Apa Itu Sepeda Listrik ?

Sepeda Listrik Haibike

Penggunaan kendaraan listrik semakin marak di seluruh dunia, begitu pula dengan di Indonesia. Efisiensi, pengurangan polusi terutama polusi udara, dan diversifikasi sumber energi menjadi pendorong meningkatnya penggunaan kendaraan tanpa motor bakar internal. Begitu pula penggunaan sepeda listrik yang semakin meningkat. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden nomor 55 tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Walau tidak spesifik soal sepeda, namun kebijakan tersebut dapat berimbas pada meningkatnya penggunaan sepeda listrik.

Sebagai awalan, lebih baik jika kita mengenal jenis-jenis kendaraan listrik terlebih dahulu. Apa batasan dari sepeda listrik terkait dengan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Negara kita belum mempunyai peraturan terkait dengan pengkategorian dan penggunaan kendaraan listrik. Untuk keperluan itu kita bisa merujuk peraturan yang berlaku di negara maju, termasuk juga di negara tetangga.

Unicycle Listrik, salah satu jenis alat mobilitas personal
  1. Alat Mobilitas Personal (Personal Mobility Device/PMD)

Masuk dalam golongan ini adalah alat bantu gerak yang ringkas, mudah dibawa ke dalam transportasi umum tanpa mengganggu pengguna lainnya. Yang termasuk PMD di antaranya unicycle (sepeda beroda satu), hoverboard, skateboard, dan otopet.

Kendaraan ini boleh digunakan di jalur pedestrian dan jalur berbagi (shared pathway/jalur yang bisa digunakan kendaraan tidak bermotor selain pejalan kaki), namun karena ukuran yang kecil dan kecepatan yang rendah tidak dapat digunakan di jalan raya.

  • Sepeda Listrik

Batasan dari sepeda listrik adalah kendaraan dua roda yang dilengkapi pedal, stang, dan sadel. Sepeda listrik tidak boleh digunakan di jalur pedestrian, tapi masih boleh digunakan di jalur berbagi selama melaju di bawah kecepatan 25 kilometer per jam. Sepeda listrik juga boleh digunakan di jalan raya. Pengendalian motor listrik sepeda dapat menggunakan putaran grip, seperti sepeda motor, atau menggunakan sensor di crank arm.

Sepeda listrik kelas paling ekonomis biasanya menggunakan motor bantu listrik yang dikendalikan putaran grip. Model seperti ini relatif lebih murah karena kerja motor listrik benar-benar tidak berkaitan dengan putaran pedal. Di kasta lebih tinggi adalah sepeda yang motor bantu listriknya dikendalikan oleh putaran pedal atau disebut pedelec (pedal assisted electric). Pengendalian kerja motor listrik dilakukan melalui putaran pedal, baik melalui kecepatan putaran (cadence sensor) atau sensor torsi (torque sensor).

Sepeda Motor Listrik
  • Sepeda Motor dan Mobil Listrik

Sebagai produk otomotif sepeda motor listrik seperti Zero Motorcycle atau mobil listrik seperti Tesla diatur dengan peraturan kendaraan bermotor. Surat izin mengemudi wajib dimiliki oleh pengguna sepeda motor dan mobil listrik. Begitu pula kedua kendaraan ini dilarang memasuki jalur pedestrian dan jalur berbagi.

Walau dianggap lebih hijau, kendaraan listrik termasuk sepeda listrik juga masih mengundang kritik. Kritik utama terkait penggunaan energi. Sepeda listrik memang tidak sehemat energi sepeda kayuh konvensional, demikian pula energi listrik yang digunakan kebanyakan bukan berasal dari sumber energi terbarukan. Walau begitu jika pengguna sepeda listrik adalah mantan pengguna sepeda motor berbahan bakar minyak, atau bahkan mobil, maka pengurangan polusi akan memberikan perubahan ke arah yang lebih baik. Kendaraan listrik pun tidak menggunakan energi saat berada dalam keadaan statis seperti terjebak dalam kemacetan atau berhenti di lampu stopan.

Semoga maraknya penggunaan kendaraan listrik dapat memperbaiki kualitas lingkungan di Indonesia.

(Gustarmono)

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by