Tips Aman Bersepeda Disaat New Normal

Bersepeda menggunakan masker / foto : Pinterest

Aktivitas bersepeda saat ini kian ramai digandrungi masyarakat di Indonesia. Namun bersepeda saat New Normal harus dilakukan dengan cara yang benar. Pada sesi webinar yang bertajuk “Aman Bersepeda Disaat New Normal” yang diselenggarakan oleh IM_RoadRunner (29/07/20) menjelaskan materi tentang bagaimana bersepeda saat new normal. Pemateri webinar ini adalah dr. Andhika Respati, spKO. yang tak lain merupakan Dokter Tim Nasional Balap Sepeda Indonesia dan Kabid Medis dan Anti-doping Indonesian Cycling Federation (ICF/PB ISSI).

Saat ini kasus Covid-19 masih ada namun disisi lain kita harus kembali menggerakkan roda ekonomi dan roda sosial lagi. Maka dari itu terpaksa diperbolehkan beraktivitas kembali, dikenal dengan Adaptasi Kebiasaan Baru. Secara umum penyebaran Covid-19 masih melalui droplet dengan cara penularan pada umumnya sebagai berikut :

  1. Terpecik langsung
  2. Kontaminasi tangan
  3. Masuk lewat mata-hidung-mulut

Contoh penularan lainnya yakni saat kita bersepeda lalu kita menyuruh teman kita untuk mengambil gambar/foto dengan handphone kita. Otomatis kuman/virus dari tangan akan menempel pada handphone kita tanpa disadari. Lalu virus tersebut akan masuk ke tubuh kita melalui kontak tangan kita yang tertempel virus tersebut menyentuh ke hidung, mata atau mulut.

Menjaga jarak minimal 2 meter merupakan jarak yang aman. Ketika ada orang bersin maka virusnya akan “muncrat” berterbangan sebentar lalu menempel di permukaan. Jika kita menjaga jarak maka setidaknya akan mengurangi daya “jelajah” virus tersebut yang bisa menempel pada tubuh atau pakaian kita.

Penggunaan masker selain untuk menghindari kita menghirup virus, berfungsi juga untuk menahan droplet kita saat bersin karena terhalang masker.

Tangan menjadi “sarana” virus untuk masuk ke tubuh kita. Jadi dengan rajin mencuci tangan (menggunakan sabun dan air mengalir )maka akan menghilangkan dan membunuh kuman/virus yang menempel di tangan kita.

Pencegahan (Spesifik Covid) :

  1. Physical distancing
  2. Penggunaan Masker
  3. Hand Hygiene

Dilarang menyentuh MEN untuk menghentikan penularan Covid-19 :

M : Mouth (Mulut)

E : Eye (Mata)

N : Nose (Hidung)

Ikuti WOMEN untuk mencegah Covid-19 :

W : Wash your hands with soap (Cuci tangan dengan sabun)

O : Obey social distancing (Selalu menjaga jarak)

M : Mask to be used property (Gunakan masker)

E : Exercise regulary

N : Never ignore above four lines

Ini dia 3 (tiga) jurus menjaga imunitas :

  1. Jaga aktivitas fisik
  2. Jaga nutrisi
  3. Jaga kesehatan mental

Tips Aktivitas fisik di Era Corona :

Jaga Jarak !

  1. Cari tempat yang sepi
  2. Di rumah

Jaga Kebersihan Tangan !

  1. Ingat kontak tidak langsung

Jaga Beban Latihan !

Orang-orang yang melakukan olahraga lebih rutin dikala pandemi ini justru lebih beresiko tertular. Maka dari itu dianjurkan untuk menjaga pola istirahat yang cukup. Jadi tidak disarankan melakukan olahraga terlalu berat karena akan melemahkan imunnya.

Outdorr Lebih Aman

Bersepeda di ruang terbuka ini kaitannya dengan airborne transmission. Menurut WHO penyebaran virus melalui udara paling besar terjadi di rumah sakit dan di dalam ruangan yang ventilasinya buruk. Jadi dengan kita berolahraga bersepeda diluar ruangan penularan melalui udara sangat kecil dibanding oleh droplet.

Datang-Latihan-Pulang

Kebiasaan jika kita bersepeda, selepas tiba ditempat finish pasti berkumpul dengan teman-teman, entah itu sekedar istirahat ataupun ngopi bareng. Ini seharusnya dihindari, lebih baik langsung kembali pulang agar tidak tertular saat kita berkumpul tersebut.

Gunakan Masker

WHO menegaskan melalui web resminya bahwa masker bukan pengganti social distancing. Jadi meskipun kita sudah menggunakan masker, kita tetap harus menjaga jarak. Saat kita olahraga barengan maka harus menjaga jarak atau tidak berbaris. Hal itu untuk menghindari droplet dari orang yang didepan kita apalagi untuk olahraga yang bergerak seperti bersepeda atau lari.

Semakin cepat kita mengayuh sepeda maka droplet yang akan menempel juga bisa semakin cepat. Menjaga jarak 20 meter saat bersepeda merupakan jarak yang aman. Kok jauh amat ? mending gowes sendiri aja. mungkin banyak yang merepon demikian maka dari itu memang pilihan terbaik adalah gowes sendiri jika tidak bisa menjaga jarak aman.

Amankah bersepeda menggunakan masker ? banyak masyarakat yang bertanya demikian dan menganggap memang berbahaya jika bersepeda menggunakan masker. Sebagian besar pesepeda yang meninggal diakrenakan faktor jantung. Sebetulnya bukan karena maskernya, tetapi memang sudah punya riwayat penyakit/gangguan jantung. Jadi masker hanyalah sebagai penambah resiko. Lantas solusinya jika bersepeda menggunakan masker harus paham terhadap kemampuan fisik kita masing-masing.

Rekomendasi khusus bersepeda :

  1. Bersepeda satu jalur.
  2. Solo Riding.
  3. Gunakan Helm.
  4. Patuhi rambu lalu lintas dan perhatikan pengguna jalan.
  5. Hormati pengguna jalan lain.
  6. Saat bersepeda malam gunakan lampu sepeda, pakaian berwarna cerah dan reflektor.

Sumber : ditulis ulang dari materi webinar “Aman Bersepeda Disaat New Normal” – Anteraja Virtual Ride Indonesia : Merdeka Series

Leave a Reply

Konsultasi WA
Hallo Sobat Portal Sepeda!!
Silahkan kirim pesan WA untuk pertanyaan Sobat Portal seputar sepeda.

Nama :
Kota :
Kode Member :
Pertanyaan :

*nb : untuk mengetahui Kode Member silahkan Login terlebih dahulu
Powered by