Apa Perbedaan Antara Rear Shock Model Udara dan Coil Pada Sepeda MTB?

(foto: portalsepeda.com)

Rear shock hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran yang disesuaikan pabrikan dengan kebutuhan pesepeda yang sangat spesifik mulai dari pembalap XC hingga downhill.

Bagi banyak orang, mengganti shock adalah salah satu parts sepeda yang mahal dan banyak perhitungan untuk menemukan rear-end trail yang tepat.

Pada akhirnya, perdebatan tentang shockudara atau koil bermuara pada kesesuaian, rasa, dan gaya berkendara.

Apa manfaat Shock udara?

Shock udara adalah satu-satunya hal yang akan Anda lihat pada sepeda gunung travel rendah. Sebagai aturan, mereka lebih ringan dari koil dan lebih progresif.

Itu berarti bahwa saat shockterkompresi, dibutuhkan lebih banyak kekuatan untuk bergerak melalui travel, mengurangi frekuensi mereka keluar dari dasar.

Namun, karena komponen shockudara bertekanan internal, biasanya ada lebih banyak titik gesekan yang dapat menyebabkan kekusutan kecil saat guncangan berlangsung melalui travel penuhnya.

Selain itu, oli di dalam shock udara cenderung memanas selama bersepeda, terutama saat guncangan mengalami banyak gerakan. Pada saat bersepeda di jalur yang teknis, menciptakan gesekan di dalam shockyang memanaskan minyak dan udara di dalamnya. Minyak yang kurang kental berarti shock akan bergerak sedikit lebih bebas, sehingga mungkin tidak terasa seperti saat ridingdimulai.

Shock seperti Fox Float X dan Float X2 adalah beberapa di antara banyak yang meringankan masalah ini dengan sistem piggyback. Tapi shock dengan piggyback umumnya hanya pada sepeda travelpanjang, bukan pada rig XC travel rendah.

Jenis riding apa yang lebih cocok untuk shock udara?

Shock udara ideal untuk pesepeda XC dan siapa saja yang ingin menghemat berat. Shock koil cenderung lebih berat daripada shock udara, jadi tidak banyak digunakan oleh pembalap. Namun, shock udara tidak hanya untuk tipe balapan XC.

Bahkan downhiller berpengalaman menggunakan shock udara. Salah satu manfaat terbesar dari shock udara adalah adjustment-nya. Sepeda sangat serbaguna sekarang karena banyak yang betah di taman menuruni bukit dan masih menyenangkan untuk menjelajah singletrack datar atau jalur menanjak.

Mampu memutar suspensi untuk memperhitungkan banyak variabilitas dalam kondisi singletrack sangat penting dalam sepeda yang serba bisa.

Apa manfaat dari shock koil?

Berbeda dengan sifat shockudara yang progresif, shock koil biasanya memiliki profil travellinier, yang berarti jumlah gaya yang sama diperlukan untuk menggerakkan shock melalui titik-titik tertentu lebih dalam di travel. Itu memberikan respons yang konsisten dan seragam terhadap masukan pesepeda.

Perlu diingat, tidak semua sepeda bisa menggunakan shock koil. Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari shock koil ini, pesepeda harus memilih sepeda yang dirancang untuk jenis suspensi tersebut dan mengimbangi profil linier.

Untuk mengubah tekanan shock koil secara signifikan, pesepeda biasanya harus membeli koil baru. Itu belum tentu murah dan dapat melibatkan beberapa trial and error sebelum menemukan koil yang cocok.

Karena shock koil dibuat di sekitar pegas luar, mereka biasanya tidak melihat masalah yang sama dengan gesekan dan oli seperti shockudara.

Jenis ridingapa yang lebih cocok untuk Coil?

Sebagian besar, shock koil digunakan untuk arena menurun. Daya tanggap mereka membantu rider merasa lebih terhubung dengan sepeda dan menempel di tanah. Pengendara enduro juga sering menggunakan shockkoil. Karena kecepatan tanjakan tidak terlalu penting, banyak yang senang menemukan shock yang mulus dan lentur saat menuruni bukit, asalkan tidak bekerja keras saat jalur menanjak.

Mana yang lebih mudah untuk di setting?

Shock udara lebih mudah untuk di setting, terutama untuk sepeda di ujung bawah spektrum perjalanan. Mereka memberikan lebih banyak keserbagunaan yang dapat membantu pesepeda menyesuaikan dengan kondisi jalur atau cuaca yang berbeda dan memperhitungkan bobot tambahan.

Volume udara (bukan tekanan) juga cukup mudah di-setting dengan menggunakan spacer volume. Spacer ini masuk ke dalam ruang udara shock, dan mengubah jumlah hambatan midstroke dan bottomout.

Mereka juga menggunakan kontrol pantulan dan sakelar penguncian yang biasanya mencakup dua atau tiga tahap untuk posisi open full, open midle, dan lock sehingga lebih efisien saat bersepeda di jalan yang menanjak.

Sumber: https://bikerumor.com/aasq-whats-the-difference-between-air-and-coil-rear-shocks/

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by