfaat pada fungsi imunitas dibanding hanya melakukan aktivitas berupa duduk/tidak melakukan kegiatan apapun.

Kekebalan tubuh dapat mudah ditingkatkan dengan melakukan latihan fisik/olahraga dan tidur cukup. Peningkatan jumlah leukosit dalam sirkulasi darah (utamanya limposit dan neutrifit) serta trombosit, dengan melakukan latihan fisik/olahraga ringan dipengaruhi oleh intensitas dan durasi latihan. (Dyah Mahendra, 2015)

Pendiri komunitas KPXI Bandung Raya ini juga menjelaskan bahwa bersepeda dengan konsep SMART-G sangat dianjurkan dikala pandemi sepeda, antara lain :T

S : Solo Riding (Gowes sendiri atau maksimal 5 orang)

M : Masker (Wajib menggunakan masker dengan gowes intensitas ringan)

A : Arm & Gloves (Pakai arm sleve atau lengan panjang dan sarung tangan)

R : Route (cari rute yang sepi dan jarang ada aktivitas banyak orang)

T : Timing (Gowes terbaik di pagi hari saat kondisi jalan sepi)

G : Googles (Pakai kacamata untuk menghindari droplet)

Selain itu, Febry menambahkan ada 3 (tiga) tahap dalam bersepeda dikala pandemi yang harus dilakukan mulai dari tahap pra (sebelum) gowes, tahap gowes, tahap istirahat dan tahap sampai dirumah. MAsing-masing tahapan ini sangat dianjurkan untuk dilakukan masing-masing pesepeda guna pencegahan penularan virus Covid-19.

Tahap Pra Gowes :

  1. Rencanakan jalur gowes (track), hindari daerah ramai dan cari daerah yang aman (zona hijau)
  2. Mandi dahulu dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  3. Pysical distancing jika loading menggunakan mobil, perhatikan himbauan pemerintah
  4. Membawa botol minum yang tertutup dan alat makan sendiri, tidak berbagi dengan orang lain.
  5. Selalu pakai masker (3 lapis & bahan kain), helm, kacamata, lengan panjang, sarung tangan. Membawa cadangan masker jika masker yg dipakai basah.
  6. Perhatikan kebersihan sepeda, cuci sebelum dan sesudah gowes, terutama grip.
  7. Berdoa sebelum berangkat dan pastikan sehat jasmani dan rohani.
Aktivitas bersepeda dikala pandemi, masih banyak yang abai terhadap protokol kesehatan / Foto : dok. portalsepeda.com

Tahap Gowes :

  1. Maksimal gowes 4-5 orang dalam rombongan, utamakan gowes sendirian (solo).
  2. Pilih jalur yang tidak ramai, hindari zona merah Covid-19.
  3. Jaga jarak 2 meter antar pesepeda (kanan-kiri).
  4. Jaga jarak minimal 4-5 meter antar pesepeda (depan-belakang).
  5. Pada kecepatan tinggi, jarak semakin jauh, bisa 10-20 meter antar pesepeda.
  6. Waspada dan jaga jarak dengan kendaraan lain.
  7. Tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Tahap Istirahat :

  1. Ingat selalu cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Don’t touch MEN (Mouth, Eye, Nose)
  2. Selalu mengguna masker, kecuali saat makan atau minum.
  3. Ingat untuk selalu jaga jarak dengan orang lain dan tidak terlalu banyak mampir (lamanya max 15 menit istirahat).
  4. Jika berfoto bersama, tetap menggunakan masker.
  5. Sarung tangan, kacamata dan helm tidak tergeletak sembarangan.
  6. Menggunakan alat makan sendiri atau disemprot dahulu dengan hand sanitizer.
  7. Hindari berbagi makanan dan minuman dengan orang lain.

Tahap Sampai Rumah :

  1. Sampai dirumah lepas semua peralatan gowes, sepatu, glove, kacamata, helm. Cuci tangan dengan detergent atau hand sanitizer.
  2. Lepas pakaian, sarung tangan, masker, topi dan rendam dengan detergent.
  3. Saat masuk kedalam rumah langsung menuju kamar mandi, kemudian bersihkan diri.
  4. Jangan menyentuh barang-barang dirumah sebelum mencuci tangan dengan sabun.
  5. Jika memungkinkan, cuci sepeda sebelum masuk rumah.
  6. Tidak melakukan kontak fisik dengan orang rumah sebelum mandi dan yakin bersih dari kontak luar.
  7. Konsumsi air minum yang cukup, untuk mengganti cairan yang hilang saat bersepeda.

Berdasarkan pemaparan dr. Febry diatas kiranya dapat menjadi bahan tambahan pengetahuan kita selaku pesepeda dalam bersepeda yang aman dikala pandemi saat ini. Tetap utamakan keselamatan dan perhatikan protokol kesehatan saat bersepeda ya sobat portal, salam gowes !

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by